Posted on Leave a comment

Seperti Inilah Tradisi Menggunakan Kain Songket dan Sejarahnya

Kain songket tak banyak digunakan oleh masyarakat secara umum. Berasal dari hasil kerajinan beberapa daerah tertentu di Nusantara seperti Terengganu. Kain sangat eksklusif disebabkan proses pembuatannya masih manual. Pengrajin secara khusus menjalin benang menjadi motif sesuai karakteristik yang akan diciptakan. 

Keterampilan membuat songket umumnya diajarkan turun temurun. Butuh ketelitian dan kesabaran dalam menyelesaikan satu lembar songket berkualitas. Warna benang yang digunakan berasal dari bahan alami. Lebih aman bagi pemakai dan lingkungan meskipun saat ini sudah semakin sulit ditemukan. Begitu eksklusif penggunaannya untuk acara khusus.

Sejarah Kain Songket

Kain songket tidak hanya ditemukan di Indonesia, beberapa Negara seperti India, kamboja dan Malaysia juga memilikinya. Namun banyak yang meyakini songket berasal dari kerajaan sriwijaya. Dibuktikan dengan ditemukannya songket diantara peninggalan bersejarah kerajaan sriwijaya. Merupakan barang mewah karena disatukan dengan batu rubi dan piring emas.

Versi lain mengatakan bahwa songket berasal dari utara yaitu kamboja-siam. Perkembangannya meluas hingga ke Pattani dan sampai di Kelantan serta Terengganu. Pada abad ke-16 songket berkembang ke kota Bharu dan Terengganu. Pengrajin Terengganu mempercayai songket diperkenalkan ke Negara Malaysia melalui Palembang dan Jambi oleh India.

Meskipun ditemukan pada peninggalan abad ke-7 dan 8 tetapi pada saat itu tidak digunakan benang emas seperti songket yang dikenal sekarang. Diperkirakan penggunaan benang emas maupun perak berkembang setelah abad 8. Hingga saat ini secara tradisional songket dibuat menggunakan benang berwarna untuk menciptakan motif mewah.

Songket diyakini sebagai kain mewah yang hanya digunakan oleh kalangan tertentu serta acara khusus. Keunikan dan kemewahan serta filosofi didalamnya menjadi alasan kain ini banyak digunakan dalam acara adat. Pesta pernikahan, penyambutan tamu dari luar daerah, acara adat keagamaan dan berbagai perayaan khusus wajib menggunakannya.

Songket juga digunakan dalam berbagai festival. Tujuannya adalah mengenalkan kekayaan budaya asli Indonesia. Bukan hanya motif yang menawan tetapi juga filosofi dan cara pembuatannya. Sehingga generasi muda lebih mencintai dan peduli terhadap warisan budaya tersebut. Harapannya regenerasi pengrajin songket dapat terus berjalan sehingga tidak punah.

Tidak jauh berbeda dengan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia, songket juga bisa digunakan secara umum dan modern. Banyak desainer kenamaan tanah air yang mulai menggunakan songket dikombinasikan dengan bahan lain. Produk fashion yang dibuat dari songket semakin beragam. Penggunaannya tidak lagi kaku dan terbatas.

Bukan hanya untuk acara adat yang sacral tetapi saat ini lebih luwes karena unsur kontemporer. Anak muda mulai banyak menggunakan bahan songket untuk melengkapi penampilannya. Jika umumnya kebaya dikombinasikan dengan bawahan batik, saat ini rok kebaya dibuat menggunakan bahan songket. 

Tak kalah dengan kain khas daerah lain yang digunakan untuk berbagai jenis pakaian, songket juga dikreasikan menjadi pakaian jadi. Selain rok, songket bisa dibuat menjadi bolero, tunik, baju koko, kemeja dan masin banyak lagi. Bahkan produsen kaos memasukkan unsur songket dalam produksinya. 

Kaos dengan kombinasi songket memiliki ciri khas etnik yang unik. Kehadiran motif dan bahan songket sebagai kombinasi kaos ikut meramaikan pasaran outfit anak muda. Digunakan secara luas bahkan bisa ditemukan melalui online shop dan marketplace. 

Songket memiliki karakteristik sebagai kain tradisional sarat filosofi. Namun penggunaannya saat ini meluas ke berbagai daerah di penjuru tanah air. 

Posted on Leave a comment

Mengenal Teknik Pembuatan, Warna, dan Simbol dari Kain Songket

Kain songket merupakan salah satu jenis kain yang eksklusif. Tidak semua orang memilikinya dan umumnya hanya kalangan tertentu saja. Selain bahannya tidak ditemukan secara umum di pasaran harganya juga lebih mahal dibanding katun, toyobo, spandek dan sejenisnya. Pemanfaatannya juga tidak untuk pakaian sehari-hari.

Songket merupakan bahan yang dihasilkan dari proses menjalin benang-benang menjadi jalinan khas. Proses pembuatannya secara manual menggunakan tangan sehingga setiap benangnya dijalin dengan teliti. Hal inilah yang menyebabkan harganya mahal selain juga dari bahan emas yang digunakan. Penggunaannya hanya terbatas pada acara formal tertentu. 

Teknik Pembuatan Kain Songket

Pembuatan songket dilakukan dengan tangan pengrajin menggunakan alat khusus dan bukan mesin. Songket dianyam dalam dua tahapan yang pertama adalah pola dasar dengan warna benang polos. Hasil anyamannya cukup sederhana kemudian dilanjutkan tahap kedua yaitu menyisipkan benang dekoratif.

Benang dekoratif yang digunakan adalah benang emas atau perak. Membentuk pola tertentu yang menjadikan songket lebih menarik. Warna emas dan perak memberikan efek mengkilap yang mewah. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi dalam menjalin benang-benang songket tersebut. Umumnya dilakukan oleh wanita disela kesibukan sehari-hari.

Secara umum peralatan songket sangat sederhana yaitu alat tenun yang terbuat dari kayu, kayu atau bambu untuk menarik benang, pembuat motif dan alat memasukkan atau menyisipkan benang. Benang yang digunakan adalah katun dikombinasikan dengan sutra dan benang berwarna dari bahan lain.

Warna Pembuatan Kain Songket

Warna songket kebanyakan adalah warna alami yang tidak mencolok. Tetapi justru karakteristik unik ini menyebabkan songket begitu diminati. Tidak banyak ditemukan pada kain lain karena kebanyakan pewarnaan berasal dari bahan kimia. Bahan alami digunakan karena dikerjakan manual yang semuanya masih tergantung dengan alam.

Warna ungu dan merah anggur dihasilkan dari buah kesumba, kuning berasal dari kunyit, hijau dari daun suji dan sebagainya. Dibanding bahan lain yang bermotif, songket memiliki karakter tradisional dan alam. Warnanya tidak mencolok namun tegas menjadi ciri khas sebagai kain tradisional.

Tetapi saat ini sudah banyak pengrajin yang beralih menggunakan pewarna tekstil. Sebab bahan alami yang biasa digunakan sebagai pewarna alami sudah semakin jarang dibudidayakan. Meskipun begitu tidak mengurangi keindahan dan ciri khas dari songket. Paling menonjol dari songket adalah simbol-simbol yang digunakan sebagai motif. 

Arti Simbol Kain Songket

Layaknya bahan batik yang masing-masing memiliki makna pada motifnya, songket juga demikian. Songket sudah dibuat sejak jaman dahulu tak heran jika motifnya merupakan simbol-simbol yang memiliki arti khusus. Bukan tanpa alasan, masing-masing simbol memiliki makna yang masih dipercaya hingga saat ini.

Motif bunga mawar, bermakna sebagai penolak bala. Filosofi mawar yang cantik, wangi dan berani dikaitkan dengan kemampuannya menolak mara bahaya. Motif songket ini digunakan dalam acara adat cukur rambut pada bayi. Dipakai sebagai selimut maupun kain gendong bayi. 

Motif bunga tanjung memiliki makna keramahtamahan tuan rumah. Biasa digunakan untuk menyambut tamu. Baik acara daerah maupun acara formal pribadi. Motif bunga melati sebagai simbol sopan santun, suci dan anggun. Jaman dahulu motif ini digunakan oleh tuan puteri yang belum menikah.

Motif pucuk rebung memiliki makna harapan di masa depan. Filosofi bambu yang unggul, tinggi, kokoh tidak mudah goyah oleh apapun. Kebanyakan songket memiliki motif pucuk rebung pada bagian kepala. Harapan yang disampaikan melalui kain songket ini adalah pemakainya selalu mendapat keberuntungan dan kebaikan sepanjang hidupnya. 

Posted on Leave a comment

Ingin Buat Jaket dari Kain Furing? Kenali Jenisnya Dulu

Kain furing untuk jaket digunakan sebagai pelapis bagian dalam. Tujuan utama menggunakan furing pada jaket adalah untuk menjaga kenyamanan pemakaian sehingga tidak terlalu panas. Meskipun pada dasarnya jaket digunakan untuk menghangatkan tubuh tetapi seringnya menyebabkan gerah berlebih karena bahannya tidak menyerap keringat. 

Kain yang digunakan untuk melapisi bagian dalam jaket ada bermacam jenis. Masing-masing memiliki kelebihan sesuai karakteristiknya. Bahan furing tipis, licin berguna untuk memberikan efek sejuk sesuai untuk pemakaian sebagai pelengkap fashion. Bahan yang memberikan efek hangat cocok digunakan pada musim dingin, berikut penjelasan lengkapnya.

Jenis Kain Furing untuk Jaket Bagian Dalam

Jaket merupakan salah satu jenis pakaian yang wajib dimiliki setiap orang. Sebagai perlindungan baik pada saat musim dingin maupun ketika panas terik. Memilih jaket bukan hanya dari segi kualitas bahan utamanya saja tetapi juga perlu diperhatikan kenyamanannya. Furing sebagai inner berperan penting dalam hal ini.

Pemilihan bahan furing harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan jaket. Untuk menjaga tubuh agar tetap hangat bisa digunakan bahan polar. Bahan ini karakteristiknya mirip wool sering digunakan untuk dalaman jaket para pendaki gunung. Bahannya terbuat dari kapas yang menyerap keringat namun menimbulkan efek hangat.

Bahan polar sangat lembut meskipun tebal sehingga nyaman dan aman digunakan. Meminimalisisr iritasi kulit karena gesekan berulang. Bisa digunakan untuk dalaman jaket anak-anak. Meskipun agak tebal dibanding jenis bahan furing lainnya tetapi bahan polar cukup ringan. 

Kain jala sudah umum digunakan sebagai inner. Untuk jaket bahan ini tidak menimbulkan hangat atau sejuk, netral namun menambah kerapian jahitan jaket. Biasanya digunakan sebagai inner jaket parasut. Selain sebagai inner jaket, kain jala juga digunakan untuk lapisan dalam saku celana terutama yang berbahan parasut. 

Bentuknya seperti jala ikan, jalinan serat kainnya tidak rapat dan berbentuk lubang-lubang. Memungkinkan sirkulasi udara lancar sehingga menimbulkan efek sejuk ketika dipakai meskipun di siang hari. Sifat jaket parasut cenderung panas sehingga kain jala dapat menetralisir.

Bahan katun, 100% terbuat dari kapas alami. Sifatnya halus, breathable, menyerap keringat, cukup nyaman digunakan sebagai inner. Umumnya bahan katun polos yang digunakan sebagai furing namun ada juga motif kotak-kotak. Kain furing ini cocok digunakan untuk jaket fashion yang digunakan sehari-hari. 

Satin asahi dengan karakteristik licin, halus, tipis dan ringan juga dimanfaatkan sebagai furing jaket. Bahan ini umumnya menimbulkan rasa panas dikulit karena terbuat dari polyester. Bahan asahi selain digunakan untuk jaket juga sebagai furing pada blazer. Menambah kerapian dan membantu jahitan blazer lebih presisi.

Agak kasar jika dibandingkan dengan bahan furing lainnya namun tetap nyaman digunakan. Furing berbahan asahi banyak digunakan sebagai inner mantel bulu. Bagi mereka yang tinggal di daerah beriklim dingin bisa digunakan setiap hari. Tingkat ketebalannya pas untuk bahan mantel. 

Furing dormeuil karakteristik bahannya halus namun tebal. Digunakan untuk menambah hangat tubuh sekaligus membuat kain utama lebih rapi. Biasa digunakan untuk furing blazer karena lembut dikulit dan tidak pengap. Menyerap keringat dengan baik sehingga ketika lembab akan kering dengan cepat.

Furing ini cukup banyak diminati karena selain membuat jaket lebih rapi dan nyaman juga ekonomis. Harganya sangat terjangkau tetapi kualitasnya cukup bagus sebagai bahan lapisan bagian dalam. Dormeuil asli memiliki cap atau stamp disetiap cmnya. Terdapat ketebalan berbeda kain furing disesuaikan dengan jaket atau blazer.

Posted on Leave a comment

Perhatikan Ini Jika Ingin Menggunakan Kain Furing Untuk Baju!

Menggunakan kain furing sebagai bahan membuat pakaian bukan hal mudah. Pastinya banyak pertimbangan yang harus diperhatikan. Sebab dilihat dari karakteristiknya kain furing memiliki berbagai kelemahan jika digunakan sebagai bahan utama membuat pakaian. Sangat berbeda dengan kain pada umumnya seperti katun, toyobo, spandek, woflis dan sebagainya.

Membuat pakaian yang paling utama harus nyaman digunakan, sesuai dengan suasana apakah santai atau formal. Kenyamanan dalam berpakaian takk lepas dari peran bahan pembuatnya. Meskipun secara estetika menarik tetapi jika pemakainya tidak nyaman tidak akan banyak dilirik konsumen. Hal ini harus diperhatikan ketika memanfaatkan furing.

Kain Furing untuk Baju

Memanfaatkan furing untuk baju harus disesuaikan dengan bahan utamanya. Masing-masing bahan furing memiliki karakteristik berbeda tidak semua cocok untuk satu jenis kain. Sebaiknya konsultasikan dengan penjual sebelum memilih bahan furing. Manfaatkan rekomendasi dari pengalaman konsumen sebelumnya jika belum percaya diri mencoba kombinasi baru.

Furing dibutuhkan pada kain yang tipis. Tujuannya untuk menambah ketebalan bahan utama tersebut sehingga tidak tampak menerawang. Bahan tipis dan jatuh goyor memang sangat digemari karena menghasilkan potongan anggun untuk dress. Tetapi pada sebagian orang kurang percaya diri ketika mengenakannya.

Furing dapat menyempurnakan keindahan dress maupun rok yang tipis, ringan dan jatuh goyor tersebut. Selain itu juga memfasilitasi bagi penggunaan gamis. Lebih aman dan menutup aurat dengan baik namun tetap kekinian. Selain pada gamis furing juga bisa digunakan pada kerudung.

Menggunakan kain utama yang sifatnya menahan panas perlu diaplikasikan furing. Beberapa kain memiliki tekstur rapat dan mengkilap sehingga tampak elegan ketika dikenakan. Tetapi kelemahannya adalah menimbulkan gerah dan panas jika digunakan siang hari atau dalam waktu lama.

Solusi paling tepat adalah menggunakan dalaman berupa furing yang nyaman. Pilih furing dari bahan katun yang tipis dan breathable. Sehingga dapat menyerap keringat dari permukaan kulit yang bersentuhan langsung. Tampil elegan namun tetap nyaman selama mengenakan pakaian tersebut.

Furing juga diperlukan untuk bahan yang membentuk lekuk tubuh. Meskipun terlihat seksi menonjolkan kelebihan tubuh tetapi tidak semua orang menyukainya. Terutama bagi yang berhijab, sangat menghindari bahan jatuh dan membentuk lekukan tubuh. Maka ditambahkan furing dari dalam supaya lebih tebal dan mengembang.

Ciri-Ciri Furing yang Bagus

Kain furing yang bagus adalah tipis, lembut dan menyerap keringat sehingga nyaman digunakan. Ciri ini bisa didapatkan dari bahan ero, yaitu bahan yang umum digunakan sebagai seragam sekolah. Kualitasnya standar, tipis, berpori, warna putih biasa digunakan sebagai baju kemeja seragam sekolah dengan harga terjangkau.

Kain asahi memiliki karakteristik halus namun sedikit panas karena dibuat dari 100% polyester. Asahi dimanfaatkan sebagai furing pada baju brukat dan bahan tipis lainnya. Efek agak mengkilapnya menjadikan bahan brokat tampil lebih hidup dan mudah dijahit. Kain ini mengurangi tampilan lekuk tubuh pada penggunaan dress.

Kain dormeuil sering digunakan untuk kantong jaket. Karakteristiknya tipis, licin, halus meskipun tidak menyerap keringat dengan baik tetapi nyaman digunakan. Kain ini sangat terjangkau dengan harga tidak lebih dari Rp10.000/meter. Kualitasnya berada dibawah kain ero dan asahi maka penggunaannya tidak sebanyak kedua kain tersebut.

Kain tricot, meskipun fungsinya seperti vaselin yang ditempelkan pada bahan utama pakaian tetapi bisa juga sebagai furing. Menambah ketebalan sehingga memudahkan penjahitan pada bahan licin. Selain itu kain furing ini juga menjadikan bahan pakaian lebih rapi dan presisi.

Posted on Leave a comment

Kenali Fungsi Kain Furing Lebih Jauh Sebelum Menggunakannya

Kain furing merupakan kain tambahan yang digunakan sebagai dalaman pakaian utama. Banyak tujuan penggunaan kain ini sesuai dengan jenis dan karakteristik kain utama. Tidak semua jenis pakaian memerlukan furing didalamnya. Tetapi karena harganya murah banyak produsen pakaian menggunakannya sebagai kreasi meskipun tidak terlalu dibutuhkan.

Bukan hanya pakaian saja yang menggunakan furing sebagai dalaman. Furing digunakan juga untuk jaket, tas, dompet wanita, topi, koper dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa brand tas wanita memiliki label sendiri untuk kain yang digunakan sebagai dalaman ini. Selain memberi proteksi juga menambah nilai eksklusif.

Fungsi Kain Furing

Sering menggunakan tetapi tak banyak yang paham mengenai fungsi penggunaan furing pada pakaian. Bukan hanya sebagai pemanis atau menambah nilai estetika dari dress, rok atau jenis pakaian lainnya. Fungsinya sangat luas dan pada beberapa jenis kain tertentu furing menjadi sangat penting. Dan berikut adalah penjelasannya!

#1 Supaya Tidak Tipis

Membuat hasil potongan pakaian menjadi lebih tebal. Bahan yang tipis seperti shifon, ceruty, twiscone membutuhkan tambahan furing jika akan digunakan sebagai pakaian. Rok, dress atau gamis akan lebih bernilai estetik dan lebih sopan serta nyaman. Tampilan pakaian yang tipis membuat pemakainya kurang percaya diri.

Bagi pemilik postur tubuh yang kurus penggunaan pakaian tipis akan semakin menunjukkan kekurangan tersebut. Tubuh yang kurang berisi sering membuat kurang percaya diri. Supaya tampak lebih berisi bisa memanfaatkan furing untuk jenis kain yang tipis. Sehingga bentuk tubuh yang sebenarnya tersamarkan dan tampak lebih ideal.

#2 Bisa Untuk Busana Muslim

Furing menjadi wajib bagi busana muslim. Syarat busana muslim sesuai aturan adalah tidak transparan tidak membentuk lekuk tubuh. Padahal saat ini kain yang banyak dimanfaatkan sebagai gamis memiliki karakteristik tipis dan jatuh goyor. Sebut saja bahan spandek yang masih menjadi favorit para wanita.

Menambahkan furing membuat bahan yang semula tidak memenuhi syarat sebagai pakaian muslim bisa tetap digunakan. Lebih fleksibel dalam mengikuti tren fashion kekinian yang banyak menggunakan bahan tipis. Muslimah juga dapat menggunakannya namun tetap syar’i. Sekaligus meningkatkan kenyamanan berpakaian syar’I karena meminimalisir pandangan negatif orang lain.

#3 Lebih Rapi

Furing membantu proses pembuatan pakaian terutama potongan-potongan yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. Blazer, bolero adalah contoh jenis pakaian yang digunakan sebagai luaran. Maka harus rapi dan enak dilihat ketika digunakan. Bahan pembuat blazer maupun bolero akan lebih mudah dibentuk dan lebih rapi dengan bantuan furing.

Penggunaan kain furing pada tas, dompet atau koper menjadikan hasil akhir rapi. Menutup atau menyembunyikan bagian dalam jahitan sehingga tidak tampak. Jahitan rapi merupakan branding dari produsen sebagai perusahaan berkualitas. Meskipun dibandrol lebih mahal tetapi pakaian atau asesoris yang dijahit rapi lebih mudah menarik konsumen.

#4 Pakaian Lebih Awet

Pakaian berbahan soft seperti ceruti atau shifon memiliki tekstur halus dan tipis. Bahan seperti ini sangat mudah rusak karena proses pencucian seperti sobek atau tersangkut yang menyebabkan serat kain tertarik. Akibatnya pakaian tidak awet dan mudah rusak. Penggunaan furing membantu melindungi terutama pada proses pencucian.

Karena menambah ketebalan permukaan pakaian sehingga mempermudah perawatan. Warna pakaian asli tidak mudah pudar karena proses pengeringan langsung dibawah sinar matahari. Setrika menjadi mudah karena lebih toleran terhadap suhu panas, tidak mudah berkerut. 

Bahan seperti brukat umumnya memerlukan penyimpanan khusus dan dan tidak bisa dilipat karena mudah rusak. Tetapi tidak perlu khawatir jika menggunakan furing pada pakaian brukat tersebut. Penyimpanan bisa dilipat dengan mudah bahkan untuk bahan soft karena adanya kain furing.

Posted on Leave a comment

6 Manfaat Kain Furing yang Mengejutkan, Bisa Anti panas!

Kain furing memang kurang populer di kalangan konsumen fashion. Umumnya kain luaran atau bahan utama pakaian lebih dikenal secara luas. Meskipun manfaatnya sangat penting tetapi kain ini sering diabaikan. Jenisnya sangat beragam namun kebanyakan berwarna polos tanpa motif. Serta harganya murah jauh dibawah kain utama.

Kain ero, asahi, tricot dan masih banyak lagi jenis kain yang khusus untuk inner. Kain ini tidak bisa berdiri sendiri digunakan sebagai pakaian. Sebab karakteristiknya tidak sesuai untuk bahan luaran. Tidak semua pakaian membutuhkan furing dan berikut adalah manfaat penggunaan furing.

#1 Bebas Transparan

Menggunakan kain furing membantu tampilan pakaian yang digunakan lebih aman dan tidak transparan. Bahan yang tipis dan menerawang seperti ceruty, sifon, twiscone memerlukan tambahan inner. Sehingga lebih tertutup, sopan dan menambah rasa percaya diri pemakainya. 

Furing sangat penting peranannya dalam membuat gamis dan pakaian muslim wanita. Sebab pada prinsipnya pakaian muslim tidak boleh transparan dan menampakkan anggota tubuh. Maka tak heran jika dalam pembuatannya gamis menggunakan bahan tebal atau tambahan furing pada bahan tipis.

#2 Anti Panas

Furing memiliki fungsi anti panas khususnya pada penggunaan pakaian berbahan linen, twiscone atau bahan tebal lainnya yang menimbulkan efek panas. Misalnya pada penggunaan jaket yang umumnya berbahan tebal. Penggunaan jaket akan lebih nyaman dengan menambahkan furing berbahan dingin seperti katun.

Jaket saat ini bukan lagi sebagai penghangat tubuh tetapi sudah beralih fungsi sebagai salah satu fashion item wajib. Penggunaannya tidak hanya di malam hari atau pada saat musim dingin. Jaket bisa dipakai siang hari untuk menambah keserasian outfit yang dikenakan.

#3 Penyerap Keringat Terbaik

Bersentuhan langsung dengan kulit furing memiliki fungsi sebagai penyerap keringat. Digunakan pada bahan non katun yang tidak dapat menyerap keringat dan kelembaban. Sehingga pakaian yang dimiliki tersebut lebih fleksibel penggunaannya. Tidak hanya pada malam hari atau ketika cuaca dingin tetapi bisa dipakai kapanpun.

#4 Lekuk Tubuh Berkurang

Kain furing menjadi solusi bagi pakaian berbahan jatuh goyor. Beberapa kain memiliki karakteristik jatuh dan mencetak lekuk tubuh dengan jelas. Meskipun anggun jika digunakan tetapi pada sebagian orang menyebabkan kurang percaya diri. Maka perlu ditambahkan furing agar sedikit mengembang dan tebal.

Gamis dan pakaian syar’I dari bahan tipis seperti kaftan memerlukan tambahan furing sebagai inner. Sehingga tetap bisa digunakan dengan anggun tetapi memenuhi syarat sebagai pakaian muslim. Bagi yang memiliki tubuh kurus, furing juga berfungsi menyamarkannya sehingga terkesan lebih berisi.

#5 Lebih Rapi

Furing bisa digunakan untuk pakaian pria misalnya jas dan baju batik. Batik berbahan semi sutra umumnya lebih licin dan sulit dijahit dengan rapi. Tambahan furing membantu tampilan pakaian batik tersebut menjadi lebih rapi dan presisi. 

Blazer wanita juga membutuhkan furing agar lebih rapi, tegas dan potongannya presisi. Blazer umumnya lebih mahal dibanding pakaian biasa salah satunya karena pembuatannya yang lebih sulit. Blazer selalu menggunakan furing karena merupakan pakaian eksklusif yang digunakan untuk aktifitas resmi.

#6 Pakaian Jadi Lebih Mudah Dipakai

Beberapa jenis kain memiliki tekstur kesat sehingga agak sulit dipakai jika ukurannya ketat atau body fit misalnya rok span. Menambahkan furing berbahan licin akan memudahkan dalam penggunaan rok tersebut. Bagi anak-anak lebih membantu mempermudah belajar memakai pakaian sendiri.

Meskipun harganya murah dan tampilan bahannya sangat sederhana tetapi furing memiliki banyak manfaat. Menambah kenyamanan penggunaan berbagai jenis pakaian. Memberi dasar untuk pakaian pesta berbahan brukat. Kain furing tidak bisa dikesampingkan fungsinya dalam pembuatan pakaian. 

Posted on Leave a comment

Inilah Pemanfaatan Kain Furing dan Tips Membelinya!

Mungkin dari anda ada yang bertanya pentingkah kain furing dalam dunia fashion? Lalu bagaimana dengan kualitas yang dimiliki, apakah mampu bersaing dengan jenis kain twiscone atau lainnya? Tentu saja setiap jenis kain yang digunakan selalu memiliki kegunaan masing-masing begitu juga dengan kain jenis furing

Meski terlihat jarang digunakan tetap saja memiliki banyak kegunaan. Perlu anda ketahui bahwa tanpa adanya bahan jenis furing, pakaian yang saat ini anda kenakan tentu tidak membuat nyaman dan merasa gerah, apalagi bahannya tidak mudah menyerap keringat. Hal tersebut membuat anda merasa bau badan kan?

Mengenal Jauh Kain Furing

Simak ulasan artikel berikut yang akan membahas seputar jenis kain furing, yang kelihatannya jarang digunakan tetapi sebenarnya memiliki segudang manfaat yang wajib diketahui bersama-sama. Apalagi saat ini anda ingin memulai bisnis pakaian atau semacamnya. Sangat rekomendasi bahan furing digunakan untuk membuat segala jenis pakaian atau lainnya.

Pengertian dari kain jenis furing sendiri adalah suatu kain yang dijadikan sebagai lapisan bagian dalam yang berbahan polyester, celana ataupun tas, yang kemudian dijahit sampai rapi. Bahan furing terbuat dari campuran bahan satin, sutra, dan rayon. Sehingga tidak menimbulkan panas, dan lupakan bau badan sejenak.

Jadi jenis bahan furing tidak hanya terdiri dari satu jenis bahan saja, melainkan ada campuran bahan lainnya sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Berbeda dengan jenis bahan kanvas yang membuat panas dan gerah saat digunakan, maka dari itu, anda yang memiliki masalah bau badan sangat tidak direkomendasikan menggunakan bahan kanvas.

Saking berpengaruhnya dalam segala pembuatan busana, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa ketika jenis busana anda yang dikenakan memiliki unsur bahan furing maka itu artinya membuat anda semakin hidup alias energi positif melekat pada tubuh anda. Bagaimana apakah anda masih menganggap sebelah mata kain jenis furing?

Pemanfaatan Kain Furing

Setelah mengenal jauh tentang kain jenis furing, sebaiknya Anda juga tahu pemanfaatan yang dilakukan produsen dari jenis kain bernama furing. Perlu diketahui juga, bahwa bahan furing digunakan hanya untuk bahan-bahan yang tekstur tipis, serta bahan nerawang. Misal pada gamis, atau kaos oblong.

Namun meski begitu, ada juga beberapa jenis busana yang ketika digunakan bahan furing masih tetap terlihat menerawang. Maka dari itu anda bisa melakukan beberapa cara seperti menggunakan legging atau rok dobel agar tidak terlalu terlihat atau nerawang. Berikut pemanfaatan dari jenis bahan furing.

Untuk Bahan Pakaian Yang Panas

Pemanfaatan bahan dasar furing seringkali diaplikasikan untuk pakaian yang berbahan kurang menyerap keringat, atau panas. Sebagai contoh bahan santung Korea, oleh karena itu seringkali bahan ini diberikan bahan lapisan seperti furing. Tujuannya agar mudah menyerap keringat dan tidak menimbulkan bau badan yang menyengat. 

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Kain Fleece Berikut Ini sebelum Menggunakannya

Untuk Bahan Satin

Pemanfaatan bahan furing yang selanjutnya adalah digunakan untuk jenis busana yang terbuat dari satin. Nah kalau bahan satin tidak dikombinasikan dengan bahan furing maka yang terjadi adalah menimbulkan lekuk tubuh, tentu hal tersebut membuat seseorang tidak nyaman saat mengenakan.

Seringkali bahan furing dipakai dalam pembuatan kebaya, rok, atau gamis. Tekstur yang dimiliki kain jenis furing yakni halus, agak licin, dan tipis. Karena karakteristik yang dimilikinya membuat jenis kain furing sering digunakan agar busana yang dipakai tidak terlalu menonjolkan bentuk tubuh. Bukankah setiap jenis bahan yang diproduksi memiliki kegunaan yang berbeda-beda?

Posted on Leave a comment

Seluk Beluk Pembuatan Kain Twiscone dan Perbedaannya dengan Sifon

Tidak asing lagi mendengar kain twiscone, di artikel kali ini akan membahas tentang proses pembuatan kain tersebut. Tentu saja dalam setiap proses pembuatan anda harus benar-benar memahami seluk beluknya, kalau tidak takutnya kain yang dihasilkan tidak berkualitas. Perlu diketahui juga bahwa setiap kain memiliki proses yang berbeda.

Proses Pembuatan Kain Twiscone

Kain twiscone bahan dasarnya dari serat asli terbaik, sehingga menjadikannya kain ini salah satu kain yang digunakan dalam pembuatan hijab, kerudung, ataupun jilbab. Jadi tak heran lagi ketika anda mengenakannya terasa begitu nyaman, dan menyerap keringat. Selain itu, karakteristik dari kain ini yaitu tebal dan berat, seringkali kain jenis ini dibandingkan dengan kain sifon. Padahal keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda saat digunakan. 

Kembali lagi pada pembahasan awal yakni tentang proses pembuatan dari kain bernama twiscone, pada dasarnya proses pembuatannya sama dengan proses jenis kain lainnya, mulai dari penenunan. Yang membedakannya tentu dari bahan dasar yang digunakan, serta kain jenis twiscone tidak nerawang saat dikenakan. 

Setelah proses penenunan selesai, kemudian lanjut pada tahapan merangkai serat sampai benar-benar menjadi kain yang halus dan enak ketika digunakan. Proses ini sangat penting untuk diperhatikan agar tidak ada kesalahan. 

Semakin majunya teknologi tentu berdampak juga pada proses pembuatan kain, namun tetap saja ada yang masih menggunakan metode manual dengan alasan kain yang dihasilkan lebih rapi serta halus. Akan tetapi apabila anda menginginkan proses pembuatannya yang cepat, menggunakan teknologi menjadi pilihan yang tepat. 

Memang benar segala sesuatu yang menggunakan mesin teknologi tidak membutuhkan waktu yang lama, serta efektif, sehingga hasil produksinya semakin banyak. Dimana ada kelebihan tentu ada kekurangannya, antara lain kualitas dari kain tersebut tidak sebagus menggunakan metode manual. Itulah yang terkadang membuat konsumen merasa tidak puas.

Perbedaan Kain Twiscone Vs Sifon

Ada beberapa hal yang menjadikan kain tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan yang lainnya. Mulai dari proses pembuatan, serta bahan yang digunakan dari kain tersebut. Hal tersebut berpengaruh terhadap daya jual beli terhadap masyarakat. Meskipun harga yang ditawarkan mahal, namun kualitasnya bagus masyarakat berani membelinya.  

Perbedaan yang paling menonjol dari kain jenis twiscone dan kain sifon tentu dari tekstur yang dihasilkan. Jenis kain sifon bahan dasarnya dari kapas asli, serta bahan campuran seperti serat sintetis. Sehingga kain sifon memiliki karakteristik bahan yang licin, panas, tipis, dan kadangkala tidak menyerap keringat. Meskipun begitu, dari kalangan hawa sangat menyukai bahan sifon karena ringan saat digunakan. 

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Kain Fleece Berikut Ini sebelum Menggunakannya

Berbeda dengan kain twiscone, yang sangat enak ketika anda kenakan, coba saja jika tidak percaya. Pasalnya bahan serat yang digunakan lebih bagus dan padat dibandingkan dengan kain jenis twiscone. Kelebihan lainnya adalah tidak nerawang saat digunakan,  jadi sangat cocok untuk diaplikasikan dalam dunia hijab, dan tentu sangat keren. Karena bahannya tidak nerawang membuat banyak wanita sangat menyukai, dan selalu mengoleksi hijab berbahan twiscone mulai dari warnanya, dan motifnya. Apakah Anda salah satu pecinta bahan twiscone? 

Lalu apa sih karakteristik yang paling dominan diantara kedua bahan tersebut? Yaitu terletak pada bahan dasar yang digunakan, serta tekstur yang dihasilkan. Setiap kain tentu memiliki kelebihan serta kekurangan, meskipun begitu tetap saja mempunyai pelanggan setianya. Karena setia jenis kain memiliki fungsi yang berbeda-beda, misal kain twiscone yang digunakan dalam pembuatan hijab. 

Namun yang tidak boleh dilupakan adalah yaitu membeli jenis kain  sesuai dengan kebutuhan anda agar tidak mubazir, begitu juga ketika anda membeli kain twiscone. Itulah pembahasan mengenai proses pembuatan kain jenis twiscone dan kain sifon, semoga bermanfaat.

Posted on Leave a comment

Mengenal Trend Busana Masa Kini dengan Kain Twiscone

Kain twiscone merupakan salah satu jenis kain yang banyak digunakan dalam pembuatan kaos oblong dan baju gamis maupun hijab. Adanya suatu jenis barang yang diproduksi tentu karena permintaan dari konsumen, ada yang membuatnya sebagai celana, jaket, hoodie, sweater, kaos, dan lain sebagainya. 

Namun ada juga yang hanya dibuat sebagai bahan dasar saja, misal sebagai penghias baju gaun pengantin wanita. Dari setiap jenis kain yang dibuat, anda harus tahu kegunaannya, jangan sampai salah memanfaatkannya. Alangkah baiknya mengutamakan kebutuhan anda, berikut fungsi dari kain jenis twiscone.

Fungsi Kain Twiscone

Bagi anda yang belum tahu kegunaan jenis kain twiscone yaitu sebagai pelengkap dalam dunia fashion, jenis kain ini sangat familiar dan banyak jasa konveksi yang menggunakannya. Dimana segala jenis pakaian yang dikenakan kebanyakan terbuat dari bahan jenis kain twiscone, sudah jelas bahwa kualitasnya memang bagus. 

Sehingga tujuan dari terbuatnya kain jenis twiscone sangat jelas yakni sebagai kebutuhan dalam dunia fashion dan tidak bisa dilepas begitu saja. Pasalnya jenis kain ini hanya diperuntukkan dalam dunia fashion saja, namun tenang saja anda tidak perlu khawatir dengan harga yang ditawarkan. 

Trend Busana Menggunakan Kain Twiscone

Berbicara tentang model busana berarti tidak bisa lepas dari dunia fashion, setiap harinya model busana yang ditampilkan selalu berganti. Apalagi anda yang berhijab, tentu selalu ingin tampil modis dan tetap tertutup bukan? Anda bisa melihat referensinya pada sosmed seperti instagram atau bertanya langsung pada ahlinya.

Namun apakah anda tahu kain apa yang digunakan dalam dunia fashion? yang menjadi pilihan para produsen adalah kain jenis twiscone yang mudah dicari, dan tidak menerawang, sehingga cocok digunakan bagi anda yang berhijab. Yuk simak ulasan tentang kain jenis twiscone dibuat apa saja, berikut penjelasannya. 

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Kain Fleece Berikut Ini sebelum Menggunakannya

Busana Gamis

Kain jenis twiscone seringkali digunakan sebagai pembuatan gamis, karena bahannya yang mudah dicari jadi tak heran saat ini sudah banyak model gamis yang ditampilkan. Ada yang menampilkan corak bunga, burung, daun ataupun lainnya. Ditambah dengan warna-warna lembut seperti nude, beige, coksu, milo, dan coksu. 

Jadi buat anda pecinta gamis syari’i bisa memanfaatkan kain jenis twiscone, pasalnya ketika jenis kain ini diaplikasikan dalam bentuk gamis sangat indah dan membuat anda lebih elegan, serta anggun. Tunggu apalagi segera beli gamis berbahan kain jenis twiscone untuk menemani anda sehari-hari. 

Sebagai Hijab

Penggunaan kain jenis twiscone selanjutnya adalah hijab, ada yang menyebutnya jilbab, hijab, ataupun kerudung. Selain cocok digunakan sebagai pembuatan gamis, ada juga produsen yang membuatnya sebagai hijab, tentu hal ini didorong oleh permintaan konsumen yang sangat antusias untuk segera memilikinya, apakah anda juga?

Apalagi sekarang banyak sekali model hijab yang ditawarkan, dapat dibuat model begitu banyak, tentu tidak masalah selagi hal tersebut membuat anda nyaman dan tidak mengganggu pekerjaan anda. Coba bayangkan saja anda mengenakan gamis serta hijab dari jenis kain twiscone, betapa cantiknya anda. 

