Posted on Leave a comment

Mengenal Plus Minus Kain Sintetis dan Jenisnya Lebih Jauh

Kain sintetis saat ini banyak beredar di pasaran dan banyak digunakan sebagai bahan pembuat pakaian baik pria maupun wanita. Dunia fashion tanah air seperti tidak pernah kehabisan model. Selalu ada trend baru model fashion yang digemari masyarakat. Perputaran model pakaian bisa terjadi dalam hitungan hari. 

Mengikuti trend konsumen fashion para produsen tekstil memberikan berbagai alternatif kain untuk digunakan. Maka tak heran jika setiap bulan selalu muncul pakaian dengan material berbeda meskipun modelnya sama. Misalnya gamis berbahan hyget, bulan berikutnya berbahan rayon viscose dan seterusnya, untuk satu model.

Macam-Macam Kain Sintetis

Ada berbagai macam bahan sintetis yang digunakan industri garmen tanah air. Yang pertama dan paling populer adalah polyester. Serat ini dihasilkan dari pengolahan minyak bumi menghasilkan biji plastik. Ketersediaannya melimpah sehingga harganya terjangkau. Tetapi kurang nyaman digunakan sebagai pembuat pakaian.

Polyester biasanya tidak digunakan secara mandiri sebagai bahan pakaian. Serat ini biasa dicampur dengan material lain seperti spandek, sutra, kapas dan sebagainya sehingga menghasilkan bahan yang lebih ramah. Lebih nyaman digunakan karena tidak panas dan lembab.

Serat Aramid, terbuat dari nilon. Serat ini digunakan untuk membuat pakaian khusus seperti seragam damkar, pakaian pembalap dan sebagainya. Serat ini tahan panas hingga suhu 530C serta tahan api. Namun tidak sesuai untuk dijadikan sebagai pakaian sehari-hari karena kurang nyaman dan panas.

Serat acrylic atau wol imitasi. Bahan ini sering digunakan untuk membuat jaket karena memberi efek menghangatkan layaknya wol. Lebih cepat kering sehingga penggunaan lebih nyaman dan perawatannya mudah. Kelemahannya material ini kurang cocok digunakan untuk bahan membuat pakaian sehari-hari di daerah tropis.

Serat CDP, merupakan gabungan dari kain sintetis polyester. Merupakan hasil modifikasi polyester menghasilkan kain yang lebih nyaman digunakan sebagai pakaian. Sifatnya awet seperti polyester tetapi fleksibel dan breathable. Harga terjangkau dan perawatannya mudah. Namun penggunaannya belum sebanyak kain lain pada umumnya.

Plus Minus Kain Sintetis

Kelebihan yang utama adalah murah dan mudah didapat dibanding bahan aslinya. Sehingga lebih menghemat biaya produksi industri garmen. Bahan sintetis juga lebih mudah dalam perawatan tidak mudah rusak karena proses cuci jemur. Selain itu tidak mudah kotor dan bau karena sifatnya tidak menyerap.

Tersedia dalam berbagai variasi warna yang lebih banyak dibanding bahan asli. Sehingga memberikan pilihan lebih mudah bagi calon konsumen. Bisa disesuaikan dengan selera fashion dan warna kulit pemakainya. Kombinasinya lebih kekinian dan mengikuti trend fashion terbaru.

Kelemahan bahan sintetis adalah tidak menyerap keringat sehingga kurang nyaman digunakan di daerah tropis. Menyebabkan gerah berlebih ketika dikenakan pada siang hari. Untuk jenis pakaian tertentu kurang sesuai karena membatasi gerak dan mobilitas. Sifat bahannya menghambat sirkulasi udara dan memberi efek panas. 

Kegunaan Serat Sintetis

Serat sintetis tahan terhadap serangan jamur dan bakteri karena sifatnya tidak menyerap. Sifat bahan seperti ini cocok digunakan sebagai pelindung misalnya masker wajah. Mencegah penularan penyakit dan kontaminasi udara. Bahan sintetis umumnya memiliki tingkat elastisitas tinggi, cocok digunakan sebagai pakaian olahraga. 

Dapat melebar hingga beberapa persen adalah keuntungan penggunaan bahan sintetis untuk berbagai aktivitas fisik. Untuk seragam senam, yoga, atletik, kaos sepeda dan sebagainya lebih nyaman. Serat sintetis yang dicampurkan pada material bahan lain membantu meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia.

Serat sintetis tidak mudah kusut. Banyak digunakan dalam pembuatan kain lain sehingga membantu memudahkan dalam perawatan. Karena tidak mudah kusut kain yang dibuat dari serat sintetis lebih mudah dalam penyimpanan. Secara umum kain sintetis sangat berguna bagi industri fashion karena memaksimalkan penggunaan bahan lainnya.

Posted on Leave a comment

5 Jenis Kain Sintetis yang Terbaik, Mana Pilihanmu?

Industri garmen semakin maju dengan digunakannya kain sintetis sebagai bahan utama membuat pakaian jadi. Banyak sekali manfaat menggunakan bahan sintetis sebagai campuran atau kombinasi bahan utama. Yang pasti bahan sintetis lebih ekonomis dibanding bahan aslinya misalnya kulit atau sutera. Namun kualitasnya tidak jauh berbeda.

Bahan sintetis adalah solusi pengadaan bahan baku mudah dan murah. Kebanyakan serat asli diimpor langsung dari Negara lain yang tentunya membutuhkan tambahan biaya. Begitu sampai di tangan konsumen harga yang ditawarkan menjadi tidak terjangkau. Bahan sintetis diproduksi sendiri di dalam negeri sehingga lebih mudah mendapatkannya. 

#1 Polyester

Kain sintetis yang paling banyak digunakan di industri garmen salah satunya adalah polyester. Sesuai dengan namanya kain ini dihasilkan dari bahan ester yang merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak bumi. Hasil sampingan tersebut menghasilkan serat fiber poly yang memiliki sifat dasar plastik.

Tidak mudah menyerap keringat adalah salah satu karakteristiknya. Tetapi bahan ini lebih banyak digunakan sebagai pembuat pakaian lapangan. Pakaian yang membutuhkan ketahanan terhadap air maupun panas misalnya seragam damkar, jaket, kaos trail, mantel hujan dan sebagainya. 

#2 Viscose

Menjadi bahan campuran organic dan sintetis termurah, viscose banyak dicari para produsen fashion tanah air. Viscose didapatkan dari campuran serat kayu dan serat sintetis selulosa organic. Hasil yang didapat adalah tekstur kain lembut dan licin. Cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuat fashion wanita. 

Warnanya cerah dan awet sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembuat kaos terutama pakaian anak-anak. Bahan viscose juga tahan terhadap kelembaban tinggi. Nyaman digunakan di daerah tropis seperti Indonesia. Tidak mudah berjamur atau menyebabkan bau karena bersentuhan dengan keringat.

#3 Hyget

Hyget adalah kain sintetis yang memiliki karakteristik plastik tipis. Bisa dibayangkan menggunakan pakaian dengan bahan ini pastinya menimbulkan efek panas dan gerah. Namun bahan ini bisa didapatkan dengan harga murah. Sehingga harga pakaian jadi juga lebih ekonomis dibanding bahan sintetis lainnya. 

Meskipun menjadi bahan dengan label kelas paling rendah tetapi hyget mengalami banyak modifikasi. Perkembangannya menghasilkan bahan super hyget yang lebih ramah bagi pengguna. Lebih berpori sehingga bahan breathable tidak panas dan lebih dapat menyerap keringat. Cocok digunakan sebagai pakaian olahraga outdoor.

#4 Paragon

Termasuk dalam keluarga polyester yang memiliki karakteristik plastik, bahan paragon lebih tebal. Namun justru menjadi kelebihan karena lebih fleksibel sehingga cocok digunakan untuk pakaian olahraga. Memudahkan gerak dan lentur sehingga awet tidak mudah sobek. Digunakan untuk pakaian renang, seragam menyelam, pakaian senam dan sebagainya.

Bahan paragon memiliki efek kilap pada permukaannya. Digunakan pada siang hari bahan ini dapat memantulkan paparan sinar matahari. Sehingga meminimalisir radiasi sinar UV masuk ke dalam kulit. Maka banyak digunakan untuk pakaian olahraga outdoor juga seperti kaos sepeda dan pakaian atletik.

#5 Spandex

Kain spandex sudah sangat familiar bagi para pecinta fashion. Terbuat dari serat polyurethane-polyuria copolymer yang menjadikannya sangat elastis. Bahan ini paling elastis dibandingkan bahan sintetis lainnya tak heran jika spandex menjadi bahan favorit. Bahan spandex juga dapat menyerap keringat dengan baik sering digunakan untuk kaos.

Spandex lebih fleksibel bisa dimanfaatkan untuk berbagai pakaian sehari-hari. Karakteristik kain dari bahan spandex adalah empuk, halus dan jatuh. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian sehari-hari bahan ini juga bisa digunakan sebagai dress dan gamis. Tingkat kenyamanan kain sintetis semakin meningkat seiring perkembangan dan permintaan pasar.

Posted on Leave a comment

Tips Membeli Kain Beludru dan Cara Mencucinya dengan Benar

Memiliki nilai eksklusif kain beludru membutuhkan perawatan yang benar supaya lebih awet. Bagi pemula yang belum berpengalaman dalam membeli berbagai jenis kain hendaknya memperhatikan karakteristiknya terlebih dahulu. Sehingga pada saat menggunakannya lebih pas, sesuai dengan tujuannya. Apakah akan digunakan sebagai pakaian resmi atau non resmi.

Beludru sudah terkenal sejak jaman dahulu sebagai bahan pembuat kebaya Jawa. Sifatnya halus ketika diraba dan menimbulkan jejak pada permukaanya. Cukup unik dan tetap nyaman digunakan bahkan di siang hari karena mampu menyerap keringat. Tertarik membelinya? Perhatikan dulu tips berikut ini!

Tips Membeli Kain Beludru

Tips pertama sebelum membeli beludru adalah tentukan dulu tujuannya. Apakah akan dibuat menjadi dress, pakaian biasa, kebaya, rok dan sebagainya. Sebab akan berpengaruh pada kebutuhan panjang pendeknya bahan. Jika sudah menentukan tujuannya ukur badan terlebih dahulu apakah M, L, XL dan seterusnya.

Setelah mengukur badan bisa menentukan kebutuhan banyaknya kain yang akan dibeli. Jika tidak yakin bisa meminta pertimbangan dari penjual kain. Biasanya sudah hafal dengan kebutuhan bahan bagi masing-masing ukuran tubuh. Tidak ada salahnya mengikuti saran penjual karena sudah berpengalaman mengukur kebutuhan para konsumennya. 

Kemudian sesuaikan dengan budget. Beludru terkenal cukup mahal untuk tingkat kualitas tertentu. Beludru tebal lebih mahal dibanding beludru tipis. Jika ingin lebih mewah dan percaya diri bisa memaksimalkan budget untuk membeli beludru tebal. Selain mewah meskipun tanpa tambahan aksen dan asesoris juga lebih mudah dijahit.

Kenali karakteristik bahan sebelum membeli. Meskipun secara langsung umumnya konsumen masih kebingungan menentukan jenis kain yang dibutuhkan. Apalagi beludru mirip dengan velvet dari segi tampilannya yaitu sama-sama memiliki efek mengkilap. Jangan sampai salah pilih karena akan berpengaruh pada hasil akhir pembuatan pakaian.

Cara Mencuci Kain Beludru

Beludru merupakan kain eksklusif dan mahal jadi wajar jika perawatannya membutuhkan ekstra kehati-hatian. Dalam mencuci beludru hindari menggunakan mesin cuci apalagi mencampurnya dengan pakaian lain. Sebab sangat besar kemungkinan terdangkut di mesin atau dengan serat pakaian jenis kain lain. Sebaiknya cuci pakai tangan secara manual.

Jangan terlalu merendam pakaian berbahan beludru menggunakan detergen. Bahan beludru tergolong bahan yang tahan noda. Gunakan sedikit saja deterjen dan rendam sebentar lalu kucek. Gunakan air dingin agar serat pakaian tidak cepat rusak. Hindari menyikat secara acak. Jika memang dibutuhkan gunakan sikat dengan satu arah.

Paling bagus mencuci menggunakan dry clean. Tidak perlu deterjen banyak dan minim resiko serat kain rusak karena proses pencucian manual menggunakan tangan. Karena biaya menggunakan jasa dry clean tidak murah maka pertimbangkan menggunakannya hanya untuk jenis pakaian yang susah dicuci menggunakan tangan misalnya dress berpayet.

Meskipun terbilang praktis dan cepat mengeringkan hindari menggunakan mesin spinner. Bulu pada bahan beludru lebih mudah rusak jika dikeringkan dengan mesin. Karena rawan tertarik dan tersangkut pada dinding mesin. Keringkan dengan cara didinginkan saja tidak perlu di bawah sinar matahari langsung.

Beludru cukup sensitif terhadap panas, perhatikan petunjuk ketika akan menyetrika. Gunakan suhu sedang hingga rendah, suhu tinggi akan lebih cepat merusak serat serta tekstur kain. Bulu pada bahan beludru juga rentan terbakar. Setrika dengan cara menggosok searah tidak secara acak dua arah.

Lebih aman lagi menggunakan setrika uap karena tidak perlu menempelkan dan menekan pada permukaan kain. Simpan pakaian berbahan beludru dengan cara digantung jangan dilipat. Sebab kain beludru lebih mudah kusut dan sulit kembali rapi jika dilipat dan ditumpuk dengan pakaian lain.

Posted on Leave a comment

Bagusan Mana? Kain Beludru Vs Kain Velvet

Kain beludru adalah bahan yang memiliki keunikan tersendiri. Simple namun elegan dan terlihat mewah meskipun tanpa hiasan apa-apa. Kain ini banyak digunakan untuk membuat berbagai jenis pakaian wanita. Kebaya, bolero, dress, rok adalah contoh pemanfaatannya namun banyak juga digunakan untuk aksesoris.

Bandana, brooch, pita, ikat rambut juga sering memanfaatkan potongan beludru. Hanya dengan dibentuk sesuai aksen tertentu seperti bunga, kupu-kupu dan lainnya beludru tampil menarik. Karakteristik ini sering disamakan dengan kain velvet karena sama-sama memiliki efek mengkilap. Berikut adalah perbedaan keduanya supaya tidak salah memilih.

Kain Beludru Vs Kain Velvet

Dilihat dari karakteristiknya beludru memiliki sedikit kemiripan dengan kain velvet yaitu halus, lembut, berbulu dan berkilau. Tetapi kain velvet lebih memiliki sifat jatuh yang lebih goyor jika dibanding beludru. Digunakan sebagai dress lebih membentuk lekuk tubuh dibanding beludru. Bulu pada beludru lebih terasa saat diraba.

Velvet memiliki tekstur lebih halus dibanding beludru. Jika diraba menggunakan tangan tidak akan berjejak pada permukaan kainnya. Velvet lebih nyaman di kulit dibanding beludru meskipun keduanya sama-sama aman dari iritasi. Velvet lebih adem dan empuk ketika digunakan dan lebih tipis. Maka sering digunakan sebagai kerudung.

Kain beludru lebih kaku dan tebal jika dibanding velvet. Lebih banyak digunakan untuk pakaian atau dress dan aksesoris. Beludru tidak cocok digunakan sebagai kerudung karena akan terasa tebal di kepala. Menyebabkan sedikit berat karena lipatannya menghasilkan tumpukan lebih tebal dan sirkulasi udara kurang didukung.

Beludru lebih dahulu dikenal di masyarakat Indonesia. Sejak jaman dulu sudah digunakan oleh para wanita untuk membuat pakaian kebaya maupun pakaian kebesaran para bangsawan jawa. Hingga saat ini masih dilestarikan pemanfaatannya sebagai salah satu bahan kebaya paling nyaman.

Sedangkan velvet mulai terkenal sejak ramainya fashion muslimah. Kain velvet naik daun karena banyak digunakan sebagai kerudung dan gamis. Velvet juga digunakan sebagai inner pakaian kebaya brokat. Karena lebih tipis seringnya velvet tidak berdiri sendiri sebagai bahan pembuat pakaian. Tetapi dikombinasikan dengan bahan lain.

Pada awal kemunculannya kedua kain merupakan hasil dari penggunaan sutera. Namun berbeda pada proses pembuatannya. Beludru menggunakan teknik penumpukan dua bahan kemudian dipotong. Setelah itu bulu yang terbentuk dari hasil proses ini dipotong kembali untuk menyamakan panjang pendeknya. 

Velvet dibuat dengan teknik menggabungkan atau menumpuk dua bahan. Kemudian dipelintir sehingga tampak sebagai 2 bahan berbeda dalam 1 kain. Velvet tidak melalui proses pemotongan dan perapian bulu. Dalam proses pewarnaan keduanya sama yaitu mencelupkan pada pewarna tekstil khusus yang berkualitas.

Beludru memiliki unsur rayon di dalamnya, sehingga lebih menyerap keringat. Jika dilihat secara seksama beludru lebih berpori jika dibandingkan kain velvet. Lebih breathable sehingga dipilih sebagai pakaian yang bisa digunakan untuk siang hari. Beludru tidak memerlukan inner jika digunakan untuk pakaian.

Velvet, jika ingin digunakan untuk rok atau dress dibutuhkan inner. Jika menggunakan satu lapis saja akan membentuk lekuk tubuh dengan jelas karena lebih tipis. Selain itu lebih terasa panas dan gerah karena kurang menyerap keringat. Velvet lebih cocok digunakan untuk acara malam hari.

Dari segi harga keduanya sangat relative sebab tergantung dari tebal tipis dan material pembuatnya. Tetapi secara umum beludru lebih mahal jika dibanding velvet. Cara perawatan lebih sulit dan variasi warnanya lebih sedikit jika dibanding velvet. Tetapi antara kain beludru dan kain velvet memiliki keunikan sendiri.

Posted on Leave a comment

5 Karakter Kain Beludru yang Membuatnya Terlihat Glamour

Kain beludru adalah salah satu kain yang digemari para pecinta fashion terutama kaum hawa. Kain ini lebih dikenal sebagai bahan untuk membuat kebaya. Namun penggunaannya lebih banyak lagi bukan hanya dijadikan sebagai kebaya. Kain ini untuk jenis tertentu juga digunakan sebagai cover sofa atau kursi. 

Kebaya jawa kuno adalah salah satu jenis pakaian yang identik dengan beludru. Paling menjadi favorit adalah beludru berwarna hitam, marun dan hijau tua. Model kutu baru sangat digemari pada jaman dahulu. Lebih tertutup, glamour tetapi berkarisma dan menunjukkan karakteristik wanita jawa yang kalem.

Karakter Kain Beludru

Mengenal karakter setiap kain akan menambah wawasan sehingga dapat memilih kain dengan mudah sesuai tujuan penggunaannya. Setiap kain memiliki kelebihan dan kelemahan sama halnya dengan beludru. Jadi konsumen bisa menentukan kain yang tepat dalam membeli. Berikut ini adalah karakteristik beludru secara umum.

#1 Jenis Kain

Bahan yang digunakan dalam pembuatan beludru adalah katun dan sutra. Dari asal bahan pembuatnya sudah bisa ditebak bahwa kain ini halus, lembut dan ringan. Meskipun ada beberapa kualitas beludru berdasarkan ketebalannya tetapi secara umum kain ini eksklusif. Tidak begitu tampak perbedaan antara tipis dan tebal.

Selain menggunakan bahan dasar katun dan sutra juga digunakan beberapa bahan sintetis. Viscose, polyester dan bahan sintetis lainnya digunakan dengan tujuan menghemat biaya bahan baku. Sehingga hasil yang didapatkan dapat dijual dengan harga lebih terjangkau bagi semua kalangan.

#2 Semakin Tebal Lebih Mahal

Terdapat berbagai macam kualitas beludru yang dihasilkan dari proses pembuatannya. Umumnya beludru yang lebih tebal dijual dengan harga lebih mahal dibanding beludru tipis. Kenyamanannya tidak jauh berbeda namun beludru tebal lebih menggunakan jalinan benang lebih banyak. Lebih rapat dan tidak menerawang.

Beludru yang tebal lebih mudah dijahit dan dibentuk menjadi berbagai aksen. Untuk pembuatan kutu baru misalnya terdapat lipatan di bagian depan. Lebih mudah jika menggunakan beludru tebal tidak perlu menambahkan furing. Beludru yang tebal juga lebih rapi dan tidak mudah kusut.

#3 Sederhana Tapi Glamour

Kain beludru sangat simple, tanpa bordir ataupun payet sudah terlihat glamour dan mewah. Karena karakteristik bahannya yang mengkilap meskipun warnanya deep. Digunakan pada malam hari maupun siang tetap tampak menawan. Cukup dibuat sesuai model yang diinginkan.

#4 Terbuat dari Sutera Sampai Rayon

Terbuat dari sutra adalah keistimewaan bahan beludru. Sutera sendiri terkenal merupakan bahan organic yang mahal namun berkualitas tinggi. Halus, lembut dan jatuh merupakan kelebihan bahan sutra. Ketika digunakan bersama rayon membentuk bahan beludru hasilnya jatuh membentuk tubuh dengan anggun.

Bahan rayon dikombinasikan menghasilkan bahan beludru yang mudah menyerap keringat. Sehingga nyaman digunakan bahkan di siang hari. Tidak menyebabkan panas, gerah serta menimbulkan bau karena keringat. Leluasa dalam gerak dan mobilitas bahkan umumnya beludru memiliki sifat stretch.

#5 Embossed Velvet

Emboss merupakan efek dari bahan beludru ketika dilihat dari sudut tertentu. Menambah kesan menarik dan unik pada pakaian yang dikenakan. Pada malam hari akan tampak mencolok karena memantulkan cahaya lampu dari sekitarnya. Sifat ini semakin menambah elegan dan mewah beludru.

Beludru bisa dibuat polos tanpa aksen maupun hiasan apapun. Cukup tambahkan brooch di salah satu sisi depan pakaian yang dikenakan, akan tampak spesial. Jika menambahkan hiasan sebaiknya tidak berlebihan cukup pada bagian tepi saja. Kain beludru tetap maksimal menambah keanggunan dari karakteristik bahannya.

Posted on Leave a comment

Sejarah Kain Beludru dan Perbedaannya dengan Suede

Kain beludru sering disamakan dengan kain suede. Secara kasat mata orang awam memang kedua kain ini memiliki kemiripan. Tampak warnanya tegas dan memiliki kilau jika dilihat dari sudut tertentu. Bahkan penggunaannya tidak jauh berbeda antara keduanya. Namun karakteristik dan kualitasnya berbeda satu sama lain.

Sebagai konsumen dan calon konsumen harus dapat mengenali perbedaan kedua kain ini supaya bisa menentukan fungsinya masing-masing. Untuk digunakan sebagai bahan pembuat pakaian atau dekorasi tentu membutuhkan kualitas berbeda dari setiap kain. Sebab berhubungan dengan kenyamanan pemakainya. Berikut adalah perbedaan antara beludru dan suede.

Sejarah Kain Beludru

Jika melihat film kolosal eropa kita akan akrab dengan penggunaan jubah atau pakaian kebesaran raja dan ratu berbahan beludru. Begitu juga di kehidupan nyata pada jaman dahulu. Sejak dikenal keberadaannya kain ini hanya digunakan oleh bangsawan dan tokoh-tokoh kerajaan saja. Sebab harganya tidak terjangkau rakyat biasa.

Meskipun terkenal sebagai pakaian kebesaran raja-raja Eropa nyatanya beludru tidak berasal dari Eropa. Kain ini justru diproduksi oleh orang timur. Ditemukan terlebih dahulu di China sejak berabad lalu. Bulu pada kain tidak tercukur dengan rapi menandakan karakteristik peninggalan kebudayaan timur.

Semakin menguatkan bahwa beludru pertama kali dibuat oleh orang timur termasuk China. Setelah dikenalkan kepada bangsa Eropa, permintaan terhadap kain ini semakin meningkat. Maka semakin banyak pedagang China menjualnya ke wilayah Eropa. Jalur perdagangan ini kemudian dikenal dengan jalur sutera.

Pembuatan beludru di China masing menggunakan manual dengan peralatan sederhana yang dibuat sendiri. Pabrik produsen beludru pertama di dunia justru didirikan di Italia. Kain ini disusun oleh dua kain ganda menggunakan peralatan khusus. Benang yang masuk pada proses pembuatan tidak hanya satu tetapi dua sekaligus.

Dengan begitu dua potongan tersebut dapat menyatu satu sama lain. Pada bagian bawah dikunci menggunakan set benang yang berbeda. Pemotong akan membelah kedua benang tersebut menjadi dua bagian. Benang terpotong tersebut akan menjadi tumpukan bulu-bulu pada permukaan kain. 

Tidak berhenti sampai disitu, bulu-bulu tersebut nantinya akan dipotong untuk memastikan panjangnya sama. Setelah didapatkan panjang bulu yang sama pada permukaan kain barulah dicelup ke dalam pewarna kain. Pewarna tekstil digunakan secara khusus untuk menjaga kualitas bulu pada kain yang dihasilkan. 

Dalam perawatannya beludru harus ekstra hati-hati. Sebab terdapat bulu halus pada permukaan kainnya akan cepat rusak jika dicuci menggunakan sikat. Jika mengharuskan menyikat sebaiknya dilakukan searah  secara perlahan. Untuk menghilangkan noda membandel cukup menggunakan detergen dan air hangat tanpa menyikat.

Kain Beludru Vs Kain Suede

Beludru terbuat dari serat sintetis sedangkan suede terbuat dari kulit bagian dalam kemudian dibalik. Beludru jika dibakar akan sangat mudah sedangkan suede sulit dibakar karena merupakan bahan alami. Suede akan menghasilkan bau seperti kulit dan rambut terbakar. 

Beludru lebih nyaman digunakan di daerah tropis seperti Indonesia karena bahannya adem, halus dan menyerap keringat. Tidak menimbulkan gerah dan keringat berlebih. Sedangkan suede terbuat dari kulit yang memiliki sifat menahan panas. Biasa digunakan untuk daerah subtropis yang lebih dingin.

Posted on Leave a comment

3 Negara Penghasil Kain Velvet Paling Populer

Kain velvet di Indonesia kebanyakan berasal dari luar negeri. Di impor langsung dari Negara-negara penghasil velvet yang telah bekerja sama. Bagi kaum kapitalis, segmen industri khususnya garmen memberikan keuntungan menjanjikan. Dan Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri tersebut.

Fashion adalah kebutuhan primer yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Setiap orang membutuhkan pakaian. Hal ini mendorong perkembangan industri tekstil dan garmen secara global. Berbagai jenis kain termasuk velvet diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar. Berikut adalah Negara penghasil velvet yang paling populer. 

#1 Kuba

Kuba adalah Negara produsen kain velvet yang cukup terkenal. Di Negara ini bahan yang digunakan sangat khas yaitu raffia. Penggunaan bahan raffia cukup unik karena sangat jarang namun itulah yang menjadi ciri khas velvet dari Kuba. 

Raffia sendiri adalah serat sintetis yang harganya cukup terjangkau. Serat ini dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuat velvet karena ketersediaannya melimpah. Sehingga hasil produksi berupa bahan velvet bisa dijual dengan harga terjangkau. Berbeda jika menggunakan bahan sutra asli. 

Meskipun dari bahan sintetis tetapi kualitas velvet dari Kuba sangat bagus dan diminati konsumen dari berbagai Negara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri velvet asli Kuba dijual dengan harga yang masih terjangkau bagi semua kalangan. Pemanfaatannya sangat luas mulai dari pembuatan produk fashion hingga dekorasi.

Semakin meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan velvet saat ini mulai dikembangkan penggunaan bahan sintetis lain dalam pembuatannya. Polyester, viscose, nylon dan asetat mulai banyak digunakan di Kuba sebagai bahan pembuat velvet. Bahan sintetis ini juga ditambahkan bahan sutra untuk menghasilkan velvet yang lembut dan reflektif.

#2 China

China merupakan Negara yang sangat berdedikasi terhadap segmen bisnis dan perdagangan. Negara ini juga terkenal sebagai salah satu penghasil sutra terbaik di dunia. Tak heran jika kemudian banyak industri tekstil dan garmen menghasilkan berbagai macam pakaian terbuat dari bahan velvet.

Velvet yang diproduksi oleh China tak hanya menggunakan sutra asli tetapi juga bahan polyester. Bahan sutra yang digunakan menghasilkan velvet berkualitas tinggi yang sangat lembut dan dijual dengan harga mahal. Untuk satu meter kain yang dibuat dari sutra bisa dijual dengan harga mulai dari Rp1.000.000.

Velvet terbaik dari China bisa dinikmati di pasaran dalam negeri. Meskipun harganya cukup fantastis tapi bisa dilihat langsung perbedaannya dengan velvet lain. Bagi yang tidak menjangkau sutra asli tidak perlu khawatir. China juga memproduksi velvet dari campuran sutra dan polyester. Tentunya harga jualnya lebih terjangkau.

Salah satu perusahaan produsen velvet terbaik adalah Haining Xinyi Import&Export co.,Ltd. Perusahaan memproduksi berbagai jenis velvet dengan tingkatan kualitas berbeda. Sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan kalangan atas maupun menengah ke bawah. Velvet biasa yang diproduksi di jual mulai dari Rp24.000/meter di Indonesia.

#3 Italia

Merupakan salah satu Negara yang menjadi kiblat fashion dunia Italia juga memproduksi velvet terbaik. Kain yang dihasilkan berkualitas tinggi standar Eropa. Velvet yang diproduksi dihiasi aksen bordiran bunga khas. Pemanfaatannya bukan hanya sebagai bahan pakaian atau dress mewah tetap juga digunakan sebagai dekorasi ruangan. 

Velvet yang diimpor langsung dari Italia bernilai eksklusif dan berharga mahal. Dijual mulai dari $5 per meter untuk velvet polos dan $85 per meter untuk velvet kombinasi bordir. Harga ini sangat sesuai dengan kualitas kain velvet dan keindahan yang disajikan.

Posted on Leave a comment

Beginilah Fungsi dan Bahan Pembuatan Kain velvet

Penggunaan kain velvet dalam dunia fashion sangat luas. Tidak hanya untuk pakaian jadi saja tetapi berbagai asesoris bisa dibuat dengan kain ini. Tentunya menggunakan jenis kain berbeda dari yang biasa digunakan untuk pakaian. Ada berbagai macam velvet yang beredar di pasaran dalam negeri.

Masing-masing jenis velvet memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang berpengaruh pada penggunaannya. Bahan yang tebal biasanya digunakan untuk aksesoris sedangkan jenis velvet lebih tipis digunakan sebagai bahan pembuat baju. Dari segi kenyamanannya tentu berbeda antara velvet tipis dan tebal. Berikut adalah fungsi velvet secara umum.

Fungsi Kain Velvet

Fungsi velvet yang paling banyak dikenal masyarakat adalah sebagai pembuat pakaian. Baik pakaian wanita formal, dress, gamis, bawahan maupun kerudung. Velvet digunakan untuk bahan pakaian formal seperti blouse, kemeja kantor dan dress pesta. Karakteristiknya sangat sesuai untuk acara formal dengan tampilan kilap yang elegan.

Velvet dari jenis tertentu juga bisa difungsikan sebagai gorden dan cover sofa. Umumnya memiliki ketebalan lebih tinggi dibanding velvet yang biasa digunakan dalam fashion wanita. pemanfaatan sebagai gorden dipilih karena mewah sehingga menambah keindahan ruangan. Begitu juga dengan pemanfaatan sebagai cover sofa.

Karakteristik velvet dengan kilap yang mewah dimanfaatkan juga untuk membuat tas wanita maupun dompet pesta. Dalam pembuatannya dikombinasikan dengan manik, batu-batuan, rajutan, sulam dan aksen menarik lainnya. Sehingga semakin menambah nilai estetika dan kemewahan tas maupun clutch tersebut.

Aksesoris pelengkap fashion wanita seperti bross, bandana, jepit rambut, pita juga banyak dibuat dari bahan velvet. Velvet adalah bahan yang fleksibel bisa dilipat menjadi berbagai bentuk aksen. Pemanfaatan sebagai asesoris bisa dikombinasikan dengan jenis hiasan lain seperti benang emas, batuan manik, permata dan sebagainya. 

Velvet juga umum digunakan sebagai inner atau dalaman tas. Meskipun ditempatkan pada bagian dalam tetapi secara keseluruhan akan menambah nilai jual. Produsen tas rajut banyak menggunakan inner dari bahan velvet. Selain melengkapi tas supaya lebih kokoh dalaman velvet juga membuat tas tampak mewah.

Bahan Pembuatan Kain Velvet

Velvet dibuat menggunakan alat tenun khusus yang menjalin dua bahan dengan ketebalan berbeda sekaligus. Kedua bahan tersebut kemudian dipotong dan dibentuk sehingga menghasilkan efek tumpukan. Maka bisa dilihat pada bahan velvet seperti terdiri 2 bahan padahal dalam 1 lembar kain.

Pada tahap menyatukan kedua bahan tersebut, keduanya dililitkan dengan cara memuntir. Teknik pembuatannya memang lebih rumit dibanding kain lain pada umumnya. Tak heran jika harga kain per-meternya cukup mahal. Namun saat ini ada banyak velvet jenis tertentu yang pengerjaannya dengan mesin otomatis.

Hasil kain dari proses pembuatan pabrikan umumnya lebih terjangkau. Masing-masing jenis velvet memiliki keragaman harga yang berpengaruh terhadap kualitas dan nilai estetikanya. Bahan yang digunakan untuk membuat velvet adalah sutra, rayon atau kombinasi keduanya. Velvet asli dibuat dari 100% sutra yang harganya cukup mahal.

Velvet dalam perkembangannya dibuat menggunakan campuran sutra dan rayon serta bahan lainnya agar menghasilkan kain bernilai lebih ekonomis terjangkau bagi semua kalangan. Selain rayon, kapas, linen, mohair dan wol juga dijadikan alternatif pembuatan velvet. Secara karakteristik tetap mewah dan menampilkan kilap pada permukaannya. 

Di Indonesia bahan wool jarang digunakan karena alasan kenyamanan. Wool memiliki sifat membuat hangat yang kurang cocok untuk daerah tropis. Beberapa alternatif bahan pembuat velvet tersebut dipilih karena lebih ramah kantong bagi semua kalangan. Sehingga bukan dari kalangan atas saja yang dapat menggunakan kain velvet.

Posted on Leave a comment

3 Jenis Kain Velvet dan yang Terpopuler di Indonesia

Kain velvet sangat identik dengan pakaian wanita. Digunakan untuk membuat dress, rok panjang, tunik, abaya, gamis serta kerudung. Acara pesta adalah momen tepat menggunakan pakaian berbahan velvet. Karena tampak elegan dan mewah dengan kilau pada permukaan kainnya. 

Velvet bisa digunakan secara tunggal untuk pakaian dan bisa juga dikombinasikan dengan bahan lain. Kebanyakan bahan velvet tersedia dalam warna polos yang fleksibel dipadupadankan dengan jenis bahan bermotif lainnya. Contohnya menggunakan kombinasi velvet dengan batik, atau dengan bahan brokat. Kenali dulu macamnya supaya kombinasinya tepat.

Macam-Macam Kain Velvet

Velvet tersedia dalam berbagai macam jenis. Masing-masing memiliki kemiripan dalam karakteristik namun tetap ada perbedaan. Macam velvet yang digunakan dalam industri garmen akan berpengaruh pada harga dan tujuan penggunaannya. Tidak hanya digunakan untuk pakaian velvet juga umum digunakan sebagai cover sofa, bed sheet maupun gorden. 

Mengenali jenis kain akan menambah wawasan terhadap perkembangan dunia fashion. Bagi yang masih belum paham terhadap sifat masing-masing kain bisa menjadi pertimbangan sebelum memilih. Beda kain beda kualitas kenyamanan, sama halnya dengan velvet. Mengenali jenisnya dapat sekaligus mengetahui kisaran harganya. 

Velvet cisele adalah jenis velvet yang dibuat menggunakan metode cut dan uncut loops. Hasil dari proses pembuatan metode ini adalah tumpukan bahan dengan pola yang khas. Namun secara sifat bahan masih mirip dengan velvet pada umumnya. Halus, ringan dan berbulu serta tampilannya elegan.

Jenis kedua adalah velvet sifon, sifatnya merupakan perpaduan antara velvet dan sifon. Bahan ini halus lembut dan transparan layaknya sifon. Kain seperti ini lebih cocok digunakan sebagai kerudung, selendang dan dress dengan furing. Penggunaan untuk pakaian dan gamis bisa dikombinasikan dengan bahan lain. 

Velvet embossed, sama halnya velvet biasa namun dimodifikasi menggunakan teknik emboss. Pada proses pembuatannya digunakan cetakan motif berbahan besi panas. Sehingga menghasilkan motif timbul pada permukaan kainnya namun jika diraba tetap terasa halus seperti tidak berpola. 

Motif emboss pada bahan velvet dibuat melalui proses yang rumit. Tak heran jika harga kain ini terbilang mahal. Namun sesuai dengan keindahan dan keunikannya terutama jika digunakan untuk membuat pakaian formal seperti gamis set kerudung atau dress. 

Kain Velvet Terpopuler di Indonesia

Indonesia merupakan pasar fashion yang sangat besar. Setiap kali muncul model terbaru dari pakaian dengan cepat menjadi hits dan penjualannya melesat. Fashion muslim adalah salah satu yang sedang booming. Kehadiran berbagai jenis pakaian muslim berbahan velvet menambah keragaman mode.

Velvet yang banyak dicari oleh konsumen tanah air adalah velvet polos. Lebih terjangkau dari segi harga oleh semua kalangan. Contohnya kerudung berbahan velvet polos bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp35.000/pcs dan untuk pashmina mulai dari Rp45.000/pcs.

Velvet polos bisa dibeli dengan harga Rp20.000/meter. Sangat terjangkau bagi pebisnis hijab. Umumnya velvet polos memiliki lebar bidang 110 cm ada juga 125cm sangat pas jika dijadikan sebagai kerudung segi empat maupun pashmina. Pembelian mulai dari 10 meter biasanya akan dihitung harga grosir.

Selain velvet polos di Indonesia juga populer dengan beredarnya velvet satin di pasaran. Banyak digunakan untuk dress, gamis dan juga kerudung. Biasanya dijual dalam bentuk gulungan jadi konsumen bisa membeli dengan hitungan per-meter. Harga standar untuk velvet satin mulai dari Rp25.000/meter. 

Adapun velvet embossed yang dijual di butik-butik tertentu namun tentu saja harganya jauh lebih mahal. Lebih banyak tersedia dalam bentuk pakaian jadi daripada kain lembaran. Kain velvet juga bisa ditemukan melalui toko online maupun marketplace dengan pembelian lebih praktis dan harga lebih variatif.

Posted on Leave a comment

Kain Velvet: Mengenal Sejarah, Perbedaan dan Tips Merawatnya

Kain velvet ikut meramaikan meriahnya perkembangan fashion tanah air. Menjadi salah satu kain yang banyak dicari oleh penggemar pakaian hijab. Velvet memiliki karakteristik halus dan mengkilap sangat elegan digunakan menjadi kerudung. Umumnya digunakan untuk melengkapi busana hijab formal seperti dress pesta dan baju kantor.

Meskipun digunakan untuk acara formal tetapi kerudung berbahan velvet cukup terjangkau. Bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp35.000/pcs. Bahan velvet yang paling diminati adalah warna-warna polos. Selain banyak variasinya, serasi untuk melengkapi pakaian warna dan motif apapun. Ingin mengenal lebih jauh bahan velvet, berikut penjelasannya!

Sejarah Kain Velvet

Kemunculan bahan velvet dimulai pada tahun 1440-1500, termasuk salah satu kain tertua. Terbuat dari bahan sutra eksklusif dan mahal yang dibuat secara khusus. Cara pembuatannya tidak mudah karena menggunakan bahan organic asli dari alam yang dihasilkan oleh ulat sutra. 

Pemintalan benang hingga pembuatan selembar kain dilakukan oleh pengrajin yang sudah ahli. Bahan velvet sarat benang sutra ini melambangkan kekayaan bagi siapapun yang mengenakannya. Tetapi pada zaman dahulu bahan ini hanya dimiliki oleh kaum bangsawan karena tidak terjangkau oleh rakyat biasa.

Produsen terbesar bahan velvet adalah Kairo-Mesir, pertama kali diperkenalkan ke Baghdad pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid oleh pedagang bernama Kashmiri. Berlanjut ke Andalusia melalui Ziryab hingga ke era Mamluk. Sebagian besar hasil produksi velvet dari Kairo diekspor langsung ke Venesia dan menyebar ke seluruh Eropa.

Pakaian dari bahan velvet juga dikenakan oleh raja dari kerajaan Mali. Pada masa pemerintahan Mehmed II, velvet banyak digunakan oleh juru masak kerajaan. Seragam asisten juru masak juga menggunakan bahan velvet sebagai pakaian selama bekerja. Sejak jaman dulu velvet memang terbatas penggunaannya oleh kalangan tertentu.

Perbedaan Kain Velvet Vs Lainnya

Saat ini velvet lebih banyak dibuat dari bahan sintetis supaya terjangkau oleh semua kalangan. Namun tidak menghilangkan karakteristiknya yang memiliki permukaan halus dan berkilau. Meskipun bahan pembuatnya serat sintetis tetapi velvet tetap nyaman digunakan. Kainnya empuk serta jatuh jika dikenakan sebagai dress, rok dan sebagainya.

Velvet ada beberapa macam salah satunya terbuat dari rayon. Karakteristiknya mirip dengan rayon yang adem, ringan dan jatuh meskipun teksturnya agak kaku. Pembuatannya lebih rumit dengan beberapa tahapan tak heran jika harganya juga mahal. Tetapi sebanding dengan kualitas bahan serta tampilannya yang mewah.

Tips Merawat Kain Velvet

Merawat kain dengan karakteristik khusus seperti velvet harus benar-benar diperhatikan. Sehingga tidak merusak serat kain dan menjadikannya lebih awet. Tips pertama dalam merawat bahan velvet adalah proses pencuciannya harus hati-hati. Hindari mencuci menggunakan mesin, sebaiknya dikucek manual dengan air dingin.

Bahan velvet lebih tahan terhadap noda dan kotoran akan lebih baik jika mencuci dengan cara dry clean. Meskipun membutuhkan biaya lebih dalam mencuci dengan metode ini tetapi dapat merawat pakaian lebih lama. Jika mencuci secara manual usahakan menjemur dengan cara didinginkan, dan tidak menggunakan spinner.

Velvet karakteristiknya halus, namun juga mudah kusut. Tetapi velvet sebaiknya tidak disetrika, cukup digantung dengan cara dibalik bagian dalam diluar. Menyetrika bahan velvet beresiko merusak serat kain menyebabkannya mengkerut. Lebih baik menggunakan setrika uap untuk bahan velvet.

Pakaian dari bahan velvet sebaiknya tidak disimpan dengan cara dilipat. Sebab dapat menyebabkannya kusut dan merusak tekstur permukaan kain. Melipat dan menumpuk dengan pakaian dari jenis kain lain juga beresiko serat tersangkut. Membeli kain velvet, perhatikan dahulu cara perawatannya sehingga bisa awet.