Posted on Leave a comment

Bingung Membedakan Kain Sintetis Vs Non Sintesis? Ini Bedanya!

Dalam proses pembuatan benang menjadi kain sampai busana yang dipakai sehari-hari, tentu harus melalui proses yang panjang, seperti dalam proses pembuatan kain sintetis. Begitu juga dalam masalah memilih bahan yang akan digunakan, tentu harus tahu bagaimana karakteristiknya.  Dimulai dari bahan kain satin, katun maupun sintetis. 

Hal ini penting dilakukan untuk menentukan jenis pakaian  yang  dibuat. Coba bayangkan, ketika memiliki bahannya, namun salah digunakan dalam membuat pakaian, tentu hasilnya mengecewakan bukan? Nah, lalu apa yang membedakan antara kain jenis sintesis dengan kain yang non sintesis? Selengkapnya ada di ulasan berikut ini. 

Kain Sintetis Vs Non Sintesis

Mungkin diantara kalian ada yang belum paham perbedaan kain sintetis dengan kain non sintetis. Letak perbedaan paling dominan dari keduanya adalah pada bahan dasar yang dipakai dalam proses pembuatan sampai menjadi kain. Ada yang menggunakan bahan alami, dan ada pula yang menggunakan bahan campuran kimia.  

Sehingga hasilnya juga berbeda, itulah yang mempengaruhi harga serta kualitas yang dimilikinya. Nah, kalau dari segi bahannya, apa saja yang membedakannya? Berikut akan dijelaskan secara lengkap, dan semoga mampu memberikan referensi untuk anda, dan jangan lupa untuk dibaca sampai selesai.

Bahan Kain Wol

Letak perbedaan pertama antara kain jenis sintesis dengan kain non sintetis adalah menggunakan bahan kain wol. Bahan ini dipercaya memiliki kain yang tahan terhadap suhu panas, serta memiliki sifat elastis. Namun sayangnya bahan wol tidak mampu menyerap keringat  sehingga sering digunakan pada saat musim dingin.

Dikarenakan mampu memberikan kehangatan pada tubuh,  seringkali menggunakan bahan dasar bulu domba yang telah dibersihkan. Selain itu, bahan ini juga mudah ditemukan, meski begitu harga yang ditawarkan cukup mahal dibandingkan dengan jenis bahan lainnya. Apakah anda ingin memilikinya?

Bahan Kain Sutera

Lanjut pada bahan yang membedakan antara kain jenis sintesis dan kain non sintetis yaitu menggunakan bahan kain sutra. Bahan dasar sutra memiliki serat yang cukup kuat, serta memiliki tekstur yang lembut dan halus, sehingga saat dikenakan memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menggunakannya. 

Karakteristik yang dimiliki kain sutera ini terlihat tipis, namun disisi lain mempunyai sifat anti kerut. Sifat inilah yang membuat konsumen merasa nyaman, dan mampu bertahan pada cuaca yang panas, serta melindunginya dari sinar matahari. Fakta unik lainnya adalah bahwa kain sutera juga dijadikan sebagai pengobatan. 

Bahan Kain Katun

Selanjutnya menggunakan bahan kain jenis katun, untuk jenis ini pasti sudah sangat familiar di kalangan para pecinta dunia fashion. Kain katun memiliki tekstur yang tebal, sehingga memudahkannya menjadi kusut dan tidak awet. Meski begitu, ada kelebihan yang dimiliki kain katun yaitu mampu menyerap keringat secara maksimal. 

Maka dari itu, jenis kain katun seringkali dibuat untuk kaos oblong, kaos olahraga, yang memudahkan penggunanya dalam bergerak. Serta mampu menyerap keringat ketika melakukan aktivitas diluar rumah dan terkena matahari secara langsung. Sehingga tak heran, kalau kain katun menjadi kain yang paling dicari.

Bahan Kain Linen

Letak perbedaan yang selanjutnya yaitu pada bahan kain linen, mungkin dari namanya sangat jarang didengar, akan tetapi kain linen seringkali digunakan dalam pembuatan baju ataupun kaos. Permukaan yang mengkilap dibandingkan dengan kain katun, menjadi alasan banyak diburu oleh konsumen. Tentu ada beberapa alasan lainnya. 

Siapa pun yang menggunakan kain linen akan tampil lebih elegan epic, memberikan kesan anggun. Sehingga wajar apabila kain linen banyak diburu konsumen, dan setiap jenis kain yang dibuat tentu memiliki penggemarnya masing-masing. Itulah letak perbedaan kain sintesis dengan non sintesis dari segi bahan yang digunakan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *