Posted on Leave a comment

Mengenal Teknik Pembuatan, Warna, dan Simbol dari Kain Songket

Kain songket merupakan salah satu jenis kain yang eksklusif. Tidak semua orang memilikinya dan umumnya hanya kalangan tertentu saja. Selain bahannya tidak ditemukan secara umum di pasaran harganya juga lebih mahal dibanding katun, toyobo, spandek dan sejenisnya. Pemanfaatannya juga tidak untuk pakaian sehari-hari.

Songket merupakan bahan yang dihasilkan dari proses menjalin benang-benang menjadi jalinan khas. Proses pembuatannya secara manual menggunakan tangan sehingga setiap benangnya dijalin dengan teliti. Hal inilah yang menyebabkan harganya mahal selain juga dari bahan emas yang digunakan. Penggunaannya hanya terbatas pada acara formal tertentu. 

Teknik Pembuatan Kain Songket

Pembuatan songket dilakukan dengan tangan pengrajin menggunakan alat khusus dan bukan mesin. Songket dianyam dalam dua tahapan yang pertama adalah pola dasar dengan warna benang polos. Hasil anyamannya cukup sederhana kemudian dilanjutkan tahap kedua yaitu menyisipkan benang dekoratif.

Benang dekoratif yang digunakan adalah benang emas atau perak. Membentuk pola tertentu yang menjadikan songket lebih menarik. Warna emas dan perak memberikan efek mengkilap yang mewah. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi dalam menjalin benang-benang songket tersebut. Umumnya dilakukan oleh wanita disela kesibukan sehari-hari.

Secara umum peralatan songket sangat sederhana yaitu alat tenun yang terbuat dari kayu, kayu atau bambu untuk menarik benang, pembuat motif dan alat memasukkan atau menyisipkan benang. Benang yang digunakan adalah katun dikombinasikan dengan sutra dan benang berwarna dari bahan lain.

Warna Pembuatan Kain Songket

Warna songket kebanyakan adalah warna alami yang tidak mencolok. Tetapi justru karakteristik unik ini menyebabkan songket begitu diminati. Tidak banyak ditemukan pada kain lain karena kebanyakan pewarnaan berasal dari bahan kimia. Bahan alami digunakan karena dikerjakan manual yang semuanya masih tergantung dengan alam.

Warna ungu dan merah anggur dihasilkan dari buah kesumba, kuning berasal dari kunyit, hijau dari daun suji dan sebagainya. Dibanding bahan lain yang bermotif, songket memiliki karakter tradisional dan alam. Warnanya tidak mencolok namun tegas menjadi ciri khas sebagai kain tradisional.

Tetapi saat ini sudah banyak pengrajin yang beralih menggunakan pewarna tekstil. Sebab bahan alami yang biasa digunakan sebagai pewarna alami sudah semakin jarang dibudidayakan. Meskipun begitu tidak mengurangi keindahan dan ciri khas dari songket. Paling menonjol dari songket adalah simbol-simbol yang digunakan sebagai motif. 

Arti Simbol Kain Songket

Layaknya bahan batik yang masing-masing memiliki makna pada motifnya, songket juga demikian. Songket sudah dibuat sejak jaman dahulu tak heran jika motifnya merupakan simbol-simbol yang memiliki arti khusus. Bukan tanpa alasan, masing-masing simbol memiliki makna yang masih dipercaya hingga saat ini.

Motif bunga mawar, bermakna sebagai penolak bala. Filosofi mawar yang cantik, wangi dan berani dikaitkan dengan kemampuannya menolak mara bahaya. Motif songket ini digunakan dalam acara adat cukur rambut pada bayi. Dipakai sebagai selimut maupun kain gendong bayi. 

Motif bunga tanjung memiliki makna keramahtamahan tuan rumah. Biasa digunakan untuk menyambut tamu. Baik acara daerah maupun acara formal pribadi. Motif bunga melati sebagai simbol sopan santun, suci dan anggun. Jaman dahulu motif ini digunakan oleh tuan puteri yang belum menikah.

Motif pucuk rebung memiliki makna harapan di masa depan. Filosofi bambu yang unggul, tinggi, kokoh tidak mudah goyah oleh apapun. Kebanyakan songket memiliki motif pucuk rebung pada bagian kepala. Harapan yang disampaikan melalui kain songket ini adalah pemakainya selalu mendapat keberuntungan dan kebaikan sepanjang hidupnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *