Posted on Leave a comment

Kenali Fungsi Kain Furing Lebih Jauh Sebelum Menggunakannya

Kain furing merupakan kain tambahan yang digunakan sebagai dalaman pakaian utama. Banyak tujuan penggunaan kain ini sesuai dengan jenis dan karakteristik kain utama. Tidak semua jenis pakaian memerlukan furing didalamnya. Tetapi karena harganya murah banyak produsen pakaian menggunakannya sebagai kreasi meskipun tidak terlalu dibutuhkan.

Bukan hanya pakaian saja yang menggunakan furing sebagai dalaman. Furing digunakan juga untuk jaket, tas, dompet wanita, topi, koper dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa brand tas wanita memiliki label sendiri untuk kain yang digunakan sebagai dalaman ini. Selain memberi proteksi juga menambah nilai eksklusif.

Fungsi Kain Furing

Sering menggunakan tetapi tak banyak yang paham mengenai fungsi penggunaan furing pada pakaian. Bukan hanya sebagai pemanis atau menambah nilai estetika dari dress, rok atau jenis pakaian lainnya. Fungsinya sangat luas dan pada beberapa jenis kain tertentu furing menjadi sangat penting. Dan berikut adalah penjelasannya!

#1 Supaya Tidak Tipis

Membuat hasil potongan pakaian menjadi lebih tebal. Bahan yang tipis seperti shifon, ceruty, twiscone membutuhkan tambahan furing jika akan digunakan sebagai pakaian. Rok, dress atau gamis akan lebih bernilai estetik dan lebih sopan serta nyaman. Tampilan pakaian yang tipis membuat pemakainya kurang percaya diri.

Bagi pemilik postur tubuh yang kurus penggunaan pakaian tipis akan semakin menunjukkan kekurangan tersebut. Tubuh yang kurang berisi sering membuat kurang percaya diri. Supaya tampak lebih berisi bisa memanfaatkan furing untuk jenis kain yang tipis. Sehingga bentuk tubuh yang sebenarnya tersamarkan dan tampak lebih ideal.

#2 Bisa Untuk Busana Muslim

Furing menjadi wajib bagi busana muslim. Syarat busana muslim sesuai aturan adalah tidak transparan tidak membentuk lekuk tubuh. Padahal saat ini kain yang banyak dimanfaatkan sebagai gamis memiliki karakteristik tipis dan jatuh goyor. Sebut saja bahan spandek yang masih menjadi favorit para wanita.

Menambahkan furing membuat bahan yang semula tidak memenuhi syarat sebagai pakaian muslim bisa tetap digunakan. Lebih fleksibel dalam mengikuti tren fashion kekinian yang banyak menggunakan bahan tipis. Muslimah juga dapat menggunakannya namun tetap syar’i. Sekaligus meningkatkan kenyamanan berpakaian syar’I karena meminimalisir pandangan negatif orang lain.

#3 Lebih Rapi

Furing membantu proses pembuatan pakaian terutama potongan-potongan yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. Blazer, bolero adalah contoh jenis pakaian yang digunakan sebagai luaran. Maka harus rapi dan enak dilihat ketika digunakan. Bahan pembuat blazer maupun bolero akan lebih mudah dibentuk dan lebih rapi dengan bantuan furing.

Penggunaan kain furing pada tas, dompet atau koper menjadikan hasil akhir rapi. Menutup atau menyembunyikan bagian dalam jahitan sehingga tidak tampak. Jahitan rapi merupakan branding dari produsen sebagai perusahaan berkualitas. Meskipun dibandrol lebih mahal tetapi pakaian atau asesoris yang dijahit rapi lebih mudah menarik konsumen.

#4 Pakaian Lebih Awet

Pakaian berbahan soft seperti ceruti atau shifon memiliki tekstur halus dan tipis. Bahan seperti ini sangat mudah rusak karena proses pencucian seperti sobek atau tersangkut yang menyebabkan serat kain tertarik. Akibatnya pakaian tidak awet dan mudah rusak. Penggunaan furing membantu melindungi terutama pada proses pencucian.

Karena menambah ketebalan permukaan pakaian sehingga mempermudah perawatan. Warna pakaian asli tidak mudah pudar karena proses pengeringan langsung dibawah sinar matahari. Setrika menjadi mudah karena lebih toleran terhadap suhu panas, tidak mudah berkerut. 

Bahan seperti brukat umumnya memerlukan penyimpanan khusus dan dan tidak bisa dilipat karena mudah rusak. Tetapi tidak perlu khawatir jika menggunakan furing pada pakaian brukat tersebut. Penyimpanan bisa dilipat dengan mudah bahkan untuk bahan soft karena adanya kain furing.

Posted on Leave a comment

6 Manfaat Kain Furing yang Mengejutkan, Bisa Anti panas!

Kain furing memang kurang populer di kalangan konsumen fashion. Umumnya kain luaran atau bahan utama pakaian lebih dikenal secara luas. Meskipun manfaatnya sangat penting tetapi kain ini sering diabaikan. Jenisnya sangat beragam namun kebanyakan berwarna polos tanpa motif. Serta harganya murah jauh dibawah kain utama.

Kain ero, asahi, tricot dan masih banyak lagi jenis kain yang khusus untuk inner. Kain ini tidak bisa berdiri sendiri digunakan sebagai pakaian. Sebab karakteristiknya tidak sesuai untuk bahan luaran. Tidak semua pakaian membutuhkan furing dan berikut adalah manfaat penggunaan furing.

#1 Bebas Transparan

Menggunakan kain furing membantu tampilan pakaian yang digunakan lebih aman dan tidak transparan. Bahan yang tipis dan menerawang seperti ceruty, sifon, twiscone memerlukan tambahan inner. Sehingga lebih tertutup, sopan dan menambah rasa percaya diri pemakainya. 

Furing sangat penting peranannya dalam membuat gamis dan pakaian muslim wanita. Sebab pada prinsipnya pakaian muslim tidak boleh transparan dan menampakkan anggota tubuh. Maka tak heran jika dalam pembuatannya gamis menggunakan bahan tebal atau tambahan furing pada bahan tipis.

#2 Anti Panas

Furing memiliki fungsi anti panas khususnya pada penggunaan pakaian berbahan linen, twiscone atau bahan tebal lainnya yang menimbulkan efek panas. Misalnya pada penggunaan jaket yang umumnya berbahan tebal. Penggunaan jaket akan lebih nyaman dengan menambahkan furing berbahan dingin seperti katun.

Jaket saat ini bukan lagi sebagai penghangat tubuh tetapi sudah beralih fungsi sebagai salah satu fashion item wajib. Penggunaannya tidak hanya di malam hari atau pada saat musim dingin. Jaket bisa dipakai siang hari untuk menambah keserasian outfit yang dikenakan.

#3 Penyerap Keringat Terbaik

Bersentuhan langsung dengan kulit furing memiliki fungsi sebagai penyerap keringat. Digunakan pada bahan non katun yang tidak dapat menyerap keringat dan kelembaban. Sehingga pakaian yang dimiliki tersebut lebih fleksibel penggunaannya. Tidak hanya pada malam hari atau ketika cuaca dingin tetapi bisa dipakai kapanpun.

#4 Lekuk Tubuh Berkurang

Kain furing menjadi solusi bagi pakaian berbahan jatuh goyor. Beberapa kain memiliki karakteristik jatuh dan mencetak lekuk tubuh dengan jelas. Meskipun anggun jika digunakan tetapi pada sebagian orang menyebabkan kurang percaya diri. Maka perlu ditambahkan furing agar sedikit mengembang dan tebal.

Gamis dan pakaian syar’I dari bahan tipis seperti kaftan memerlukan tambahan furing sebagai inner. Sehingga tetap bisa digunakan dengan anggun tetapi memenuhi syarat sebagai pakaian muslim. Bagi yang memiliki tubuh kurus, furing juga berfungsi menyamarkannya sehingga terkesan lebih berisi.

#5 Lebih Rapi

Furing bisa digunakan untuk pakaian pria misalnya jas dan baju batik. Batik berbahan semi sutra umumnya lebih licin dan sulit dijahit dengan rapi. Tambahan furing membantu tampilan pakaian batik tersebut menjadi lebih rapi dan presisi. 

Blazer wanita juga membutuhkan furing agar lebih rapi, tegas dan potongannya presisi. Blazer umumnya lebih mahal dibanding pakaian biasa salah satunya karena pembuatannya yang lebih sulit. Blazer selalu menggunakan furing karena merupakan pakaian eksklusif yang digunakan untuk aktifitas resmi.

#6 Pakaian Jadi Lebih Mudah Dipakai

Beberapa jenis kain memiliki tekstur kesat sehingga agak sulit dipakai jika ukurannya ketat atau body fit misalnya rok span. Menambahkan furing berbahan licin akan memudahkan dalam penggunaan rok tersebut. Bagi anak-anak lebih membantu mempermudah belajar memakai pakaian sendiri.

Meskipun harganya murah dan tampilan bahannya sangat sederhana tetapi furing memiliki banyak manfaat. Menambah kenyamanan penggunaan berbagai jenis pakaian. Memberi dasar untuk pakaian pesta berbahan brukat. Kain furing tidak bisa dikesampingkan fungsinya dalam pembuatan pakaian. 

Posted on Leave a comment

Inilah Pemanfaatan Kain Furing dan Tips Membelinya!

Mungkin dari anda ada yang bertanya pentingkah kain furing dalam dunia fashion? Lalu bagaimana dengan kualitas yang dimiliki, apakah mampu bersaing dengan jenis kain twiscone atau lainnya? Tentu saja setiap jenis kain yang digunakan selalu memiliki kegunaan masing-masing begitu juga dengan kain jenis furing

Meski terlihat jarang digunakan tetap saja memiliki banyak kegunaan. Perlu anda ketahui bahwa tanpa adanya bahan jenis furing, pakaian yang saat ini anda kenakan tentu tidak membuat nyaman dan merasa gerah, apalagi bahannya tidak mudah menyerap keringat. Hal tersebut membuat anda merasa bau badan kan?

Mengenal Jauh Kain Furing

Simak ulasan artikel berikut yang akan membahas seputar jenis kain furing, yang kelihatannya jarang digunakan tetapi sebenarnya memiliki segudang manfaat yang wajib diketahui bersama-sama. Apalagi saat ini anda ingin memulai bisnis pakaian atau semacamnya. Sangat rekomendasi bahan furing digunakan untuk membuat segala jenis pakaian atau lainnya.

Pengertian dari kain jenis furing sendiri adalah suatu kain yang dijadikan sebagai lapisan bagian dalam yang berbahan polyester, celana ataupun tas, yang kemudian dijahit sampai rapi. Bahan furing terbuat dari campuran bahan satin, sutra, dan rayon. Sehingga tidak menimbulkan panas, dan lupakan bau badan sejenak.

Jadi jenis bahan furing tidak hanya terdiri dari satu jenis bahan saja, melainkan ada campuran bahan lainnya sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Berbeda dengan jenis bahan kanvas yang membuat panas dan gerah saat digunakan, maka dari itu, anda yang memiliki masalah bau badan sangat tidak direkomendasikan menggunakan bahan kanvas.

Saking berpengaruhnya dalam segala pembuatan busana, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa ketika jenis busana anda yang dikenakan memiliki unsur bahan furing maka itu artinya membuat anda semakin hidup alias energi positif melekat pada tubuh anda. Bagaimana apakah anda masih menganggap sebelah mata kain jenis furing?

Pemanfaatan Kain Furing

Setelah mengenal jauh tentang kain jenis furing, sebaiknya Anda juga tahu pemanfaatan yang dilakukan produsen dari jenis kain bernama furing. Perlu diketahui juga, bahwa bahan furing digunakan hanya untuk bahan-bahan yang tekstur tipis, serta bahan nerawang. Misal pada gamis, atau kaos oblong.

Namun meski begitu, ada juga beberapa jenis busana yang ketika digunakan bahan furing masih tetap terlihat menerawang. Maka dari itu anda bisa melakukan beberapa cara seperti menggunakan legging atau rok dobel agar tidak terlalu terlihat atau nerawang. Berikut pemanfaatan dari jenis bahan furing.

Untuk Bahan Pakaian Yang Panas

Pemanfaatan bahan dasar furing seringkali diaplikasikan untuk pakaian yang berbahan kurang menyerap keringat, atau panas. Sebagai contoh bahan santung Korea, oleh karena itu seringkali bahan ini diberikan bahan lapisan seperti furing. Tujuannya agar mudah menyerap keringat dan tidak menimbulkan bau badan yang menyengat. 

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Kain Fleece Berikut Ini sebelum Menggunakannya

Untuk Bahan Satin

Pemanfaatan bahan furing yang selanjutnya adalah digunakan untuk jenis busana yang terbuat dari satin. Nah kalau bahan satin tidak dikombinasikan dengan bahan furing maka yang terjadi adalah menimbulkan lekuk tubuh, tentu hal tersebut membuat seseorang tidak nyaman saat mengenakan.

Seringkali bahan furing dipakai dalam pembuatan kebaya, rok, atau gamis. Tekstur yang dimiliki kain jenis furing yakni halus, agak licin, dan tipis. Karena karakteristik yang dimilikinya membuat jenis kain furing sering digunakan agar busana yang dipakai tidak terlalu menonjolkan bentuk tubuh. Bukankah setiap jenis bahan yang diproduksi memiliki kegunaan yang berbeda-beda?