Posted on Leave a comment

Beginilah Fungsi dan Bahan Pembuatan Kain velvet

Penggunaan kain velvet dalam dunia fashion sangat luas. Tidak hanya untuk pakaian jadi saja tetapi berbagai asesoris bisa dibuat dengan kain ini. Tentunya menggunakan jenis kain berbeda dari yang biasa digunakan untuk pakaian. Ada berbagai macam velvet yang beredar di pasaran dalam negeri.

Masing-masing jenis velvet memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang berpengaruh pada penggunaannya. Bahan yang tebal biasanya digunakan untuk aksesoris sedangkan jenis velvet lebih tipis digunakan sebagai bahan pembuat baju. Dari segi kenyamanannya tentu berbeda antara velvet tipis dan tebal. Berikut adalah fungsi velvet secara umum.

Fungsi Kain Velvet

Fungsi velvet yang paling banyak dikenal masyarakat adalah sebagai pembuat pakaian. Baik pakaian wanita formal, dress, gamis, bawahan maupun kerudung. Velvet digunakan untuk bahan pakaian formal seperti blouse, kemeja kantor dan dress pesta. Karakteristiknya sangat sesuai untuk acara formal dengan tampilan kilap yang elegan.

Velvet dari jenis tertentu juga bisa difungsikan sebagai gorden dan cover sofa. Umumnya memiliki ketebalan lebih tinggi dibanding velvet yang biasa digunakan dalam fashion wanita. pemanfaatan sebagai gorden dipilih karena mewah sehingga menambah keindahan ruangan. Begitu juga dengan pemanfaatan sebagai cover sofa.

Karakteristik velvet dengan kilap yang mewah dimanfaatkan juga untuk membuat tas wanita maupun dompet pesta. Dalam pembuatannya dikombinasikan dengan manik, batu-batuan, rajutan, sulam dan aksen menarik lainnya. Sehingga semakin menambah nilai estetika dan kemewahan tas maupun clutch tersebut.

Aksesoris pelengkap fashion wanita seperti bross, bandana, jepit rambut, pita juga banyak dibuat dari bahan velvet. Velvet adalah bahan yang fleksibel bisa dilipat menjadi berbagai bentuk aksen. Pemanfaatan sebagai asesoris bisa dikombinasikan dengan jenis hiasan lain seperti benang emas, batuan manik, permata dan sebagainya. 

Velvet juga umum digunakan sebagai inner atau dalaman tas. Meskipun ditempatkan pada bagian dalam tetapi secara keseluruhan akan menambah nilai jual. Produsen tas rajut banyak menggunakan inner dari bahan velvet. Selain melengkapi tas supaya lebih kokoh dalaman velvet juga membuat tas tampak mewah.

Bahan Pembuatan Kain Velvet

Velvet dibuat menggunakan alat tenun khusus yang menjalin dua bahan dengan ketebalan berbeda sekaligus. Kedua bahan tersebut kemudian dipotong dan dibentuk sehingga menghasilkan efek tumpukan. Maka bisa dilihat pada bahan velvet seperti terdiri 2 bahan padahal dalam 1 lembar kain.

Pada tahap menyatukan kedua bahan tersebut, keduanya dililitkan dengan cara memuntir. Teknik pembuatannya memang lebih rumit dibanding kain lain pada umumnya. Tak heran jika harga kain per-meternya cukup mahal. Namun saat ini ada banyak velvet jenis tertentu yang pengerjaannya dengan mesin otomatis.

Hasil kain dari proses pembuatan pabrikan umumnya lebih terjangkau. Masing-masing jenis velvet memiliki keragaman harga yang berpengaruh terhadap kualitas dan nilai estetikanya. Bahan yang digunakan untuk membuat velvet adalah sutra, rayon atau kombinasi keduanya. Velvet asli dibuat dari 100% sutra yang harganya cukup mahal.

Velvet dalam perkembangannya dibuat menggunakan campuran sutra dan rayon serta bahan lainnya agar menghasilkan kain bernilai lebih ekonomis terjangkau bagi semua kalangan. Selain rayon, kapas, linen, mohair dan wol juga dijadikan alternatif pembuatan velvet. Secara karakteristik tetap mewah dan menampilkan kilap pada permukaannya. 

Di Indonesia bahan wool jarang digunakan karena alasan kenyamanan. Wool memiliki sifat membuat hangat yang kurang cocok untuk daerah tropis. Beberapa alternatif bahan pembuat velvet tersebut dipilih karena lebih ramah kantong bagi semua kalangan. Sehingga bukan dari kalangan atas saja yang dapat menggunakan kain velvet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *