Posted on Leave a comment

Trend Fashion Busana Hingga Sepatu Menggunakan Kain Suede

Tak disadari bahwa perkembangan teknologi mampu mengguncangkan dunia fashion dengan menghadirkan beberapa jenis kain, salah satu yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah kain suede. Mengingat,  trend berpakaian menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat saat ini. Setiap harinya model baju selalu berganti.

Ada yang mengatakan kalau tidak mengikuti trend yang sedang berkembang, dikatakan kudet, katrok, dan istilah lainnya. Begitulah perkembangan dunia fashion yang berkembang secara pesat berkat adanya teknologi, dan permintaan dari pasaran yang juga begitu banyak. Inilah trend busana dari kain jenis suede. 

Trend Busana Menggunakan Kain Suede

Trend busana yang terbuat dari kain suede, bisa dikatakan sebagai bukti perkembangan dunia fashion. Keberadaannya juga tak kalah penting dari trend busana lain, kain jenis suede juga bisa dikombinasikan dengan yang lainnya, misal batik. Lalu apa saja perpaduan gaya menggunakan kain jenis suede? Berikut penjelasannya. 

Trend Wear Basic Trousers

Perpaduan gaya kain jenis suede yang pertama ada wear basic trousers, gaya ini mengutamakan celana panjang yang saat ini menjadi pusat perhatian kalangan remaja. Kemudian atasannya bisa menggunakan busana yang berbahan kain jenis suede, bersiaplah anda akan disoroti oleh orang lain karena penampilannya yang kece. 

Meskipun terlihat sederhana, akan tetapi membuat anda menjadi pribadi yang lebih berkharisma. Bagaimana apakah anda tertarik untuk mencoba perpaduan gaya kain jenis suede ini? jika iya, cobalah wear basic tours untuk menemani suasana santai anda. 

Trend Wear Suede T-Shirt

Selanjutnya ada trend wear suede t-shirt, gaya ini sangat pas bagi anda yang mencintai kemeja dan memiliki tekstur lembut serta nyaman saat digunakan. Terkadang perpaduan gaya baju mampu menunjukan pribadi seseorang yang sesungguhnya, sama halnya dengan gaya ini yaitu sangat mencintai ketenangan dan kedamaian.

Hal tersebut bisa anda lihat, bahwa penggunaan t-shirt memang mempunyai nuansa yang kalem, tidak menyukai keramaian dan kekacauan. Nah anda bisa memadukan t-shirt menggunakan celana denim  panjang. Anda bisa memanfaatkan trend wear suede t-shirt saat berkencan dengan gebetan. 

Trend Wear Jacket Version

Jika yang sebelumnya menggunakan perpaduan kemeja ataupun t-shirt, kali ini anda bisa mencoba suasana baru dengan menggunakan jacket version sebagai hiasan pelengkap. Siapa saja yang mengenakan jaket dengan bahan dasar kain jenis suede akan terlihat lebih keren, sederhana namun tetap memberikan kesan elegan.

Trend Wear Long Outer 

Trend busana dengan memadukan kain jenis suede yang terakhir adalah wear long outer. Sangat cocok dikenakan pada saat musim dingin, anda tetap terlihat trendy  meskipun digunakan pada musim salju ataupun penghujan. Selain itu, jaket ini juga memiliki fungsi sebagai aksesoris ketika anda menggunakan kaos oblong. 

Trend Sepatu Menggunakan Kain

1.Kain Jenis Suede

Siapa sangka bahwa keberadaan jenis kain mampu dipadukan dengan segala trend fashion, sepatu misal. Pertama anda bisa memadukannya dengan kain jenis suede bahan dasarnya yang lembut dan halus sangat cocok ketika dipadukan dengan sepatu. Disisi lain akan memberikan kesan santai dan tidak terlalu formal.

2.Kain Buk/ Nubuck

Trend yang kedua menggunakan kain buk/ nubuck, jenis kain ini memang sekilas terlihat mirip dengan kain jenis suede. Letak perbedaanya hanya pada proses pembuatannya, kalau kain jenis suede diproses dengan menyamak bagian dalam kulit. Sedangkan kain buk yang disamak pada bagian luar kulit. 

3.Kain Brush Off

Selanjutnya trend menggunakan kain brush off, mempunyai kualitas baik, dan permukaannya sangat mengkilap sehingga memberikan anda kesan menawan dan anggun. Disamping itu, permukaannya juga dilengkapi dengan bahan acrylic, dan menjadikannya lebih bersinar.  Itu saja pembahasan tentang trend busana menggunakan kain suede dan kain lainnya. 

Posted on Leave a comment

Ingin Kain Suede Awet dan Tahan Lama? Ini Tipsnya!

Pernahkah anda bertanya tentang apakah itu kain suede? Artikel kali ini akan menjelaskan kepada anda tentang seputar jenis kain terutama suede. Pengertian dari kain jenis suede merupakan salah satu jenis kain yang terbuat dari bahan kulit sapi atau sintetis. Dengan begitu, menghasilkan kain yang lembut.

Adapun hasil kain jenis suede ini seringkali dibuat sebagai jaket, sepatu, kemeja, dompet, dan kaos oblong. Kata Suede ini diambil dari bahasa Perancis yang memiliki arti sarung tangan yang berasal dari Swedia. Sedangkan bahan kulit yang digunakan yaitu sapi, rusa, domba, dan kambing.

Tentu ada alasan tersendiri mengapa menggunakan bahan kulit tersebut. Salah satunya karena kulit hewan yang sudah dijelaskan tadi memiliki serat, maka dari itu saat proses pembuatan kain menjadi lebih mudah. Bahkan dalam proses penjahitan, kain lebih cepat terselesaikan.

Cara Merawat Kain Suede

1.Tidak Boleh Menggunakan Air

Untuk tips pertama dalam masalah perawatan kain suede yakni tidak boleh menggunakan air. Hal tersebut dikarenakan dapat merusak tekstur yang dimilikinya. Yang tadinya halus menjadi kasar bahkan menjadi berudul. Lalu bagaimana caranya? Cukup menggunakan sikat kering dalam membersihkan kotoran ataupun debu yang membandel.

Selain menggunakan sikat, anda juga harus menggunakan sedikit cairan agar semakin bersih dan teksturnya tetap terjaga. Karena jika kita merawatnya dengan baik, tentu saja kain yang dimiliki semakin awet dan tahan lama meski seringkali dipakai.

2.Menggunakan Penghapus Pensil

Lanjut pada tips yang kedua, jika biasanya perawatan kain menggunakan sikat. Kali ini ada cara yang unik tentu sangat mudah dilakukan. Anda bisa menggunakan penghapus pensil ketika ingin menghilangkan noda atau kotoran. Tenang, langkah ini aman dilakukan, karena sudah banyak yang mencobanya dan hasilnya memuaskan.

Jika anda takut tekstur kainnya rusak, langkah kedua ini cocok sekali dilakukan. Namun pastikan penghapus pensil yang digunakan juga memiliki tekstur lembut. Anda bisa melakukan langkah yang pertama maupun kedua, sesuaikan dengan keadaan kain yang anda miliki. Dengan begitu, ekspektasi agar kainnya awet semakin terealisasi.

3.Gunakan Cairan Tertentu

Meskipun pada poin pertama menggunakan sedikit cairan, bukan berarti anda memberikan cairan yang abal-abal. Pasalnya tidak semua jenis cairan cocok pada kain jenis suede. Bukannya kotoran atau debu yang menghilang, justru menjadi rusak. Jenis cairan apa sih yang cocok untuk kain jenis suede?

Untuk jenis cairan sendiri berupa spray yang mudah anda temukan di toko, selain itu bisa dibawa kemana saja. Sehingga ketika anda sedang berpergian dan aku dan kotoran yang menempel bisa langsung di beri cairan. Tentu dong sangat aman digunakan dan tidak membuat warna menjadi luntur.

4.Menggunakan Tepung Maizena

Kemudian pada tahapan yang keempat yaitu menggunakan tepung maizena, nah kalau ini tentu bahannya sangat mudah dicari bukan? Mungkin ada dari anda yang heran mengapa bisa menggunakan tepung maizena dalam perawatan kain jenis suede? Apakah tidak merusak tekstur kainnya? Di artikel inilah dikupas secara mendalam.

Keberadaan tepung maizena dipercaya sebagai penghilang noda pada kain jenis suede, kandungannya mampu membuat lapisan serat kain tetap lembut dan bagus. Caranya, taburkan tepung maizena di bagian kain yang terkena noda, tunggu beberapa menit, maka noda akan menghilang. Bagaimana sangat mudah bukan? Anda bisa mencobanya di rumah.

5.Menggunakan Sikat Gigi

Apakah anda memiliki sikat gigi yang sudah tidak terpakai, namun masih layak untuk digunakan? Daripada dibuang, lebih baik Anda memanfaatkannya sebagai media untuk menghilangkan noda atau debu pada jenis kain suede. Pilihlah jenis buka sikat yang lembut, agar tidak merusak serat kainnya.

Selain itu anda juga bisa memberikan sedikit cairan agar hasilnya maksimal. Bagaimana apakah penjelasannya cukup membantu anda dalam merawat kain jenis suede ini? Itu saja pembahasan tentang perawatan kain suede yang semoga mampu memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Posted on Leave a comment

Seperti Inilah Proses Pembuatan Kain Sintetis yang Benar

Masa remaja menjadi masa dimana penuh kenangan, maka dari itu tak heran banyak yang mengikuti trend masa kini, salah satunya menggunakan kain sintetis. Apalagi saat ini sudah banyak yang menghadirkan berbagi busana dengan menggunakan bahan dasar kain jenis sintesis. Alasannya karena teksturnya lembut serta nyaman.

Mengingat saat ini, perkembangan dalam dunia fashion banyak sekali remaja yang masih mengenakan bahan yang mengkilap. Sebut saja seperti bahan polyamide, spandex, ataupun nilon. Setiap jenis kain memang memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan jenis kain tersebut. Yang paling utama adalah nyaman saat dikenakan.

Bukankah kenyamanan paling utama? Percuma membeli kain mahal, ketika dikenakan membuat risih dan mengganggu aktivitas anda? Maka dari itu pilihlah jenis kain yang sesuai dengan keadaan. Jika sedang di daerah tropis kenakan busana yang menyerap keringat, begitu sebaliknya. Berikut ulasan mengenai kain jenis sintesis.

Proses Pembuatan Kain Sintesis

Dalam proses pembuatan jenis kain tentu harus melalui tahapan yang panjang, sama halnya ketika membuat kain sintetis. Dimulai dari proses pembuatan benang, kemudian dilakukan menjadi kain sampai berbentuk busana. Terlebih dari itu, ada beberapa kinerja dalam proses pembuatan kain

Nah artikel kali ini akan membantu anda dalam memahami masalah tersebut. Apalagi ketika anda memiliki niat meniti karir untuk membuka usaha menjual kain. Jadi harus ada modal terlebih dahulu, agar bisa lebih paham ketika melayani pelanggan.

#1 Ginning

Teknik pertama dalam proses pembuatan benang menjadi kain yaitu teknik gining atau biasa disebut sebagai teknik penjeratan (mengubah serat). Biasanya teknik ini dilakukan pada musim panen kapas berlangsung. Setelah itu, kapasnya dipisahkan dengan polongnya sampai benar-benar terpisah. Ketika panen jadi lebih mudah menemukan bahan dasarnya.

Sehingga tahapan awal ini juga disebut kegiatan memisahkan kapas dari bijinya, lakukan secara maksimal agar kain yang dihasilkan juga bagus dan memiliki kualitas terbaik. Jadi saat dilakukan proses menjahit lebih mudah dan efektif. Bisa dilakukan menggunakan teknik manual atau menggunakan mesin.

#2 Spinning

Tahapan kedua dilakukannya proses spinning atau proses pemintalan bahan. Dalam proses ini kegiatannya yaitu membuka bola kapas kemudian dicampur dengan bahan serat kapas. Usahakan sampai keduanya menyatu dengan baik. Jadi kesimpulan dalam teknik spinning adalah memisahkan serat, untuk segera dijahit bisa menggunakan campuran kulit kapas.

#3 Weaving

Kemudian lanjut pada teknik Weaving, proses ini baru bisa dilakukan. Apabila pada teknik yang sebelumnya berhasil dilakukan dengan baik, karena kalau tidak maka yang terjadi adalah kain yang dihasilkan tidak memiliki kualitas bagus dan tidak terasa nyaman saat dikenakan. Tahukah anda apa itu proses Weaving?

Teknik Weaving yaitu proses dimana dilakukannya pengubahan dari benang menjadi kain jenis sintesis. Dalam proses ini, kainnya harus dipintal dulu, hal tersebut dilakukan agar pada saat penganyaman mudah dilakukan. Disisi lain anda juga bisa mengontrol berapa banyak benang yang digunakan.

#4 Finishing

Lanjut pada tahapan keempat atau sering disebut sebagai teknik finishing (penyelesaian). Perlu diketahui juga bahwa ketika teknik finishing ini tidak terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Itulah yang menjadikannya letak perbedaan dari teknik sebelumnya. Pasalnya dalam teknik finishing hanya dilakukan pemberian cairan kimia.

Cairan kimia ini diberikan agar bahannya tahan lama, awet, sehingga kualitasnya terbaik dan tidak kalah jauh dengan jenis kainnya. Selain itu, agar bisa terlindungi dari paparan sinar Ultraviolet, yang jika dibiarkan mampu merusak tekstur kain, sehingga gampang rusak dan lusuh. Itulah teknik dalam proses pembuatan kain sintetis.

Posted on Leave a comment

Bingung Membedakan Kain Sintetis Vs Non Sintesis? Ini Bedanya!

Dalam proses pembuatan benang menjadi kain sampai busana yang dipakai sehari-hari, tentu harus melalui proses yang panjang, seperti dalam proses pembuatan kain sintetis. Begitu juga dalam masalah memilih bahan yang akan digunakan, tentu harus tahu bagaimana karakteristiknya.  Dimulai dari bahan kain satin, katun maupun sintetis. 

Hal ini penting dilakukan untuk menentukan jenis pakaian  yang  dibuat. Coba bayangkan, ketika memiliki bahannya, namun salah digunakan dalam membuat pakaian, tentu hasilnya mengecewakan bukan? Nah, lalu apa yang membedakan antara kain jenis sintesis dengan kain yang non sintesis? Selengkapnya ada di ulasan berikut ini. 

Kain Sintetis Vs Non Sintesis

Mungkin diantara kalian ada yang belum paham perbedaan kain sintetis dengan kain non sintetis. Letak perbedaan paling dominan dari keduanya adalah pada bahan dasar yang dipakai dalam proses pembuatan sampai menjadi kain. Ada yang menggunakan bahan alami, dan ada pula yang menggunakan bahan campuran kimia.  

Sehingga hasilnya juga berbeda, itulah yang mempengaruhi harga serta kualitas yang dimilikinya. Nah, kalau dari segi bahannya, apa saja yang membedakannya? Berikut akan dijelaskan secara lengkap, dan semoga mampu memberikan referensi untuk anda, dan jangan lupa untuk dibaca sampai selesai.

Bahan Kain Wol

Letak perbedaan pertama antara kain jenis sintesis dengan kain non sintetis adalah menggunakan bahan kain wol. Bahan ini dipercaya memiliki kain yang tahan terhadap suhu panas, serta memiliki sifat elastis. Namun sayangnya bahan wol tidak mampu menyerap keringat  sehingga sering digunakan pada saat musim dingin.

Dikarenakan mampu memberikan kehangatan pada tubuh,  seringkali menggunakan bahan dasar bulu domba yang telah dibersihkan. Selain itu, bahan ini juga mudah ditemukan, meski begitu harga yang ditawarkan cukup mahal dibandingkan dengan jenis bahan lainnya. Apakah anda ingin memilikinya?

Bahan Kain Sutera

Lanjut pada bahan yang membedakan antara kain jenis sintesis dan kain non sintetis yaitu menggunakan bahan kain sutra. Bahan dasar sutra memiliki serat yang cukup kuat, serta memiliki tekstur yang lembut dan halus, sehingga saat dikenakan memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menggunakannya. 

Karakteristik yang dimiliki kain sutera ini terlihat tipis, namun disisi lain mempunyai sifat anti kerut. Sifat inilah yang membuat konsumen merasa nyaman, dan mampu bertahan pada cuaca yang panas, serta melindunginya dari sinar matahari. Fakta unik lainnya adalah bahwa kain sutera juga dijadikan sebagai pengobatan. 

Bahan Kain Katun

Selanjutnya menggunakan bahan kain jenis katun, untuk jenis ini pasti sudah sangat familiar di kalangan para pecinta dunia fashion. Kain katun memiliki tekstur yang tebal, sehingga memudahkannya menjadi kusut dan tidak awet. Meski begitu, ada kelebihan yang dimiliki kain katun yaitu mampu menyerap keringat secara maksimal. 

Maka dari itu, jenis kain katun seringkali dibuat untuk kaos oblong, kaos olahraga, yang memudahkan penggunanya dalam bergerak. Serta mampu menyerap keringat ketika melakukan aktivitas diluar rumah dan terkena matahari secara langsung. Sehingga tak heran, kalau kain katun menjadi kain yang paling dicari.

Bahan Kain Linen

Letak perbedaan yang selanjutnya yaitu pada bahan kain linen, mungkin dari namanya sangat jarang didengar, akan tetapi kain linen seringkali digunakan dalam pembuatan baju ataupun kaos. Permukaan yang mengkilap dibandingkan dengan kain katun, menjadi alasan banyak diburu oleh konsumen. Tentu ada beberapa alasan lainnya. 

Siapa pun yang menggunakan kain linen akan tampil lebih elegan epic, memberikan kesan anggun. Sehingga wajar apabila kain linen banyak diburu konsumen, dan setiap jenis kain yang dibuat tentu memiliki penggemarnya masing-masing. Itulah letak perbedaan kain sintesis dengan non sintesis dari segi bahan yang digunakan. 

Posted on Leave a comment

Mengenal Plus Minus Kain Sintetis dan Jenisnya Lebih Jauh

Kain sintetis saat ini banyak beredar di pasaran dan banyak digunakan sebagai bahan pembuat pakaian baik pria maupun wanita. Dunia fashion tanah air seperti tidak pernah kehabisan model. Selalu ada trend baru model fashion yang digemari masyarakat. Perputaran model pakaian bisa terjadi dalam hitungan hari. 

Mengikuti trend konsumen fashion para produsen tekstil memberikan berbagai alternatif kain untuk digunakan. Maka tak heran jika setiap bulan selalu muncul pakaian dengan material berbeda meskipun modelnya sama. Misalnya gamis berbahan hyget, bulan berikutnya berbahan rayon viscose dan seterusnya, untuk satu model.

Macam-Macam Kain Sintetis

Ada berbagai macam bahan sintetis yang digunakan industri garmen tanah air. Yang pertama dan paling populer adalah polyester. Serat ini dihasilkan dari pengolahan minyak bumi menghasilkan biji plastik. Ketersediaannya melimpah sehingga harganya terjangkau. Tetapi kurang nyaman digunakan sebagai pembuat pakaian.

Polyester biasanya tidak digunakan secara mandiri sebagai bahan pakaian. Serat ini biasa dicampur dengan material lain seperti spandek, sutra, kapas dan sebagainya sehingga menghasilkan bahan yang lebih ramah. Lebih nyaman digunakan karena tidak panas dan lembab.

Serat Aramid, terbuat dari nilon. Serat ini digunakan untuk membuat pakaian khusus seperti seragam damkar, pakaian pembalap dan sebagainya. Serat ini tahan panas hingga suhu 530C serta tahan api. Namun tidak sesuai untuk dijadikan sebagai pakaian sehari-hari karena kurang nyaman dan panas.

Serat acrylic atau wol imitasi. Bahan ini sering digunakan untuk membuat jaket karena memberi efek menghangatkan layaknya wol. Lebih cepat kering sehingga penggunaan lebih nyaman dan perawatannya mudah. Kelemahannya material ini kurang cocok digunakan untuk bahan membuat pakaian sehari-hari di daerah tropis.

Serat CDP, merupakan gabungan dari kain sintetis polyester. Merupakan hasil modifikasi polyester menghasilkan kain yang lebih nyaman digunakan sebagai pakaian. Sifatnya awet seperti polyester tetapi fleksibel dan breathable. Harga terjangkau dan perawatannya mudah. Namun penggunaannya belum sebanyak kain lain pada umumnya.

Plus Minus Kain Sintetis

Kelebihan yang utama adalah murah dan mudah didapat dibanding bahan aslinya. Sehingga lebih menghemat biaya produksi industri garmen. Bahan sintetis juga lebih mudah dalam perawatan tidak mudah rusak karena proses cuci jemur. Selain itu tidak mudah kotor dan bau karena sifatnya tidak menyerap.

Tersedia dalam berbagai variasi warna yang lebih banyak dibanding bahan asli. Sehingga memberikan pilihan lebih mudah bagi calon konsumen. Bisa disesuaikan dengan selera fashion dan warna kulit pemakainya. Kombinasinya lebih kekinian dan mengikuti trend fashion terbaru.

Kelemahan bahan sintetis adalah tidak menyerap keringat sehingga kurang nyaman digunakan di daerah tropis. Menyebabkan gerah berlebih ketika dikenakan pada siang hari. Untuk jenis pakaian tertentu kurang sesuai karena membatasi gerak dan mobilitas. Sifat bahannya menghambat sirkulasi udara dan memberi efek panas. 

Kegunaan Serat Sintetis

Serat sintetis tahan terhadap serangan jamur dan bakteri karena sifatnya tidak menyerap. Sifat bahan seperti ini cocok digunakan sebagai pelindung misalnya masker wajah. Mencegah penularan penyakit dan kontaminasi udara. Bahan sintetis umumnya memiliki tingkat elastisitas tinggi, cocok digunakan sebagai pakaian olahraga. 

Dapat melebar hingga beberapa persen adalah keuntungan penggunaan bahan sintetis untuk berbagai aktivitas fisik. Untuk seragam senam, yoga, atletik, kaos sepeda dan sebagainya lebih nyaman. Serat sintetis yang dicampurkan pada material bahan lain membantu meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia.

Serat sintetis tidak mudah kusut. Banyak digunakan dalam pembuatan kain lain sehingga membantu memudahkan dalam perawatan. Karena tidak mudah kusut kain yang dibuat dari serat sintetis lebih mudah dalam penyimpanan. Secara umum kain sintetis sangat berguna bagi industri fashion karena memaksimalkan penggunaan bahan lainnya.

Posted on Leave a comment

5 Jenis Kain Sintetis yang Terbaik, Mana Pilihanmu?

Industri garmen semakin maju dengan digunakannya kain sintetis sebagai bahan utama membuat pakaian jadi. Banyak sekali manfaat menggunakan bahan sintetis sebagai campuran atau kombinasi bahan utama. Yang pasti bahan sintetis lebih ekonomis dibanding bahan aslinya misalnya kulit atau sutera. Namun kualitasnya tidak jauh berbeda.

Bahan sintetis adalah solusi pengadaan bahan baku mudah dan murah. Kebanyakan serat asli diimpor langsung dari Negara lain yang tentunya membutuhkan tambahan biaya. Begitu sampai di tangan konsumen harga yang ditawarkan menjadi tidak terjangkau. Bahan sintetis diproduksi sendiri di dalam negeri sehingga lebih mudah mendapatkannya. 

#1 Polyester

Kain sintetis yang paling banyak digunakan di industri garmen salah satunya adalah polyester. Sesuai dengan namanya kain ini dihasilkan dari bahan ester yang merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak bumi. Hasil sampingan tersebut menghasilkan serat fiber poly yang memiliki sifat dasar plastik.

Tidak mudah menyerap keringat adalah salah satu karakteristiknya. Tetapi bahan ini lebih banyak digunakan sebagai pembuat pakaian lapangan. Pakaian yang membutuhkan ketahanan terhadap air maupun panas misalnya seragam damkar, jaket, kaos trail, mantel hujan dan sebagainya. 

#2 Viscose

Menjadi bahan campuran organic dan sintetis termurah, viscose banyak dicari para produsen fashion tanah air. Viscose didapatkan dari campuran serat kayu dan serat sintetis selulosa organic. Hasil yang didapat adalah tekstur kain lembut dan licin. Cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuat fashion wanita. 

Warnanya cerah dan awet sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembuat kaos terutama pakaian anak-anak. Bahan viscose juga tahan terhadap kelembaban tinggi. Nyaman digunakan di daerah tropis seperti Indonesia. Tidak mudah berjamur atau menyebabkan bau karena bersentuhan dengan keringat.

#3 Hyget

Hyget adalah kain sintetis yang memiliki karakteristik plastik tipis. Bisa dibayangkan menggunakan pakaian dengan bahan ini pastinya menimbulkan efek panas dan gerah. Namun bahan ini bisa didapatkan dengan harga murah. Sehingga harga pakaian jadi juga lebih ekonomis dibanding bahan sintetis lainnya. 

Meskipun menjadi bahan dengan label kelas paling rendah tetapi hyget mengalami banyak modifikasi. Perkembangannya menghasilkan bahan super hyget yang lebih ramah bagi pengguna. Lebih berpori sehingga bahan breathable tidak panas dan lebih dapat menyerap keringat. Cocok digunakan sebagai pakaian olahraga outdoor.

#4 Paragon

Termasuk dalam keluarga polyester yang memiliki karakteristik plastik, bahan paragon lebih tebal. Namun justru menjadi kelebihan karena lebih fleksibel sehingga cocok digunakan untuk pakaian olahraga. Memudahkan gerak dan lentur sehingga awet tidak mudah sobek. Digunakan untuk pakaian renang, seragam menyelam, pakaian senam dan sebagainya.

Bahan paragon memiliki efek kilap pada permukaannya. Digunakan pada siang hari bahan ini dapat memantulkan paparan sinar matahari. Sehingga meminimalisir radiasi sinar UV masuk ke dalam kulit. Maka banyak digunakan untuk pakaian olahraga outdoor juga seperti kaos sepeda dan pakaian atletik.

#5 Spandex

Kain spandex sudah sangat familiar bagi para pecinta fashion. Terbuat dari serat polyurethane-polyuria copolymer yang menjadikannya sangat elastis. Bahan ini paling elastis dibandingkan bahan sintetis lainnya tak heran jika spandex menjadi bahan favorit. Bahan spandex juga dapat menyerap keringat dengan baik sering digunakan untuk kaos.

Spandex lebih fleksibel bisa dimanfaatkan untuk berbagai pakaian sehari-hari. Karakteristik kain dari bahan spandex adalah empuk, halus dan jatuh. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian sehari-hari bahan ini juga bisa digunakan sebagai dress dan gamis. Tingkat kenyamanan kain sintetis semakin meningkat seiring perkembangan dan permintaan pasar.

Posted on Leave a comment

Tips Membeli Kain Beludru dan Cara Mencucinya dengan Benar

Memiliki nilai eksklusif kain beludru membutuhkan perawatan yang benar supaya lebih awet. Bagi pemula yang belum berpengalaman dalam membeli berbagai jenis kain hendaknya memperhatikan karakteristiknya terlebih dahulu. Sehingga pada saat menggunakannya lebih pas, sesuai dengan tujuannya. Apakah akan digunakan sebagai pakaian resmi atau non resmi.

Beludru sudah terkenal sejak jaman dahulu sebagai bahan pembuat kebaya Jawa. Sifatnya halus ketika diraba dan menimbulkan jejak pada permukaanya. Cukup unik dan tetap nyaman digunakan bahkan di siang hari karena mampu menyerap keringat. Tertarik membelinya? Perhatikan dulu tips berikut ini!

Tips Membeli Kain Beludru

Tips pertama sebelum membeli beludru adalah tentukan dulu tujuannya. Apakah akan dibuat menjadi dress, pakaian biasa, kebaya, rok dan sebagainya. Sebab akan berpengaruh pada kebutuhan panjang pendeknya bahan. Jika sudah menentukan tujuannya ukur badan terlebih dahulu apakah M, L, XL dan seterusnya.

Setelah mengukur badan bisa menentukan kebutuhan banyaknya kain yang akan dibeli. Jika tidak yakin bisa meminta pertimbangan dari penjual kain. Biasanya sudah hafal dengan kebutuhan bahan bagi masing-masing ukuran tubuh. Tidak ada salahnya mengikuti saran penjual karena sudah berpengalaman mengukur kebutuhan para konsumennya. 

Kemudian sesuaikan dengan budget. Beludru terkenal cukup mahal untuk tingkat kualitas tertentu. Beludru tebal lebih mahal dibanding beludru tipis. Jika ingin lebih mewah dan percaya diri bisa memaksimalkan budget untuk membeli beludru tebal. Selain mewah meskipun tanpa tambahan aksen dan asesoris juga lebih mudah dijahit.

Kenali karakteristik bahan sebelum membeli. Meskipun secara langsung umumnya konsumen masih kebingungan menentukan jenis kain yang dibutuhkan. Apalagi beludru mirip dengan velvet dari segi tampilannya yaitu sama-sama memiliki efek mengkilap. Jangan sampai salah pilih karena akan berpengaruh pada hasil akhir pembuatan pakaian.

Cara Mencuci Kain Beludru

Beludru merupakan kain eksklusif dan mahal jadi wajar jika perawatannya membutuhkan ekstra kehati-hatian. Dalam mencuci beludru hindari menggunakan mesin cuci apalagi mencampurnya dengan pakaian lain. Sebab sangat besar kemungkinan terdangkut di mesin atau dengan serat pakaian jenis kain lain. Sebaiknya cuci pakai tangan secara manual.

Jangan terlalu merendam pakaian berbahan beludru menggunakan detergen. Bahan beludru tergolong bahan yang tahan noda. Gunakan sedikit saja deterjen dan rendam sebentar lalu kucek. Gunakan air dingin agar serat pakaian tidak cepat rusak. Hindari menyikat secara acak. Jika memang dibutuhkan gunakan sikat dengan satu arah.

Paling bagus mencuci menggunakan dry clean. Tidak perlu deterjen banyak dan minim resiko serat kain rusak karena proses pencucian manual menggunakan tangan. Karena biaya menggunakan jasa dry clean tidak murah maka pertimbangkan menggunakannya hanya untuk jenis pakaian yang susah dicuci menggunakan tangan misalnya dress berpayet.

Meskipun terbilang praktis dan cepat mengeringkan hindari menggunakan mesin spinner. Bulu pada bahan beludru lebih mudah rusak jika dikeringkan dengan mesin. Karena rawan tertarik dan tersangkut pada dinding mesin. Keringkan dengan cara didinginkan saja tidak perlu di bawah sinar matahari langsung.

Beludru cukup sensitif terhadap panas, perhatikan petunjuk ketika akan menyetrika. Gunakan suhu sedang hingga rendah, suhu tinggi akan lebih cepat merusak serat serta tekstur kain. Bulu pada bahan beludru juga rentan terbakar. Setrika dengan cara menggosok searah tidak secara acak dua arah.

Lebih aman lagi menggunakan setrika uap karena tidak perlu menempelkan dan menekan pada permukaan kain. Simpan pakaian berbahan beludru dengan cara digantung jangan dilipat. Sebab kain beludru lebih mudah kusut dan sulit kembali rapi jika dilipat dan ditumpuk dengan pakaian lain.

Posted on Leave a comment

Bagusan Mana? Kain Beludru Vs Kain Velvet

Kain beludru adalah bahan yang memiliki keunikan tersendiri. Simple namun elegan dan terlihat mewah meskipun tanpa hiasan apa-apa. Kain ini banyak digunakan untuk membuat berbagai jenis pakaian wanita. Kebaya, bolero, dress, rok adalah contoh pemanfaatannya namun banyak juga digunakan untuk aksesoris.

Bandana, brooch, pita, ikat rambut juga sering memanfaatkan potongan beludru. Hanya dengan dibentuk sesuai aksen tertentu seperti bunga, kupu-kupu dan lainnya beludru tampil menarik. Karakteristik ini sering disamakan dengan kain velvet karena sama-sama memiliki efek mengkilap. Berikut adalah perbedaan keduanya supaya tidak salah memilih.

Kain Beludru Vs Kain Velvet

Dilihat dari karakteristiknya beludru memiliki sedikit kemiripan dengan kain velvet yaitu halus, lembut, berbulu dan berkilau. Tetapi kain velvet lebih memiliki sifat jatuh yang lebih goyor jika dibanding beludru. Digunakan sebagai dress lebih membentuk lekuk tubuh dibanding beludru. Bulu pada beludru lebih terasa saat diraba.

Velvet memiliki tekstur lebih halus dibanding beludru. Jika diraba menggunakan tangan tidak akan berjejak pada permukaan kainnya. Velvet lebih nyaman di kulit dibanding beludru meskipun keduanya sama-sama aman dari iritasi. Velvet lebih adem dan empuk ketika digunakan dan lebih tipis. Maka sering digunakan sebagai kerudung.

Kain beludru lebih kaku dan tebal jika dibanding velvet. Lebih banyak digunakan untuk pakaian atau dress dan aksesoris. Beludru tidak cocok digunakan sebagai kerudung karena akan terasa tebal di kepala. Menyebabkan sedikit berat karena lipatannya menghasilkan tumpukan lebih tebal dan sirkulasi udara kurang didukung.

Beludru lebih dahulu dikenal di masyarakat Indonesia. Sejak jaman dulu sudah digunakan oleh para wanita untuk membuat pakaian kebaya maupun pakaian kebesaran para bangsawan jawa. Hingga saat ini masih dilestarikan pemanfaatannya sebagai salah satu bahan kebaya paling nyaman.

Sedangkan velvet mulai terkenal sejak ramainya fashion muslimah. Kain velvet naik daun karena banyak digunakan sebagai kerudung dan gamis. Velvet juga digunakan sebagai inner pakaian kebaya brokat. Karena lebih tipis seringnya velvet tidak berdiri sendiri sebagai bahan pembuat pakaian. Tetapi dikombinasikan dengan bahan lain.

Pada awal kemunculannya kedua kain merupakan hasil dari penggunaan sutera. Namun berbeda pada proses pembuatannya. Beludru menggunakan teknik penumpukan dua bahan kemudian dipotong. Setelah itu bulu yang terbentuk dari hasil proses ini dipotong kembali untuk menyamakan panjang pendeknya. 

Velvet dibuat dengan teknik menggabungkan atau menumpuk dua bahan. Kemudian dipelintir sehingga tampak sebagai 2 bahan berbeda dalam 1 kain. Velvet tidak melalui proses pemotongan dan perapian bulu. Dalam proses pewarnaan keduanya sama yaitu mencelupkan pada pewarna tekstil khusus yang berkualitas.

Beludru memiliki unsur rayon di dalamnya, sehingga lebih menyerap keringat. Jika dilihat secara seksama beludru lebih berpori jika dibandingkan kain velvet. Lebih breathable sehingga dipilih sebagai pakaian yang bisa digunakan untuk siang hari. Beludru tidak memerlukan inner jika digunakan untuk pakaian.

Velvet, jika ingin digunakan untuk rok atau dress dibutuhkan inner. Jika menggunakan satu lapis saja akan membentuk lekuk tubuh dengan jelas karena lebih tipis. Selain itu lebih terasa panas dan gerah karena kurang menyerap keringat. Velvet lebih cocok digunakan untuk acara malam hari.

Dari segi harga keduanya sangat relative sebab tergantung dari tebal tipis dan material pembuatnya. Tetapi secara umum beludru lebih mahal jika dibanding velvet. Cara perawatan lebih sulit dan variasi warnanya lebih sedikit jika dibanding velvet. Tetapi antara kain beludru dan kain velvet memiliki keunikan sendiri.

Posted on Leave a comment

5 Karakter Kain Beludru yang Membuatnya Terlihat Glamour

Kain beludru adalah salah satu kain yang digemari para pecinta fashion terutama kaum hawa. Kain ini lebih dikenal sebagai bahan untuk membuat kebaya. Namun penggunaannya lebih banyak lagi bukan hanya dijadikan sebagai kebaya. Kain ini untuk jenis tertentu juga digunakan sebagai cover sofa atau kursi. 

Kebaya jawa kuno adalah salah satu jenis pakaian yang identik dengan beludru. Paling menjadi favorit adalah beludru berwarna hitam, marun dan hijau tua. Model kutu baru sangat digemari pada jaman dahulu. Lebih tertutup, glamour tetapi berkarisma dan menunjukkan karakteristik wanita jawa yang kalem.

Karakter Kain Beludru

Mengenal karakter setiap kain akan menambah wawasan sehingga dapat memilih kain dengan mudah sesuai tujuan penggunaannya. Setiap kain memiliki kelebihan dan kelemahan sama halnya dengan beludru. Jadi konsumen bisa menentukan kain yang tepat dalam membeli. Berikut ini adalah karakteristik beludru secara umum.

#1 Jenis Kain

Bahan yang digunakan dalam pembuatan beludru adalah katun dan sutra. Dari asal bahan pembuatnya sudah bisa ditebak bahwa kain ini halus, lembut dan ringan. Meskipun ada beberapa kualitas beludru berdasarkan ketebalannya tetapi secara umum kain ini eksklusif. Tidak begitu tampak perbedaan antara tipis dan tebal.

Selain menggunakan bahan dasar katun dan sutra juga digunakan beberapa bahan sintetis. Viscose, polyester dan bahan sintetis lainnya digunakan dengan tujuan menghemat biaya bahan baku. Sehingga hasil yang didapatkan dapat dijual dengan harga lebih terjangkau bagi semua kalangan.

#2 Semakin Tebal Lebih Mahal

Terdapat berbagai macam kualitas beludru yang dihasilkan dari proses pembuatannya. Umumnya beludru yang lebih tebal dijual dengan harga lebih mahal dibanding beludru tipis. Kenyamanannya tidak jauh berbeda namun beludru tebal lebih menggunakan jalinan benang lebih banyak. Lebih rapat dan tidak menerawang.

Beludru yang tebal lebih mudah dijahit dan dibentuk menjadi berbagai aksen. Untuk pembuatan kutu baru misalnya terdapat lipatan di bagian depan. Lebih mudah jika menggunakan beludru tebal tidak perlu menambahkan furing. Beludru yang tebal juga lebih rapi dan tidak mudah kusut.

#3 Sederhana Tapi Glamour

Kain beludru sangat simple, tanpa bordir ataupun payet sudah terlihat glamour dan mewah. Karena karakteristik bahannya yang mengkilap meskipun warnanya deep. Digunakan pada malam hari maupun siang tetap tampak menawan. Cukup dibuat sesuai model yang diinginkan.

#4 Terbuat dari Sutera Sampai Rayon

Terbuat dari sutra adalah keistimewaan bahan beludru. Sutera sendiri terkenal merupakan bahan organic yang mahal namun berkualitas tinggi. Halus, lembut dan jatuh merupakan kelebihan bahan sutra. Ketika digunakan bersama rayon membentuk bahan beludru hasilnya jatuh membentuk tubuh dengan anggun.

Bahan rayon dikombinasikan menghasilkan bahan beludru yang mudah menyerap keringat. Sehingga nyaman digunakan bahkan di siang hari. Tidak menyebabkan panas, gerah serta menimbulkan bau karena keringat. Leluasa dalam gerak dan mobilitas bahkan umumnya beludru memiliki sifat stretch.

#5 Embossed Velvet

Emboss merupakan efek dari bahan beludru ketika dilihat dari sudut tertentu. Menambah kesan menarik dan unik pada pakaian yang dikenakan. Pada malam hari akan tampak mencolok karena memantulkan cahaya lampu dari sekitarnya. Sifat ini semakin menambah elegan dan mewah beludru.

Beludru bisa dibuat polos tanpa aksen maupun hiasan apapun. Cukup tambahkan brooch di salah satu sisi depan pakaian yang dikenakan, akan tampak spesial. Jika menambahkan hiasan sebaiknya tidak berlebihan cukup pada bagian tepi saja. Kain beludru tetap maksimal menambah keanggunan dari karakteristik bahannya.

Posted on Leave a comment

Sejarah Kain Beludru dan Perbedaannya dengan Suede

Kain beludru sering disamakan dengan kain suede. Secara kasat mata orang awam memang kedua kain ini memiliki kemiripan. Tampak warnanya tegas dan memiliki kilau jika dilihat dari sudut tertentu. Bahkan penggunaannya tidak jauh berbeda antara keduanya. Namun karakteristik dan kualitasnya berbeda satu sama lain.

Sebagai konsumen dan calon konsumen harus dapat mengenali perbedaan kedua kain ini supaya bisa menentukan fungsinya masing-masing. Untuk digunakan sebagai bahan pembuat pakaian atau dekorasi tentu membutuhkan kualitas berbeda dari setiap kain. Sebab berhubungan dengan kenyamanan pemakainya. Berikut adalah perbedaan antara beludru dan suede.

Sejarah Kain Beludru

Jika melihat film kolosal eropa kita akan akrab dengan penggunaan jubah atau pakaian kebesaran raja dan ratu berbahan beludru. Begitu juga di kehidupan nyata pada jaman dahulu. Sejak dikenal keberadaannya kain ini hanya digunakan oleh bangsawan dan tokoh-tokoh kerajaan saja. Sebab harganya tidak terjangkau rakyat biasa.

Meskipun terkenal sebagai pakaian kebesaran raja-raja Eropa nyatanya beludru tidak berasal dari Eropa. Kain ini justru diproduksi oleh orang timur. Ditemukan terlebih dahulu di China sejak berabad lalu. Bulu pada kain tidak tercukur dengan rapi menandakan karakteristik peninggalan kebudayaan timur.

Semakin menguatkan bahwa beludru pertama kali dibuat oleh orang timur termasuk China. Setelah dikenalkan kepada bangsa Eropa, permintaan terhadap kain ini semakin meningkat. Maka semakin banyak pedagang China menjualnya ke wilayah Eropa. Jalur perdagangan ini kemudian dikenal dengan jalur sutera.

Pembuatan beludru di China masing menggunakan manual dengan peralatan sederhana yang dibuat sendiri. Pabrik produsen beludru pertama di dunia justru didirikan di Italia. Kain ini disusun oleh dua kain ganda menggunakan peralatan khusus. Benang yang masuk pada proses pembuatan tidak hanya satu tetapi dua sekaligus.

Dengan begitu dua potongan tersebut dapat menyatu satu sama lain. Pada bagian bawah dikunci menggunakan set benang yang berbeda. Pemotong akan membelah kedua benang tersebut menjadi dua bagian. Benang terpotong tersebut akan menjadi tumpukan bulu-bulu pada permukaan kain. 

Tidak berhenti sampai disitu, bulu-bulu tersebut nantinya akan dipotong untuk memastikan panjangnya sama. Setelah didapatkan panjang bulu yang sama pada permukaan kain barulah dicelup ke dalam pewarna kain. Pewarna tekstil digunakan secara khusus untuk menjaga kualitas bulu pada kain yang dihasilkan. 

Dalam perawatannya beludru harus ekstra hati-hati. Sebab terdapat bulu halus pada permukaan kainnya akan cepat rusak jika dicuci menggunakan sikat. Jika mengharuskan menyikat sebaiknya dilakukan searah  secara perlahan. Untuk menghilangkan noda membandel cukup menggunakan detergen dan air hangat tanpa menyikat.

Kain Beludru Vs Kain Suede

Beludru terbuat dari serat sintetis sedangkan suede terbuat dari kulit bagian dalam kemudian dibalik. Beludru jika dibakar akan sangat mudah sedangkan suede sulit dibakar karena merupakan bahan alami. Suede akan menghasilkan bau seperti kulit dan rambut terbakar. 

Beludru lebih nyaman digunakan di daerah tropis seperti Indonesia karena bahannya adem, halus dan menyerap keringat. Tidak menimbulkan gerah dan keringat berlebih. Sedangkan suede terbuat dari kulit yang memiliki sifat menahan panas. Biasa digunakan untuk daerah subtropis yang lebih dingin.