Posted on Leave a comment

Proses Pembuatan Kain Supernova dan Hal Penting Didalamnya!

Pada dasarnya kain supernova terbuat dari kapas. Sifatnya ringan, berpori dan tipis namun diminati karena kenyamanannya. Kain ini terkenal sejak kemunculan bahan gamis dan kerudung dengan material tersebut. Banyak yang kemudian penasaran dengan kualitas kenyamanan supernova. Apalagi harga yang ditawarkan cukup menarik minat pembeli.

Harga material yang murah bukan berarti kualitasnya murahan, sebaliknya justru memberikan kenyamanan untuk dipakai oleh semua kalangan usia. Harga terjangkau tersebut didapatkan karena proses pembuatan yang sederhana serta bahan mentah melimpah. Berikut ini adalah penjelasan proses pembuatan supernova yang penting diketahui.

Proses Pembuatan Kain Supernova

Supernova didapatkan dari proses rajutan yang dikerjakan mesin otomatis. Namun tetap pengoperasiannya dilakukan oleh tenaga manusia. Pembuatan menggunakan mesin produksi ini menghasilkan kain dalam jumlah banyak. Memanfaatkan bahan mentah kapas yang tersedia melimpah. Pembuatan mudah, material murah sehingga kain yang dihasilkan dijual dengan harga terjangkau.

Meskipun dikerjakan secara otomatis tetapi dilakukan pengawasan mutu. Ada standar khusus untuk menentukan kualitas kain yang dihasilkan. Namun kain yang tidak memenuhi syarat mutu tetap dijual dengan harga lebih rendah. Berikut adalah urutan pembuatan supernova.

#1 Mengatur Mesin Rajut

Sebelum memulai proses produksi terlebih dahulu harus diatur mesin yang akan digunakan. Mempersiapkan dan memastikan bahwa mesin produksi dalam keadaan prima siap bekerja. Settingan mesin dilanjutkan dengan memasang benang rajutan sesuai kerapatan yang diinginkan. Renggang atau rapat disesuaikan dengan kerapatan kain yang akan dibuat.

Selain pengaturan mesin sebelum digunakan juga diperlukan perawatan secara berkala. Sehingga mesin dapat bekerja sesuai standar waktu dan kualitas. Perawatan juga dimaksudkan menjaga usia mesin agar tetap dapat digunakan dalam waktu lama serta hasilnya sesuai dengan settingan sebelumnya. 

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

#2 Penggesekan

Setelah dilakukan setting pada mesin tahap selanjutnya adalah penggesekan dari sisi kanan dan kiri. Proses ini akan menentukan panjang dan lebarnya kain rajutan yang diinginkan. Tahapan ini juga dilakukan pemilihan warna benang. Benang warna tunggal maupun campuran bisa ditentukan sendiri sesuai keinginan. 

#3 Menyambungkan Kain

Tahap berikutnya adalah proses penyambungan kain menggunakan mesin yang disebut linking. Mesin linking menggunakan jarum rajut yang berbeda dari mesin sebelumnya. Jarum tersebut menjahit atau menyambung beberapa kain menjadi barang jadi. Pakaian jadi atau syal dibuat langsung melalui mesin linking ini. 

Hal Penting dari Kain Supernova!

Hal penting yang harus dilakukan pemilik pakaian berbahan supernova adalah mengenai perawatannya. Bahan ini terkenal tipis sehingga harus diperhatikan ketika mencuci baik manual maupun menggunakan mesin. Hindari menyikat terlalu keras karena akan merusak serat kain menyebabkannya berserabut. Jika menggunakan mesin atur putaran sedang dan lembut.

Jangan menggunakan bahan kimia berlebihan dalam proses pencucian baik manual atau dengan mesin. Sebisa mungkin hindari penggunaan bleaching atau detergen dalam jumlah banyak. Penjemuran sebaiknya tidak dilakukan dibawah sinar matahari langsung. Meskipun membantu pengeringan lebih cepat tetapi dapat merusak warna menyebabkannya cepat pudar. 

Khusus untuk syal hindari mencuci menggunakan mesin dan pengeringnya, lakukan dengan manual saja untuk menghindari kerusakan rajutan. Proses menyetrika gunakan suhu sedang. Karena karakteristik bahannya tipis umumnya tidak tahan suhu. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kain mengkerut dan merusak teksturnya. 

Namun begitu pakaian atau fashion item lainnya dari material supernova sangat mudah dirapikan. Penyimpanannya bisa dilakukan dengan cara melipat maupun di hanger. Bisa menggunakan pewangi khusus pakaian dalam penyimpanan tetapi tidak berlebihan. Kain supernova sangat representative untuk pakaian sehari-hari maka layak dijadikan sebagai koleksi.

Posted on Leave a comment

Karakteristik dan Kisaran Harga Pakaian dari Kain Supernova

Pengguna dan pecinta gamis dan hijab pasti sudah tidak asing lagi dengan kain supernova. Kain yang mulai hits di pasaran fashion muslim online shop ini semakin laris manis digandrungi konsumen. Dari nama materialnya membuat penasaran calon konsumen. Menjadi daya tarik untuk mencoba mengenakannya.

Supernova adalah kain yang terbuat dari kapas serupa dengan katun. Kenyamanannya tidak diragukan lagi dengan tekstur halus adem dan mampu menyerap keringat. Namun kain ini tergolong tipis dan ringan serta agak menerawang. Maka lebih banyak dimanfaatkan sebagai kerudung. Untuk lebih mengenal ciri kain, berikut penjelasannya.

Ciri-Ciri Kain Supernova

Supernova memiliki tekstur ringan, tidak kaku dan agak jatuh. Ciri ini bisa dimanfaatkan untuk membuat pakaian baik anak-anak maupun dewasa. Kain ini digunakan karena nyaman, tidak menimbulkan gerah ketika dipakai di siang hari. Sering dipakai sebagai material utama baju koko, gamis dan kerudung.

Kelebihan kain bertekstur ringan adalah memberi keleluasaan gerak dan mobilitas pemakainya. Lebih cocok digunakan untuk pakaian sehari-hari dengan aktifitas yang padat. Tanpa takut berkeringat dan kepanasan, kain ini memiliki pori yang memudahkan sirkulasi udara. Sehingga meminimalisir lembab dan basah pada kulit ketika berkeringat.

Tak heran jika banyak digunakan sebagai pakaian hijab terutama kerudung karena tipis sehingga membentuk muka lebih tegas. Salah satu unsur favorit kain untuk kerudung adalah tidak terlalu tebal sehingga mudah dibentuk dan dilipat. Kain ini juga dapat tegak dimuka ketika digunakan sebagai kerudung.

Bukan hanya pada wanita saja, kenyamanan juga dirasakan bagi pria yang mengenakan pakaian koko berbahan supernova. Koko bukan lagi pakaian yang hanya dikenakan untuk beribadah tetapi juga untuk aktifitas sehari-hari. Diperlukan bahan adem yang nyaman serta menyerap keringat. Kebutuhan ini bisa didapatkan pada material supernova.

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

Harga Pakaian Kain Supernova

Mengenal karakteristik supernova memudahkan calon konsumen fashion dalam memperkirakan kisaran harga pakaian jadi. Supernova bukan kain organic yang terkenal dengan kualitas, kemewahan dan harganya selangit. Seperti halnya katun yang beredar di pasaran, supernova sesuai dengan pasar kalangan menengah ke bawah. Namun kualitas kenyamanannya tidak kalah.

Gamis adalah salah satu jenis pakaian yang dibuat dari material supernova. Gamis ini banyak ditawarkan melalui online shop dan marketplace. Harganya cukup bervariatif sesuai dengan ukuran dan kebijakan masing-masing toko. Tetapi standar harga untuk gamis supernova umumnya mulai dari Rp80.000. Sangat terjangkau bagi semua kalangan.

Melengkapi gamis, kerudung dari bahan supernova juga banyak diminati. Cocok digunakan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bahan supernova umumnya dibuat menjadi kerudung segi empat dan pashmina. Harga yang ditawarkan untuk kerudung segi empat umumnya berkisar Rp35.000/pcs dan untuk pashmina Rp50.000. Lebih murah jika pembelian grosir.

Item fashion yang sedang hits yaitu jaket long outer juga memanfaatkan supernova sebagai material utamanya. Jaket ini bisa digunakan untuk semua wanita baik yang berhijab maupun tidak. Fungsinya sebagai pemanis bukan untuk menghangatkan namun tetap menambah percaya diri. Biasa dijual dengan harga mulai dari Rp50.000.

Baju koko sebagai fashion muslim pria mengalami banyak perkembangan. Bukan hanya bahan katun yang digunakan tetapi supernova menjadi material alternatif. Mulai dari anak-anak hingga dewasa bisa menggunakan bahan ini karena nyaman menyerap keringat, tidak menimbulkan bau untuk pemakaian lama. Harga dibanderol mulai Rp90.000.

Harga masing-masing online shop bisa berbeda namun tidak signifikan. Sudah menjadi kelaziman setiap toko mengambil keuntungan dari penjualan dengan menaikkan margin. Tetapi harga tersebut masih wajar sesuai dengan kualitas yang ditawarkan kain supernova sebagai material pembuatnya. 

Posted on Leave a comment

6 Pilihan Motif Kain Songket yang Terkenal di Asia

Motif kain songket sangat khas dan eksklusif menggambarkan karakteristik kebudayaan. Bukan hanya di Indonesia kain ini bisa ditemui di Negara-negara Asia Tenggara. Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand memiliki songket dan umum digunakan pada acara-acara tertentu. Songket sangat khas dengan budaya Melayu.

Songket merupakan kain mewah yang dalam pembuatannya digunakan benang berkualitas dan eksklusif. Benang katun dan sutera digunakan sebagai pola dasar pada kain sedangkan untuk membuat motif digunakan benang emas dan perak. Karakteristik kain ini berkilau karena efek dari benang pembuat motif tersebut.

#1 Songket Lepus

Songket Lepus adalah salah satu motif yang terkenal dan banyak diminati konsumen. Lepus maksudnya adalah menutupi, dalam hal ini menggambarkan benang warna emas yang menutupi hampir seluruh kain. Tetapi tidak sekedar menutupi warna emas tersebut membentuk pola khusus seperti bintang, berantai, ulir dan sebagainya.

#2 Songket Tawur

Kain songket juga dibuat dengan motif menyebar atau tawur disebut dengan songket tawur. Motif yang tampak pada permukaan kain tidak menutup seluruh permukaan tetapi menyebar dalam bentuk kelompok kecil. Warna pola benang dasar masih tampak dengan jelas pada motif tawur ini.

Benang yang digunakan untuk membentuk motif tidak disisipkan dari pinggir ke pinggir melainkan menyebar. Motif yang banyak dijumpai adalah tawur lintang, tampak manggis, nampan perak dan masih banyak lagi motif menyebar lainnya. Dari penampakannya lebih ramai namun tetap menjaga nilai eksklusif.

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

#3 Songket Tretes

Songket tretes memiliki ciri khas kain dibiarkan polos pada bagian tengahnya. Motif hanya dibuat pada dua sisi tepian kain atau pada kedua pangkal. Motif ini memiliki banyak bagian polos yang memudahkan dalam perpaduan dengan baju atasan misalnya penggunaan kebaya berbagai warna. 

#4 Songket Bungo Pacik

Ciri khas dari songket motif bungo pacik adalah penggunaan benang putih pada sebagian besar motif. Membuat tampilan sedikit netral karena warna mencolok seperti emas, perak dan sebagainya menjadi tidak terlalu jelas. Warna hiasan tersebut berfungsi sebagai selingan saja. 

#5 Songket Limar

Songket limar memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan kain songket lainnya. Pembuatannya menggunakan corak ikat pakan. Motif khas dari songket limar berasal dari penggunaan benang lungsi yang diwarnai pada bagian tertentu terlebih dahulu. Benang dicelupkan pada pewarna alami di bagian yang dikehendaki sebagai motif kemudian ditenun.

Songket limar umumnya digunakan sebagai sarung baik oleh para pria maupun wanita. Penggunaannya biasa dikombinasikan dengan songket lain yang sesuai bahkan digunakan juga sebagai pakaian modern dengan desain kontemporer. Jika sudah dibentuk menjadi pakaian songket ini disebut sewet. 

#6 Songket Kombinasi

Songket kombinasi dihasilkan dari perpaduan beberapa motif menghasilkan motif baru yang dinamis. Contohnya songket bungo cino yang memiliki unsur motif bungo pacik dan tawur. Songket bungo intan, dihasilkan dari kombinasi unsur bungo pacik dan tretes.

Songket kombinasi menambah variasi motif yang penggunaannya lebih beragam. Variasi motif songket tetap memiliki makna dan bernilai filosofis. Keberagaman motif tersebut bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk acara khusus saja tetapi juga sebagai fashion umum meskipun masih terbatas pada suasana formal.

Masih banyak motif songket yang dikenal di pasaran dalam negeri. Songket umumnya dinamai berdasarkan motif dominan dalam satu lembar kain. Misalnya songket sorong, bungo manggis dan sebagainya. Kebanyakan motif berupa bunga karena identik dengan karakteristik wanita sebagai pembuatnya.

Pemanfaatan songket saat ini semakin meluas meskipun masih berhubungan dengan acara formal. Songket bisa dikombinasikan dengan brokat atau kebaya untuk acara pernikahan. Bahkan kain songket juga bisa digunakan untuk pakaian kerja wanita seperti bolero, blazer dan rok.

Posted on Leave a comment

Ternyata Filosofi dan Alat Pembuatan Kain Songket Seperti Ini!

Kain songket termasuk dalam keluarga tenun brokat. Kain ini berkembang secara luas di daerah rumpun melayu seperti Sumatera. Karakteristik kain ini memang sangat kental dengan unsur kebudayaan melayu tetapi juga mencerminkan unsur adat istiadat Indonesia. Penghasil songket di Sumatera diantaranya adalah Palembang dan Minangkabau.

Tidak hanya di Sumatera songket juga meluas ke daerah lain di Nusantara. Bali, Lombok, Sambas, Sumba, Makassar merupakan daerah penghasil songket yang tak kalah berkualitas dan masing-masing memiliki ciri khas. Songket sangat eksklusif dan merupakan warisan budaya asli Indonesia yang semakin mendunia.

Filosofi Kain Songket

Songket atau sungkit dari segi istilah bahasa Melayu berarti “mengait” atau “mencungkil”. Menggambarkan proses pembuatannya yaitu mengaitkan dan menjumput kain serta menyelipkan benang emas atau perak. Proses pembuatan ini dilakukan secara manual menggunakan tangan para pengrajin.

Ada yang menyebut songket berasal dari kata “songka” atau songkok dalam bahasa Palembang menandai dimulainya aktivitas menenun menggunakan benang emas. Songket merupakan bahan yang mewah sehingga hanya digunakan pada acara besar seperti kenduri, pesta dan perayaan khusus. 

Penggunaan songket secara tradisional sangat sederhana. Hanya dililitkan pada bagian bawah tubuh seperti mengenakan sarung, disampirkan di bahu seperti selendang, digunakan sebagai tanjak dan ikat kepala. Tanjak adalah topi khas yang umum digunakan oleh para bangsawan Melayu.

Tradisi yang berkembang mengharuskan songket hanya ditenun oleh gadis remaja, tetapi saat ini banyak kaum pria ikut andil dalam membuat tenun songket. Kain songket dibuat secara khusus dengan motif tertentu yang memiliki makna. Inspirasinya berasal dari alam sekitar berupa hewan, bunga maupun tumbuhan.

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

Songket dibuat dengan tahapan 8 peringkat sebelum jadi 1 lembar kain. Melalui proses tenun secara tradisional dengan menampilkan motif tertentu khas melayu. Motif pada songket sering diberi nama seperti makanan khas Melayu. Motif wajik, srikaya, tepung talam adalah beberapa contohnya.

Menurut cerita rakyat Melayu songket berasal dari kerjasama antara Tiongkok dan India dalam perdagangan. Pedagang Tiongkok menyediakan sutera sedangkan orang India memberikan benang emas dan perak. Nilai eksklusif songket tampak dari pola motif yang ditenun menggunakan benang emas dan perak tersebut.

Songket yang mewah bertabur benang emas dan perak dikaitkan dengan masa gemilang kejayaan kerajaan Sriwijaya. Kerajaan maritim yang besar pada abad ke-7 hingga 13. Songket asli menggunakan emas yang kemudian dibentuk menjadi benang untuk di tenun bersama benang lainnya.

Bahan & Alat Pembuatan Kain Songket

Songket dibuat dari 2 macam alat, yang utama adalah alat tenun dari kayu atau bambu. Alat kedua berupa penarik benang, pembuat motif dan alat untuk memasukkan maupun mengambil benang. Kedua alat tersebut terbuat dari bahan-bahan tradisional menggunakan kayu dan bambu dan sudah dikenal sejak dulu.

Alat tenun yang terbuat dari kayu atau bambu tersebut dikenal dengan nama panta. Panta berukuran 2×1,5 meter terdiri dari beberapa bagian yaitu gulungan fungsinya menggulung benang tenun, sisia untuk merentangkan, pancukia untuk membuat motif, turak untuk memasukkan pola benang dasar.

Panta diletakkan pada pamedangan, pada bagian depan panta diletakkan 2 buah tiang untuk menggulung hasil tenunan. Selanjutnya kayu paso untuk menggulung songket yang sudah jadi. Dilengkapi dengan palapah untuk merentangkan benang dan ani untuk menggulung benang. 

Bahan yang digunakan membuat songket adalah benang katun dan benang sutra serta benang pelengkap motif berwarna emas perak dan sebagainya. Jika zaman dahulu digunakan emas asli sebagai pelapis benang katun saat ini digunakan warna sintetis dari tiruan emas. Meskipun begitu kain songket tetap mewah.

Posted on Leave a comment

Seperti Inilah Tradisi Menggunakan Kain Songket dan Sejarahnya

Kain songket tak banyak digunakan oleh masyarakat secara umum. Berasal dari hasil kerajinan beberapa daerah tertentu di Nusantara seperti Terengganu. Kain sangat eksklusif disebabkan proses pembuatannya masih manual. Pengrajin secara khusus menjalin benang menjadi motif sesuai karakteristik yang akan diciptakan. 

Keterampilan membuat songket umumnya diajarkan turun temurun. Butuh ketelitian dan kesabaran dalam menyelesaikan satu lembar songket berkualitas. Warna benang yang digunakan berasal dari bahan alami. Lebih aman bagi pemakai dan lingkungan meskipun saat ini sudah semakin sulit ditemukan. Begitu eksklusif penggunaannya untuk acara khusus.

Sejarah Kain Songket

Kain songket tidak hanya ditemukan di Indonesia, beberapa Negara seperti India, kamboja dan Malaysia juga memilikinya. Namun banyak yang meyakini songket berasal dari kerajaan sriwijaya. Dibuktikan dengan ditemukannya songket diantara peninggalan bersejarah kerajaan sriwijaya. Merupakan barang mewah karena disatukan dengan batu rubi dan piring emas.

Versi lain mengatakan bahwa songket berasal dari utara yaitu kamboja-siam. Perkembangannya meluas hingga ke Pattani dan sampai di Kelantan serta Terengganu. Pada abad ke-16 songket berkembang ke kota Bharu dan Terengganu. Pengrajin Terengganu mempercayai songket diperkenalkan ke Negara Malaysia melalui Palembang dan Jambi oleh India.

Meskipun ditemukan pada peninggalan abad ke-7 dan 8 tetapi pada saat itu tidak digunakan benang emas seperti songket yang dikenal sekarang. Diperkirakan penggunaan benang emas maupun perak berkembang setelah abad 8. Hingga saat ini secara tradisional songket dibuat menggunakan benang berwarna untuk menciptakan motif mewah.

Songket diyakini sebagai kain mewah yang hanya digunakan oleh kalangan tertentu serta acara khusus. Keunikan dan kemewahan serta filosofi didalamnya menjadi alasan kain ini banyak digunakan dalam acara adat. Pesta pernikahan, penyambutan tamu dari luar daerah, acara adat keagamaan dan berbagai perayaan khusus wajib menggunakannya.

Songket juga digunakan dalam berbagai festival. Tujuannya adalah mengenalkan kekayaan budaya asli Indonesia. Bukan hanya motif yang menawan tetapi juga filosofi dan cara pembuatannya. Sehingga generasi muda lebih mencintai dan peduli terhadap warisan budaya tersebut. Harapannya regenerasi pengrajin songket dapat terus berjalan sehingga tidak punah.

Tidak jauh berbeda dengan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia, songket juga bisa digunakan secara umum dan modern. Banyak desainer kenamaan tanah air yang mulai menggunakan songket dikombinasikan dengan bahan lain. Produk fashion yang dibuat dari songket semakin beragam. Penggunaannya tidak lagi kaku dan terbatas.

Bukan hanya untuk acara adat yang sacral tetapi saat ini lebih luwes karena unsur kontemporer. Anak muda mulai banyak menggunakan bahan songket untuk melengkapi penampilannya. Jika umumnya kebaya dikombinasikan dengan bawahan batik, saat ini rok kebaya dibuat menggunakan bahan songket. 

Tak kalah dengan kain khas daerah lain yang digunakan untuk berbagai jenis pakaian, songket juga dikreasikan menjadi pakaian jadi. Selain rok, songket bisa dibuat menjadi bolero, tunik, baju koko, kemeja dan masin banyak lagi. Bahkan produsen kaos memasukkan unsur songket dalam produksinya. 

Kaos dengan kombinasi songket memiliki ciri khas etnik yang unik. Kehadiran motif dan bahan songket sebagai kombinasi kaos ikut meramaikan pasaran outfit anak muda. Digunakan secara luas bahkan bisa ditemukan melalui online shop dan marketplace. 

Songket memiliki karakteristik sebagai kain tradisional sarat filosofi. Namun penggunaannya saat ini meluas ke berbagai daerah di penjuru tanah air. 

Posted on Leave a comment

Mengenal Teknik Pembuatan, Warna, dan Simbol dari Kain Songket

Kain songket merupakan salah satu jenis kain yang eksklusif. Tidak semua orang memilikinya dan umumnya hanya kalangan tertentu saja. Selain bahannya tidak ditemukan secara umum di pasaran harganya juga lebih mahal dibanding katun, toyobo, spandek dan sejenisnya. Pemanfaatannya juga tidak untuk pakaian sehari-hari.

Songket merupakan bahan yang dihasilkan dari proses menjalin benang-benang menjadi jalinan khas. Proses pembuatannya secara manual menggunakan tangan sehingga setiap benangnya dijalin dengan teliti. Hal inilah yang menyebabkan harganya mahal selain juga dari bahan emas yang digunakan. Penggunaannya hanya terbatas pada acara formal tertentu. 

Teknik Pembuatan Kain Songket

Pembuatan songket dilakukan dengan tangan pengrajin menggunakan alat khusus dan bukan mesin. Songket dianyam dalam dua tahapan yang pertama adalah pola dasar dengan warna benang polos. Hasil anyamannya cukup sederhana kemudian dilanjutkan tahap kedua yaitu menyisipkan benang dekoratif.

Benang dekoratif yang digunakan adalah benang emas atau perak. Membentuk pola tertentu yang menjadikan songket lebih menarik. Warna emas dan perak memberikan efek mengkilap yang mewah. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi dalam menjalin benang-benang songket tersebut. Umumnya dilakukan oleh wanita disela kesibukan sehari-hari.

Secara umum peralatan songket sangat sederhana yaitu alat tenun yang terbuat dari kayu, kayu atau bambu untuk menarik benang, pembuat motif dan alat memasukkan atau menyisipkan benang. Benang yang digunakan adalah katun dikombinasikan dengan sutra dan benang berwarna dari bahan lain.

Warna Pembuatan Kain Songket

Warna songket kebanyakan adalah warna alami yang tidak mencolok. Tetapi justru karakteristik unik ini menyebabkan songket begitu diminati. Tidak banyak ditemukan pada kain lain karena kebanyakan pewarnaan berasal dari bahan kimia. Bahan alami digunakan karena dikerjakan manual yang semuanya masih tergantung dengan alam.

Warna ungu dan merah anggur dihasilkan dari buah kesumba, kuning berasal dari kunyit, hijau dari daun suji dan sebagainya. Dibanding bahan lain yang bermotif, songket memiliki karakter tradisional dan alam. Warnanya tidak mencolok namun tegas menjadi ciri khas sebagai kain tradisional.

Tetapi saat ini sudah banyak pengrajin yang beralih menggunakan pewarna tekstil. Sebab bahan alami yang biasa digunakan sebagai pewarna alami sudah semakin jarang dibudidayakan. Meskipun begitu tidak mengurangi keindahan dan ciri khas dari songket. Paling menonjol dari songket adalah simbol-simbol yang digunakan sebagai motif. 

Arti Simbol Kain Songket

Layaknya bahan batik yang masing-masing memiliki makna pada motifnya, songket juga demikian. Songket sudah dibuat sejak jaman dahulu tak heran jika motifnya merupakan simbol-simbol yang memiliki arti khusus. Bukan tanpa alasan, masing-masing simbol memiliki makna yang masih dipercaya hingga saat ini.

Motif bunga mawar, bermakna sebagai penolak bala. Filosofi mawar yang cantik, wangi dan berani dikaitkan dengan kemampuannya menolak mara bahaya. Motif songket ini digunakan dalam acara adat cukur rambut pada bayi. Dipakai sebagai selimut maupun kain gendong bayi. 

Motif bunga tanjung memiliki makna keramahtamahan tuan rumah. Biasa digunakan untuk menyambut tamu. Baik acara daerah maupun acara formal pribadi. Motif bunga melati sebagai simbol sopan santun, suci dan anggun. Jaman dahulu motif ini digunakan oleh tuan puteri yang belum menikah.

Motif pucuk rebung memiliki makna harapan di masa depan. Filosofi bambu yang unggul, tinggi, kokoh tidak mudah goyah oleh apapun. Kebanyakan songket memiliki motif pucuk rebung pada bagian kepala. Harapan yang disampaikan melalui kain songket ini adalah pemakainya selalu mendapat keberuntungan dan kebaikan sepanjang hidupnya. 

Posted on Leave a comment

Ingin Buat Jaket dari Kain Furing? Kenali Jenisnya Dulu

Kain furing untuk jaket digunakan sebagai pelapis bagian dalam. Tujuan utama menggunakan furing pada jaket adalah untuk menjaga kenyamanan pemakaian sehingga tidak terlalu panas. Meskipun pada dasarnya jaket digunakan untuk menghangatkan tubuh tetapi seringnya menyebabkan gerah berlebih karena bahannya tidak menyerap keringat. 

Kain yang digunakan untuk melapisi bagian dalam jaket ada bermacam jenis. Masing-masing memiliki kelebihan sesuai karakteristiknya. Bahan furing tipis, licin berguna untuk memberikan efek sejuk sesuai untuk pemakaian sebagai pelengkap fashion. Bahan yang memberikan efek hangat cocok digunakan pada musim dingin, berikut penjelasan lengkapnya.

Jenis Kain Furing untuk Jaket Bagian Dalam

Jaket merupakan salah satu jenis pakaian yang wajib dimiliki setiap orang. Sebagai perlindungan baik pada saat musim dingin maupun ketika panas terik. Memilih jaket bukan hanya dari segi kualitas bahan utamanya saja tetapi juga perlu diperhatikan kenyamanannya. Furing sebagai inner berperan penting dalam hal ini.

Pemilihan bahan furing harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan jaket. Untuk menjaga tubuh agar tetap hangat bisa digunakan bahan polar. Bahan ini karakteristiknya mirip wool sering digunakan untuk dalaman jaket para pendaki gunung. Bahannya terbuat dari kapas yang menyerap keringat namun menimbulkan efek hangat.

Bahan polar sangat lembut meskipun tebal sehingga nyaman dan aman digunakan. Meminimalisisr iritasi kulit karena gesekan berulang. Bisa digunakan untuk dalaman jaket anak-anak. Meskipun agak tebal dibanding jenis bahan furing lainnya tetapi bahan polar cukup ringan. 

Kain jala sudah umum digunakan sebagai inner. Untuk jaket bahan ini tidak menimbulkan hangat atau sejuk, netral namun menambah kerapian jahitan jaket. Biasanya digunakan sebagai inner jaket parasut. Selain sebagai inner jaket, kain jala juga digunakan untuk lapisan dalam saku celana terutama yang berbahan parasut. 

Bentuknya seperti jala ikan, jalinan serat kainnya tidak rapat dan berbentuk lubang-lubang. Memungkinkan sirkulasi udara lancar sehingga menimbulkan efek sejuk ketika dipakai meskipun di siang hari. Sifat jaket parasut cenderung panas sehingga kain jala dapat menetralisir.

Bahan katun, 100% terbuat dari kapas alami. Sifatnya halus, breathable, menyerap keringat, cukup nyaman digunakan sebagai inner. Umumnya bahan katun polos yang digunakan sebagai furing namun ada juga motif kotak-kotak. Kain furing ini cocok digunakan untuk jaket fashion yang digunakan sehari-hari. 

Satin asahi dengan karakteristik licin, halus, tipis dan ringan juga dimanfaatkan sebagai furing jaket. Bahan ini umumnya menimbulkan rasa panas dikulit karena terbuat dari polyester. Bahan asahi selain digunakan untuk jaket juga sebagai furing pada blazer. Menambah kerapian dan membantu jahitan blazer lebih presisi.

Agak kasar jika dibandingkan dengan bahan furing lainnya namun tetap nyaman digunakan. Furing berbahan asahi banyak digunakan sebagai inner mantel bulu. Bagi mereka yang tinggal di daerah beriklim dingin bisa digunakan setiap hari. Tingkat ketebalannya pas untuk bahan mantel. 

Furing dormeuil karakteristik bahannya halus namun tebal. Digunakan untuk menambah hangat tubuh sekaligus membuat kain utama lebih rapi. Biasa digunakan untuk furing blazer karena lembut dikulit dan tidak pengap. Menyerap keringat dengan baik sehingga ketika lembab akan kering dengan cepat.

Furing ini cukup banyak diminati karena selain membuat jaket lebih rapi dan nyaman juga ekonomis. Harganya sangat terjangkau tetapi kualitasnya cukup bagus sebagai bahan lapisan bagian dalam. Dormeuil asli memiliki cap atau stamp disetiap cmnya. Terdapat ketebalan berbeda kain furing disesuaikan dengan jaket atau blazer.

Posted on Leave a comment

Perhatikan Ini Jika Ingin Menggunakan Kain Furing Untuk Baju!

Menggunakan kain furing sebagai bahan membuat pakaian bukan hal mudah. Pastinya banyak pertimbangan yang harus diperhatikan. Sebab dilihat dari karakteristiknya kain furing memiliki berbagai kelemahan jika digunakan sebagai bahan utama membuat pakaian. Sangat berbeda dengan kain pada umumnya seperti katun, toyobo, spandek, woflis dan sebagainya.

Membuat pakaian yang paling utama harus nyaman digunakan, sesuai dengan suasana apakah santai atau formal. Kenyamanan dalam berpakaian takk lepas dari peran bahan pembuatnya. Meskipun secara estetika menarik tetapi jika pemakainya tidak nyaman tidak akan banyak dilirik konsumen. Hal ini harus diperhatikan ketika memanfaatkan furing.

Kain Furing untuk Baju

Memanfaatkan furing untuk baju harus disesuaikan dengan bahan utamanya. Masing-masing bahan furing memiliki karakteristik berbeda tidak semua cocok untuk satu jenis kain. Sebaiknya konsultasikan dengan penjual sebelum memilih bahan furing. Manfaatkan rekomendasi dari pengalaman konsumen sebelumnya jika belum percaya diri mencoba kombinasi baru.

Furing dibutuhkan pada kain yang tipis. Tujuannya untuk menambah ketebalan bahan utama tersebut sehingga tidak tampak menerawang. Bahan tipis dan jatuh goyor memang sangat digemari karena menghasilkan potongan anggun untuk dress. Tetapi pada sebagian orang kurang percaya diri ketika mengenakannya.

Furing dapat menyempurnakan keindahan dress maupun rok yang tipis, ringan dan jatuh goyor tersebut. Selain itu juga memfasilitasi bagi penggunaan gamis. Lebih aman dan menutup aurat dengan baik namun tetap kekinian. Selain pada gamis furing juga bisa digunakan pada kerudung.

Menggunakan kain utama yang sifatnya menahan panas perlu diaplikasikan furing. Beberapa kain memiliki tekstur rapat dan mengkilap sehingga tampak elegan ketika dikenakan. Tetapi kelemahannya adalah menimbulkan gerah dan panas jika digunakan siang hari atau dalam waktu lama.

Solusi paling tepat adalah menggunakan dalaman berupa furing yang nyaman. Pilih furing dari bahan katun yang tipis dan breathable. Sehingga dapat menyerap keringat dari permukaan kulit yang bersentuhan langsung. Tampil elegan namun tetap nyaman selama mengenakan pakaian tersebut.

Furing juga diperlukan untuk bahan yang membentuk lekuk tubuh. Meskipun terlihat seksi menonjolkan kelebihan tubuh tetapi tidak semua orang menyukainya. Terutama bagi yang berhijab, sangat menghindari bahan jatuh dan membentuk lekukan tubuh. Maka ditambahkan furing dari dalam supaya lebih tebal dan mengembang.

Ciri-Ciri Furing yang Bagus

Kain furing yang bagus adalah tipis, lembut dan menyerap keringat sehingga nyaman digunakan. Ciri ini bisa didapatkan dari bahan ero, yaitu bahan yang umum digunakan sebagai seragam sekolah. Kualitasnya standar, tipis, berpori, warna putih biasa digunakan sebagai baju kemeja seragam sekolah dengan harga terjangkau.

Kain asahi memiliki karakteristik halus namun sedikit panas karena dibuat dari 100% polyester. Asahi dimanfaatkan sebagai furing pada baju brukat dan bahan tipis lainnya. Efek agak mengkilapnya menjadikan bahan brokat tampil lebih hidup dan mudah dijahit. Kain ini mengurangi tampilan lekuk tubuh pada penggunaan dress.

Kain dormeuil sering digunakan untuk kantong jaket. Karakteristiknya tipis, licin, halus meskipun tidak menyerap keringat dengan baik tetapi nyaman digunakan. Kain ini sangat terjangkau dengan harga tidak lebih dari Rp10.000/meter. Kualitasnya berada dibawah kain ero dan asahi maka penggunaannya tidak sebanyak kedua kain tersebut.

Kain tricot, meskipun fungsinya seperti vaselin yang ditempelkan pada bahan utama pakaian tetapi bisa juga sebagai furing. Menambah ketebalan sehingga memudahkan penjahitan pada bahan licin. Selain itu kain furing ini juga menjadikan bahan pakaian lebih rapi dan presisi.

Posted on Leave a comment

Kenali Fungsi Kain Furing Lebih Jauh Sebelum Menggunakannya

Kain furing merupakan kain tambahan yang digunakan sebagai dalaman pakaian utama. Banyak tujuan penggunaan kain ini sesuai dengan jenis dan karakteristik kain utama. Tidak semua jenis pakaian memerlukan furing didalamnya. Tetapi karena harganya murah banyak produsen pakaian menggunakannya sebagai kreasi meskipun tidak terlalu dibutuhkan.

Bukan hanya pakaian saja yang menggunakan furing sebagai dalaman. Furing digunakan juga untuk jaket, tas, dompet wanita, topi, koper dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa brand tas wanita memiliki label sendiri untuk kain yang digunakan sebagai dalaman ini. Selain memberi proteksi juga menambah nilai eksklusif.

Fungsi Kain Furing

Sering menggunakan tetapi tak banyak yang paham mengenai fungsi penggunaan furing pada pakaian. Bukan hanya sebagai pemanis atau menambah nilai estetika dari dress, rok atau jenis pakaian lainnya. Fungsinya sangat luas dan pada beberapa jenis kain tertentu furing menjadi sangat penting. Dan berikut adalah penjelasannya!

#1 Supaya Tidak Tipis

Membuat hasil potongan pakaian menjadi lebih tebal. Bahan yang tipis seperti shifon, ceruty, twiscone membutuhkan tambahan furing jika akan digunakan sebagai pakaian. Rok, dress atau gamis akan lebih bernilai estetik dan lebih sopan serta nyaman. Tampilan pakaian yang tipis membuat pemakainya kurang percaya diri.

Bagi pemilik postur tubuh yang kurus penggunaan pakaian tipis akan semakin menunjukkan kekurangan tersebut. Tubuh yang kurang berisi sering membuat kurang percaya diri. Supaya tampak lebih berisi bisa memanfaatkan furing untuk jenis kain yang tipis. Sehingga bentuk tubuh yang sebenarnya tersamarkan dan tampak lebih ideal.

#2 Bisa Untuk Busana Muslim

Furing menjadi wajib bagi busana muslim. Syarat busana muslim sesuai aturan adalah tidak transparan tidak membentuk lekuk tubuh. Padahal saat ini kain yang banyak dimanfaatkan sebagai gamis memiliki karakteristik tipis dan jatuh goyor. Sebut saja bahan spandek yang masih menjadi favorit para wanita.

Menambahkan furing membuat bahan yang semula tidak memenuhi syarat sebagai pakaian muslim bisa tetap digunakan. Lebih fleksibel dalam mengikuti tren fashion kekinian yang banyak menggunakan bahan tipis. Muslimah juga dapat menggunakannya namun tetap syar’i. Sekaligus meningkatkan kenyamanan berpakaian syar’I karena meminimalisir pandangan negatif orang lain.

#3 Lebih Rapi

Furing membantu proses pembuatan pakaian terutama potongan-potongan yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. Blazer, bolero adalah contoh jenis pakaian yang digunakan sebagai luaran. Maka harus rapi dan enak dilihat ketika digunakan. Bahan pembuat blazer maupun bolero akan lebih mudah dibentuk dan lebih rapi dengan bantuan furing.

Penggunaan kain furing pada tas, dompet atau koper menjadikan hasil akhir rapi. Menutup atau menyembunyikan bagian dalam jahitan sehingga tidak tampak. Jahitan rapi merupakan branding dari produsen sebagai perusahaan berkualitas. Meskipun dibandrol lebih mahal tetapi pakaian atau asesoris yang dijahit rapi lebih mudah menarik konsumen.

#4 Pakaian Lebih Awet

Pakaian berbahan soft seperti ceruti atau shifon memiliki tekstur halus dan tipis. Bahan seperti ini sangat mudah rusak karena proses pencucian seperti sobek atau tersangkut yang menyebabkan serat kain tertarik. Akibatnya pakaian tidak awet dan mudah rusak. Penggunaan furing membantu melindungi terutama pada proses pencucian.

Karena menambah ketebalan permukaan pakaian sehingga mempermudah perawatan. Warna pakaian asli tidak mudah pudar karena proses pengeringan langsung dibawah sinar matahari. Setrika menjadi mudah karena lebih toleran terhadap suhu panas, tidak mudah berkerut. 

Bahan seperti brukat umumnya memerlukan penyimpanan khusus dan dan tidak bisa dilipat karena mudah rusak. Tetapi tidak perlu khawatir jika menggunakan furing pada pakaian brukat tersebut. Penyimpanan bisa dilipat dengan mudah bahkan untuk bahan soft karena adanya kain furing.

Posted on Leave a comment

6 Manfaat Kain Furing yang Mengejutkan, Bisa Anti panas!

Kain furing memang kurang populer di kalangan konsumen fashion. Umumnya kain luaran atau bahan utama pakaian lebih dikenal secara luas. Meskipun manfaatnya sangat penting tetapi kain ini sering diabaikan. Jenisnya sangat beragam namun kebanyakan berwarna polos tanpa motif. Serta harganya murah jauh dibawah kain utama.

Kain ero, asahi, tricot dan masih banyak lagi jenis kain yang khusus untuk inner. Kain ini tidak bisa berdiri sendiri digunakan sebagai pakaian. Sebab karakteristiknya tidak sesuai untuk bahan luaran. Tidak semua pakaian membutuhkan furing dan berikut adalah manfaat penggunaan furing.

#1 Bebas Transparan

Menggunakan kain furing membantu tampilan pakaian yang digunakan lebih aman dan tidak transparan. Bahan yang tipis dan menerawang seperti ceruty, sifon, twiscone memerlukan tambahan inner. Sehingga lebih tertutup, sopan dan menambah rasa percaya diri pemakainya. 

Furing sangat penting peranannya dalam membuat gamis dan pakaian muslim wanita. Sebab pada prinsipnya pakaian muslim tidak boleh transparan dan menampakkan anggota tubuh. Maka tak heran jika dalam pembuatannya gamis menggunakan bahan tebal atau tambahan furing pada bahan tipis.

#2 Anti Panas

Furing memiliki fungsi anti panas khususnya pada penggunaan pakaian berbahan linen, twiscone atau bahan tebal lainnya yang menimbulkan efek panas. Misalnya pada penggunaan jaket yang umumnya berbahan tebal. Penggunaan jaket akan lebih nyaman dengan menambahkan furing berbahan dingin seperti katun.

Jaket saat ini bukan lagi sebagai penghangat tubuh tetapi sudah beralih fungsi sebagai salah satu fashion item wajib. Penggunaannya tidak hanya di malam hari atau pada saat musim dingin. Jaket bisa dipakai siang hari untuk menambah keserasian outfit yang dikenakan.

#3 Penyerap Keringat Terbaik

Bersentuhan langsung dengan kulit furing memiliki fungsi sebagai penyerap keringat. Digunakan pada bahan non katun yang tidak dapat menyerap keringat dan kelembaban. Sehingga pakaian yang dimiliki tersebut lebih fleksibel penggunaannya. Tidak hanya pada malam hari atau ketika cuaca dingin tetapi bisa dipakai kapanpun.

#4 Lekuk Tubuh Berkurang

Kain furing menjadi solusi bagi pakaian berbahan jatuh goyor. Beberapa kain memiliki karakteristik jatuh dan mencetak lekuk tubuh dengan jelas. Meskipun anggun jika digunakan tetapi pada sebagian orang menyebabkan kurang percaya diri. Maka perlu ditambahkan furing agar sedikit mengembang dan tebal.

Gamis dan pakaian syar’I dari bahan tipis seperti kaftan memerlukan tambahan furing sebagai inner. Sehingga tetap bisa digunakan dengan anggun tetapi memenuhi syarat sebagai pakaian muslim. Bagi yang memiliki tubuh kurus, furing juga berfungsi menyamarkannya sehingga terkesan lebih berisi.

#5 Lebih Rapi

Furing bisa digunakan untuk pakaian pria misalnya jas dan baju batik. Batik berbahan semi sutra umumnya lebih licin dan sulit dijahit dengan rapi. Tambahan furing membantu tampilan pakaian batik tersebut menjadi lebih rapi dan presisi. 

Blazer wanita juga membutuhkan furing agar lebih rapi, tegas dan potongannya presisi. Blazer umumnya lebih mahal dibanding pakaian biasa salah satunya karena pembuatannya yang lebih sulit. Blazer selalu menggunakan furing karena merupakan pakaian eksklusif yang digunakan untuk aktifitas resmi.

#6 Pakaian Jadi Lebih Mudah Dipakai

Beberapa jenis kain memiliki tekstur kesat sehingga agak sulit dipakai jika ukurannya ketat atau body fit misalnya rok span. Menambahkan furing berbahan licin akan memudahkan dalam penggunaan rok tersebut. Bagi anak-anak lebih membantu mempermudah belajar memakai pakaian sendiri.

Meskipun harganya murah dan tampilan bahannya sangat sederhana tetapi furing memiliki banyak manfaat. Menambah kenyamanan penggunaan berbagai jenis pakaian. Memberi dasar untuk pakaian pesta berbahan brukat. Kain furing tidak bisa dikesampingkan fungsinya dalam pembuatan pakaian.