Pembuatan Hem

Lupakan sejenak pembahasan hijab dan gamis, karena kali ini topik yang dibicarakan sedikit berbeda dengan sebelumnya. Yaitu menggunakan kain jenis twiscone sebagai kemeja atau hem, tentu hal ini tidak kalah menarik dari pembuatan gamis atau hijab bukan? Bag anda yang berhijab juga sangat cocok diaplikasikan menggunakan hem atau kemeja. 

Sehingga anda bisa bergonta-ganti pakaian setiap harinya, ingin tampil santai bisa menggunakan hem atau kemeja, mengunjungi acara formal bisa menggunakan gamis. Yang paling penting adalah anda merasa nyaman, dengan begitu kecantikan luar dalam akan terpancar begitu indah. Itulah pembahasan mengenai kegunaan kain twiscone, semoga bermanfaat.

Posted on Leave a comment

Kenali Bahan Pakaian Terbaik di Pasaran, Contohnya Kain Twiscone!

Di setiap proses pembuatan memiliki tujuan, fungsi yang berbeda, sebagai contoh membuat kain twiscone yang digunakan sebagai pembuatan baju syar’i dan hijab ada juga yang memanfaatkannya sebagai pembuatan kaos, bahan sifon yang kadang juga digunakan untuk membuat baju, meski begitu tidak sebanyak kain jenis twiscone. 

Banyaknya jenis kain yang beredar, terkadang membuat orang tak sadar kegunaan dari setiap jenis kainnya. Meskipun terlihat sebagai hal yang kecil, namun juga sangat berpengaruh terhadap proses pembuatan kainnya. Seperti mau diapakan bahan tersebut, apakah untuk membuat celana, kaos, baju, atau jaket. Berikut dijelaskan untuk anda.

#1 Kain Twiscone, Hycon, dan Sifon

Pembahasan pertama mengenai jenis kain twiscone, hycon, dan sifon, ketiga jenis kain tersebut memang sangat jarang dikenali, kecuali kalau anda benar-benar tahu dunia fashion. Namun siapa sangka ketiga jenis kain tersebut memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda, akan tetapi untuk urusan harga tentu berbeda. 

Karakteristik yang dimilikinya seperti memiliki bahan dasar yang lembut, serta tidak terlalu kaku saat anda gunakan, dalam artian bahannya mudah jatuh di badan. Meski begitu, tetap saja ada letak perbedaan yakni dari mulai tebal bahan yang dihasilkan, serta kualitasnya, dan harga yang dimilikinya.

#2 Kain Rayon, Korea, Super, dan Spandex Kaos

Selanjutnya ada jenis kain bernama rayon, super, korea, dan spandek kaos, namun dari banyaknya pilihan jenis kain tersebut. Hanya spandek kaos lah yang menjadi favorit, apalagi di kalangan anak muda yang senang sekali suasana santai dan outfit yang digunakan tidak ribet alias rempong, wajar saja kan?

Mengapa bisa jenis bahan spandex kaos menjadi favorit? Selain alasan diatas, tekstur yang dimilikinya yakni lembut dan juga stretch, dan menjadikannya sering dimanfaatkan oleh para konveksi. Tidak hanya itu saja, kualitas bahan ditentukan dari seberapa tebal bahan yang dimilikinya. Dan spandex kaos yang sering digunakan.

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Kain Fleece Berikut Ini sebelum Menggunakannya

#3 Kain Katun

Untuk pembahasan poin ini, terdapat banyak jenis kain, diantaranya katun stretch dan katun bangkok, meski sama-sama memiliki nama katun tetap saja karakteristik yang dimilikinya sangat berbeda.  Contohnya saja jenis katun stretch dimanfaatkan sebagai pembuatan kemeja, celana, baju,  bahan yang digunakan dari bahan serat katun asli. 

Kalau anda membeli baju lihatlah pada bagian labelnya disitu tertera komposisi bahan yang digunakan, ada yang 100% menggunakan bahan katun, dan juga yang menggunakan campuran bahan lain. Disini jenis katun bangkok lah yang sulit dijumpai, alasannya karena harga mahal, dan cuman dijual pada tempat tertentu saja.

#4 Kain Kaos

Poin keempat jenis kain kaos, dan disini dibagi menjadi dua jenis yakni kaos combed dan kaos tebal. Seperti biasa, meskipun memiliki nama yang sama, kualitas dan harganya sangat berbeda, tetap saja kelebihan dan kekurangan tetap melekat pada jenis kain tersebut, jenis kainnya sangat mudah ditemukan. 

Kualitas yang dimiliki dari suatu jenis kain juga menentukan nyaman atau tidak saat dipakai, bukankah begitu? Alasan sering digunakan dalam pembuatan kaos adalah mudah menyerap keringat, dan sangat cocok digunakan pada saat cuaca panas, dan jenis kain yang sering digunakan dalam membuat kaos adalah ketiga jenis ini.

#5 Kain BABYTERRY

Lanjut pada poin keempat yaitu ada jenis kain babyterry merupakan suatu jenis kain yang sering digunakan untuk membuat jaket, celana, atau semacamnya. Selain itu, jenis kain babyterry memiliki karakteristik yang agak stretch dan juga tipis, karena bahannya yang tipis, jadi digunakan untuk pelapis pakaian.

#6 Kain Sutra, Silk, Cotton Silk

Poin terakhir ada jenis kain sutra, kain silk, dan cotton silk, untuk bahan ini digunakan sebagai penghias atau pelengkap dalam gaun wanita. Maka dari itu jenis kain ini sangat jarang ditemui, pasalnya bahan untuk membuatnya juga sulit, jadi wajar saja jika harganya mahal dibandingkan kain twiscone.