Posted on Leave a comment

Mengenal Plus Minus Kain Sintetis dan Jenisnya Lebih Jauh

Kain sintetis saat ini banyak beredar di pasaran dan banyak digunakan sebagai bahan pembuat pakaian baik pria maupun wanita. Dunia fashion tanah air seperti tidak pernah kehabisan model. Selalu ada trend baru model fashion yang digemari masyarakat. Perputaran model pakaian bisa terjadi dalam hitungan hari. 

Mengikuti trend konsumen fashion para produsen tekstil memberikan berbagai alternatif kain untuk digunakan. Maka tak heran jika setiap bulan selalu muncul pakaian dengan material berbeda meskipun modelnya sama. Misalnya gamis berbahan hyget, bulan berikutnya berbahan rayon viscose dan seterusnya, untuk satu model.

Macam-Macam Kain Sintetis

Ada berbagai macam bahan sintetis yang digunakan industri garmen tanah air. Yang pertama dan paling populer adalah polyester. Serat ini dihasilkan dari pengolahan minyak bumi menghasilkan biji plastik. Ketersediaannya melimpah sehingga harganya terjangkau. Tetapi kurang nyaman digunakan sebagai pembuat pakaian.

Polyester biasanya tidak digunakan secara mandiri sebagai bahan pakaian. Serat ini biasa dicampur dengan material lain seperti spandek, sutra, kapas dan sebagainya sehingga menghasilkan bahan yang lebih ramah. Lebih nyaman digunakan karena tidak panas dan lembab.

Serat Aramid, terbuat dari nilon. Serat ini digunakan untuk membuat pakaian khusus seperti seragam damkar, pakaian pembalap dan sebagainya. Serat ini tahan panas hingga suhu 530C serta tahan api. Namun tidak sesuai untuk dijadikan sebagai pakaian sehari-hari karena kurang nyaman dan panas.

Serat acrylic atau wol imitasi. Bahan ini sering digunakan untuk membuat jaket karena memberi efek menghangatkan layaknya wol. Lebih cepat kering sehingga penggunaan lebih nyaman dan perawatannya mudah. Kelemahannya material ini kurang cocok digunakan untuk bahan membuat pakaian sehari-hari di daerah tropis.

Serat CDP, merupakan gabungan dari kain sintetis polyester. Merupakan hasil modifikasi polyester menghasilkan kain yang lebih nyaman digunakan sebagai pakaian. Sifatnya awet seperti polyester tetapi fleksibel dan breathable. Harga terjangkau dan perawatannya mudah. Namun penggunaannya belum sebanyak kain lain pada umumnya.

Plus Minus Kain Sintetis

Kelebihan yang utama adalah murah dan mudah didapat dibanding bahan aslinya. Sehingga lebih menghemat biaya produksi industri garmen. Bahan sintetis juga lebih mudah dalam perawatan tidak mudah rusak karena proses cuci jemur. Selain itu tidak mudah kotor dan bau karena sifatnya tidak menyerap.

Tersedia dalam berbagai variasi warna yang lebih banyak dibanding bahan asli. Sehingga memberikan pilihan lebih mudah bagi calon konsumen. Bisa disesuaikan dengan selera fashion dan warna kulit pemakainya. Kombinasinya lebih kekinian dan mengikuti trend fashion terbaru.

Kelemahan bahan sintetis adalah tidak menyerap keringat sehingga kurang nyaman digunakan di daerah tropis. Menyebabkan gerah berlebih ketika dikenakan pada siang hari. Untuk jenis pakaian tertentu kurang sesuai karena membatasi gerak dan mobilitas. Sifat bahannya menghambat sirkulasi udara dan memberi efek panas. 

Kegunaan Serat Sintetis

Serat sintetis tahan terhadap serangan jamur dan bakteri karena sifatnya tidak menyerap. Sifat bahan seperti ini cocok digunakan sebagai pelindung misalnya masker wajah. Mencegah penularan penyakit dan kontaminasi udara. Bahan sintetis umumnya memiliki tingkat elastisitas tinggi, cocok digunakan sebagai pakaian olahraga. 

Dapat melebar hingga beberapa persen adalah keuntungan penggunaan bahan sintetis untuk berbagai aktivitas fisik. Untuk seragam senam, yoga, atletik, kaos sepeda dan sebagainya lebih nyaman. Serat sintetis yang dicampurkan pada material bahan lain membantu meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia.

Serat sintetis tidak mudah kusut. Banyak digunakan dalam pembuatan kain lain sehingga membantu memudahkan dalam perawatan. Karena tidak mudah kusut kain yang dibuat dari serat sintetis lebih mudah dalam penyimpanan. Secara umum kain sintetis sangat berguna bagi industri fashion karena memaksimalkan penggunaan bahan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *