Posted on Leave a comment

Kenali 7 Jenis Kain Fleece Berikut Ini sebelum Menggunakannya

Jika anda belum tahu apa itu kain fleece, yakni merupakan salah satu jenis kain tekstil, serta mempunyai karakteritsik bahan yang lembut, hangat, dan bagian permuakaannya sedikit berbulu. Banyak juga dari masyarakat Indonesia mengatakan kain ini sebagai imitasi dari wool, karena bahannya yang hampir sama.

Apabila dilihat dari komposisi bahannya (material), cara penyusunannya dikategorikan beberapa macam. Mulai dari fleece micro, fleece bamboo, fleecee polysester, fleece polar, dan fleece cotton. Kain jenis fleece seringkali digunakan sebagai bahan campuran dari polyester semacam nylon, lycra, polyethylene terephthalate (PET),  dan bahan sintesis lainnya.

Macam-Macam Kain Fleece

Kain ini memiliki berbagai jenis yang mudah ditemukan di pasar. Perlu diketahui juga istilah fleece berasal dari bahasa Inggris dan memiliki arti bulu domba. Seringkali digunakan untuk membuat jaket, ataupun sweater.Nah artikel kali ini ini akan menjelaskan secara detail setiap jenis kain berbahan fleece.

Fleece Polyethylene (PE)

Untuk jenis kain fleece yang pertama adalah Fleece Polyethylene, jenis kain ini mempunyai kandungan seperti polyester sehingga membuat permukaannya lebih mengkilat apabila dibandingkan dengan fleece cotton. Namun kekurangannya, fleece polyethylene bahannya lebih kaku, oleh karena itu sering dibuat pakaiann outer serta jaket.

Jika anda amati dengan teliti, tampilan dari luar kainnya mirip dengan kaos PE. Namun, apabila dilihat dari ketebalannya PE lebih dominan tebal dibandingkan dengan kaos PE. Bagi pecinta jaket tentu bahan PE menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan kesan sporty. Bagaimana apakah anda berniat untuk memilikinya?

Fleece Cotton

Jenis kedua yaitu fleece cotton, adalah sebuah kain berbahan fleece merupakan campuran dari bahan cotton (katun). Maka dari itu, menghasilkan karakteristik bahan yang lembut ketika disentuh, serta kelebihan lainnya lebih halus dibandingkan bahan fleece lainnya. Selain itu, permukaanya sangat halus di setiap sisinya (bagian dalam/luar).

Namun tetap saja, setiap ada kelebihan pasti terdapat kekurangan, sama halnya dengan bahan fleece cotton (katun). Yakni mempunyai serat lebih kasar daripada kaos, meski begtu tetap saja bahan katun memiliki kecenderungan lebih sejuk saat dipakai. Bahannya pun sangat mudah ditemukan di toko-toko ataupun pasar.

Fleece CVC

Jenis fleece selanjutnya fleece CV (fleece cotton viscosa). Kain CVC ini mempunyai serta kain yang kasar, berbeda dengan fleece lainnya, selain itu juga memiliki kualitas yang buruk ( di bawah fleece cotton). Tentu saja, untuk harga sangat murah dibandingkan bahan fleece lainnya.

Fleece Polar

Selanjutnya ada bahan fleece polar, merupakan jenis flee yang diambil dari nama produksinya yaitu Perusahaan Malden Milss (polartec), tahun 1979. Seiring perkembangan zaman, bahan fleece polar seringkali disebut dengan jenis kain yang berasal dari bahan sintesis (polyester). Untuk kain fleece polar juga memiliki 2 jenis.

Fleece Mikro

Terakhir ada fleece mikro, terbuat dari bahan serat sintesis dan sama dengan fleece polar. Letak perbedaannya jika fleece mikro mempunyai tekstrur kain tipis, sedangkan fleece polar jauh lebih tebal. Selain itu, untuk daya tarik beli lebih banyak mencari fleece mikro, karena bahannya yang super lembut.

Tidak hanya itu saja, bahan fleece mikro juga tergolong memiliki kain yang sangat ringan. Maka dari itu, fleece mikro sering digunakan untuk pembuatan dasar pakaian anak-anak dan bayi, syal, dan sarung tangan. Sehingga kain fleece mikro sangat aman digunakan untuk anak di bawah umur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *