Posted on Leave a comment

Kain Velvet: Mengenal Sejarah, Perbedaan dan Tips Merawatnya

Kain velvet ikut meramaikan meriahnya perkembangan fashion tanah air. Menjadi salah satu kain yang banyak dicari oleh penggemar pakaian hijab. Velvet memiliki karakteristik halus dan mengkilap sangat elegan digunakan menjadi kerudung. Umumnya digunakan untuk melengkapi busana hijab formal seperti dress pesta dan baju kantor.

Meskipun digunakan untuk acara formal tetapi kerudung berbahan velvet cukup terjangkau. Bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp35.000/pcs. Bahan velvet yang paling diminati adalah warna-warna polos. Selain banyak variasinya, serasi untuk melengkapi pakaian warna dan motif apapun. Ingin mengenal lebih jauh bahan velvet, berikut penjelasannya!

Sejarah Kain Velvet

Kemunculan bahan velvet dimulai pada tahun 1440-1500, termasuk salah satu kain tertua. Terbuat dari bahan sutra eksklusif dan mahal yang dibuat secara khusus. Cara pembuatannya tidak mudah karena menggunakan bahan organic asli dari alam yang dihasilkan oleh ulat sutra. 

Pemintalan benang hingga pembuatan selembar kain dilakukan oleh pengrajin yang sudah ahli. Bahan velvet sarat benang sutra ini melambangkan kekayaan bagi siapapun yang mengenakannya. Tetapi pada zaman dahulu bahan ini hanya dimiliki oleh kaum bangsawan karena tidak terjangkau oleh rakyat biasa.

Produsen terbesar bahan velvet adalah Kairo-Mesir, pertama kali diperkenalkan ke Baghdad pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid oleh pedagang bernama Kashmiri. Berlanjut ke Andalusia melalui Ziryab hingga ke era Mamluk. Sebagian besar hasil produksi velvet dari Kairo diekspor langsung ke Venesia dan menyebar ke seluruh Eropa.

Pakaian dari bahan velvet juga dikenakan oleh raja dari kerajaan Mali. Pada masa pemerintahan Mehmed II, velvet banyak digunakan oleh juru masak kerajaan. Seragam asisten juru masak juga menggunakan bahan velvet sebagai pakaian selama bekerja. Sejak jaman dulu velvet memang terbatas penggunaannya oleh kalangan tertentu.

Perbedaan Kain Velvet Vs Lainnya

Saat ini velvet lebih banyak dibuat dari bahan sintetis supaya terjangkau oleh semua kalangan. Namun tidak menghilangkan karakteristiknya yang memiliki permukaan halus dan berkilau. Meskipun bahan pembuatnya serat sintetis tetapi velvet tetap nyaman digunakan. Kainnya empuk serta jatuh jika dikenakan sebagai dress, rok dan sebagainya.

Velvet ada beberapa macam salah satunya terbuat dari rayon. Karakteristiknya mirip dengan rayon yang adem, ringan dan jatuh meskipun teksturnya agak kaku. Pembuatannya lebih rumit dengan beberapa tahapan tak heran jika harganya juga mahal. Tetapi sebanding dengan kualitas bahan serta tampilannya yang mewah.

Tips Merawat Kain Velvet

Merawat kain dengan karakteristik khusus seperti velvet harus benar-benar diperhatikan. Sehingga tidak merusak serat kain dan menjadikannya lebih awet. Tips pertama dalam merawat bahan velvet adalah proses pencuciannya harus hati-hati. Hindari mencuci menggunakan mesin, sebaiknya dikucek manual dengan air dingin.

Bahan velvet lebih tahan terhadap noda dan kotoran akan lebih baik jika mencuci dengan cara dry clean. Meskipun membutuhkan biaya lebih dalam mencuci dengan metode ini tetapi dapat merawat pakaian lebih lama. Jika mencuci secara manual usahakan menjemur dengan cara didinginkan, dan tidak menggunakan spinner.

Velvet karakteristiknya halus, namun juga mudah kusut. Tetapi velvet sebaiknya tidak disetrika, cukup digantung dengan cara dibalik bagian dalam diluar. Menyetrika bahan velvet beresiko merusak serat kain menyebabkannya mengkerut. Lebih baik menggunakan setrika uap untuk bahan velvet.

Pakaian dari bahan velvet sebaiknya tidak disimpan dengan cara dilipat. Sebab dapat menyebabkannya kusut dan merusak tekstur permukaan kain. Melipat dan menumpuk dengan pakaian dari jenis kain lain juga beresiko serat tersangkut. Membeli kain velvet, perhatikan dahulu cara perawatannya sehingga bisa awet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *