Posted on Leave a comment

4 Pilihan Kain Brokat Terbaik untuk Acara Wisuda

Kain brokat merupakan kain eksklusif yang umumnya digunakan untuk acara formal. Pesta dan perayaan umumnya menggunakan bahan ini sebagai outfit andalan. Bukan hanya elegan dan mewah tetapi juga terkesan resmi. Brokat merupakan pakaian wajib ketika mengikuti prosesi wisuda. Bisa dibuat menjadi berbagai model dan gaya.

Brokat adalah kain yang sarat dengan dekorasi. Tersedia dalam berbagai warna baik tunggal maupun kombinasi. Begitu juga dengan motifnya, seperti tidak pernah habis ide motif yang dihasilkan. Penggunaan brokat bisa disesuaikan dengan acara yang dihadiri. Berikut adalah macam brokat yang biasa digunakan untuk wisuda.

Macam-Macam Kain Brokat untuk Wisuda

Meskipun acara formal tetapi penggunaan brokat pada saat wisuda tidak ada batasan khusus. Apapun motif dan jenisnya bisa digunakan asalkan tetap sopan dan menunjukkan karakter terpelajar. Kebanyakan kebaya wisuda dibuat dengan model simple yang memberi kemudahan gerak dan fleksibel dipadupadankan dengan motif rok. 

  • Brokat Prada

Brokat jenis prada merupakan bahan paling mahal dibanding jenis lainnya. Memiliki motif timbul yang tampak mewah dan sangat mencolok perbedaannya dengan jenis lain. Brokat ini menjadi pilihan para desainer kenamaan. Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi karena kuat dan tidak mudah rusak dalam pemakaian jangka panjang.

Digunakan sebagai dress tampak sangat mewah sesuai dengan harganya. Begitu juga dimanfaatkan sebagai kebaya wisuda. Hasil potongan yang dihasilkan lebih presisi meskipun tanpa furing. Dengan motif beragam dan kombinasi warna lebih variatif bisa lebih dari 3 macam dalam satu kain.

  • Brokat Tile

Perpaduan antara kain brokat dan kain tile. Karakteristiknya merupakan kombinasi keduanya yaitu tipis namun kuat dengan motif brokat jelas. Paling banyak menampilkan motif bunga yang simple namun cantik. Brokat jenis ini cukup tipis dan ringan dan tetap nyaman digunakan sebagai kebaya wisuda. 

Brokat tile secara kualitas berada di bawah prada tetapi kelebihannya adalah harganya terjangkau. Tanpa mengurangi nilai estetika brokat ini cocok bagi kalangan menengah ke bawah. Jenis brokat ini juga banyak dijual dalam bentuk kebaya jadi.

  • Brokat Corneli

Brokat corneli tidak asing lagi, jika membeli bahan melalui toko offline akan dapat ditunjukkan karakteristik bahannya. Motifnya timbul tetapi tetap halus jika diraba. Kainnya lebih lentur dan tidak kaku sehingga tetap nyaman digunakan. Apalagi untuk wisuda yang memakan waktu lama.

Corneli sendiri diambil dari kata cord atau benang cord yang terdapat pada ujung kain. Brokat jenis ini juga cukup terjangkau dengan tingkat kenyamanan tinggi. Motif dan warna yang tersedia sangat beragam. Ada warna polos dan kombinasi yang semakin menambah keragaman.

  • Brokat Tile 3D

Masih satu golongan dengan brokat tile, brokat tile 3D menampilkan motif bunga dalam 3 dimensi. Setiap lembar kain dihiasi motif 3D seperti ini yang menambah nilai jualnya. Namun tetap terjangkau dan terbilang murah untuk kualitas yang terjamin. 

Motif 3D akan tampak jelas ketika sudah dikenakan. Dibantu dengan pemilihan warna furing kontras motif lebih nyata. Brokat memiliki prestige tersendiri bagi pemakainya. Selain tampil anggun pengguna kebaya brokat akan merasa Indonesia banget. Sebab kebaya merupakan pakaian nasional yang merepresentasikan karakter wanita Indonesia yang santun.

Menentukan brokat untuk digunakan di berbagai acara resmi tidak sulit. Tidak ada batasan warna kulit dalam memilih motif dan warna brokat. Motif dan bahannya menonjolkan keanggunan sehingga apapun warna kulit pemakainya tidak akan berpengaruh. Kain brokat tetap cantik digunakan oleh pemilik kulit gelap maupun cerah.

Posted on Leave a comment

Trend Busana Generasi Millenial dengan Kain Supernova

Kain supernova memiliki karakteristik serupa dengan bahan katun. Mudah menyerap keringat menjadikan bahan ini banyak diminati. Supernova paling banyak digunakan sebagai kerudung dan set gamis. Selain nyaman supernova jatuh dengan anggun ketika dikenakan sebagai dress maupun kerudung. Perawatannya mudah sehingga cocok sebagai pakaian sehari-hari.

Tidak hanya digunakan sebagai pakaian muslim yang sedang hits. Bahan supernova juga banyak dikombinasikan dengan berbagai bahan menjadi pakaian kekinian yang sosok bagi anak muda millennial. Supernova menjadi bahan fleksibel yang bisa dipadupadankan dengan jenis pakaian lainnya. Warnanya cukup variatif sehingga bisa dikreasikan sesuai tren.

Kualitas Bahan Supernova

Kualitas bahan supernova yang digunakan sebagai pakaian akan tampak dari sisi kenyamanannya. Supernova memiliki grade berbeda sesuai dengan hasil produksi pabrik. Namun secara keseluruhan memiliki tekstur halus, ringan dan menyerap keringat karena terdapat pori yang menjadikan kain breathable.

Kualitas bahan ditentukan pada proses pembuatannya. Terdapat ketebalan yang berbeda antara bahan supernova. Hal ini wajar karena memang sengaja dibuat melalui settingan mesin. Bahan yang tebal memiliki tekstur agak kaku namun tetap dapat menyerap keringat dengan baik. Cocok digunakan sebagai pakaian formal untuk kerja.

Kain supernova yang lebih tipis lebih fleksibel karena bisa digunakan untuk dress, gamis, baju koko dan juga kerudung. Bahan tipis ini dilain sisi membutuhkan tambahan furing jika akan digunakan sebagai gamis karena agak menerawang. Lebih cocok digunakan sebagai kerudung karena mudah dibentuk dan tegak diwajah.

Secara umum kualitas supernova standar sesuai dengan harga yang ditawarkan. Supernova merupakan bahan yang terjangkau bagi kalangan menengah kebawah. Biasa dijual mulai dari Rp25.000/meter. Maka tak heran jika pakaian jadi dari bahan ini cukup terjangkau. Begitu juga dengan kerudung biasa dijual mulai dari Rp25.000/pcs.

Trend Busana Generasi Millennial

Patron fashion adalah trend busana yang masih menjadi kiblat generasi millennial saat ini. Berkembang dari benua Eropa tepatnya Milan, berbagai model pakaian diikuti generasi muda tanah air. Dalam model pakaian yang dibuat banyak menggunakan material supernova didalamnya. Ada yang dikombinasikan dengan material lain seperti sutra.

Di Indonesia sendiri trend fashion berkembang cukup pesat. Anak muda millennial sudah secara mandiri mampu berkreasi menghasilkan berbagai produk fashion. Baik fashion kekinian maupun hijab dikombinasikan dengan desain kontemporer yang lebih modern. Semakin hari berkembang dengan cepat karena pengaruh sosial media.

Salah satu contoh kreatifitas fashion yang menjadi trend adalah penggunaan kain supernova sebagai outer. Kain ini sebenarnya tipis dan kurang sesuai digunakan sebagai luaran karena tidak memberikan efek hangat layaknya jaket. Tetapi pemanfaatannya lebih untuk menambah estetika dan pemanis.

Bahan supernova memiliki variasi warna beragam dan polos. Jika biasanya gamis dibuat dengan satu macam warna dari bahan supernova, kehadiran outer warna kontras menjadi pelengkapnya. Memberikan warna berbeda pada outfit yang dikenakan dan lebih kekinian sesuai dengan karakter dinamis anak millennial.

Tren tabrak warna semakin hits dan digemari anak muda. Umumnya warna kalem dan senada menjadi pilihan konsumen dalam berpakaian. Tetapi saat ini perbedaan adalah kebanggaan. Perpaduan warna tidak lazim semakin banyak bermunculan pada trend fashion. Tetapi menjadi daya tarik tersendiri karena tetap enak dilihat.

Potongan asimetri baju atasan maupun rok menjadi model yang banyak dilirik. Supernova memberikan jaminan kenyamanan bagi pemakainya. Dibuat dalam model apapun bahan ini lebih luwes bahkan sering dikombinasikan dengan bahan lain seperti sifon dan batik. Meskipun karakteristiknya berbeda kain supernova mampu menyatu dengan kain lain.

Posted on Leave a comment

Mengenal Plus Minus Bahan untuk Pakaian, Seperti Kain Supernova!

Setiap kain yang digunakan sebagai pakaian memiliki kelebihan dan kekurangan termasuk juga kain supernova. Ada banyak macam kain dengan karakteristik masing-masing yang penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kain dengan sifat menghangatkan bisa dijadikan sebagai outer atau jaket. Kain yang adem bisa dimanfaatkan untuk busana sehari-hari.

Tinggal di daerah tropis seperti Indonesia tidak terlalu sulit mencari bahan untuk pakaian yang nyaman. Bahan dari katun maupun polyester bisa dimanfaatkan karena tetap nyaman digunakan meski di siang hari. Perubahan suhu yang tidak terlalu mencolok memudahkan orang beradaptasi. Berikut bahan yang umum digunakan untuk pakaian. 

#1 Rayon

Bahan ini sangat nyaman digunakan sehari-hari karena terbuat dari serat kapas yang adem dan menyerap keringat. Rayon biasa digunakan sebagai bahan pembuat daster yang merupakan pakaian sehari-hari para wanita. Permukaannya lembut sehingga tidak menyebabkan iritasi atau melukai kulit meskipun terjadi gesekan dalam intensitas tinggi.

Dibalik kenyamanannya bahan rayon memiliki kelemahan yaitu mudah kusut. Maka bahan ini lebih cocok digunakan untuk pakaian sehari-hari dalam suasana santai. Tidak sesuai untuk pakaian acara resmi. Tak jarang beberapa jenis rayon mudah luntur ketika dicuci. Bahan ini harus disetrika sebelum disimpan supaya lebih rapi.

#2 Sutra

Kain sutra sangat halus merupakan serat organic yang memiliki nilai jual tinggi. Kain ini sangat elegan digunakan dalam berbagai jenis pakaian baik wanita maupun pria. Bahan sutra sangat kuat, lembut dan halus dija bersentuhan dengan kulit. Menyerap keringat dengan baik, cocok digunakan di daerah tropis. 

Material mentahnya dari bahan organic sehingga harganya cukup mahal. Sutra asli biasa dibandrol dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah per meternya. Selain itu membutuhkan perawatan lebih supaya serat kainnya awet dan tidak mudah rusak. Pencucian sebisa mungkin secara manual dilanjutkan proses penyetrikaan dengan suhu sedang.

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

#3 Katun

Bahan katun merupakan bahan yang merakyat karena digunakan secara luas. Terdapat berbagai macam katun dengan harga bervariasi. Katun sangat nyaman digunakan sama halnya dengan kain supernova. Bisa digunakan untuk pakaian sehari-hari maupun acara formal. Bisa dibentuk menjadi berbagai kombinasi tanpa mengurangi kenyamanannya.

Bahan katun memiliki karakteristik agak tebal sehingga jarang digunakan sebagai kerudung. Selain itu bahan katun lebih cocok digunakan sebagai pakaian santai. Mudah menyerap keringat tetapi lebih lama proses pengeringannya. Proses pengeringannya perlu dilakukan dibawah sinar matahari dengan resiko warna cepat pudar.

#4 Polyester

Tidak mudah kusut adalah kelebihan bahan polyester, perawatannya mudah dan cenderung awet. Penggunaan bahan ini banyak diminati khususnya untuk pakaian acara formal. Kelemahan polyester adalah kemampuan menyerap keringat yang rendah. Sehingga menyebabkan efek panas dan gerah jika digunakan pada siang hari.

#5 Spandek

Spandek memiliki karakteristik elastisitas tinggi, mudah melar. Meskipun dibuat dari campuran polyester dan kapas bahan ini dapat menyerap keringat dengan baik. Banyak digunakan sebagai kaos dan pakaian harian. Tetapi harus diperhatikan pada saat mencuci karena mudah molor. Spandek dalam pemakaian jangka panjang juga kurang awet.

#6 Sifon

Sifon memiliki sifat mirip dengan kain supernova yaitu tipis, halus dan ringan. tetapi sifon lebih jatuh ketika dikenakan. Bahan ini cukup awet dalam pemakaian jangka panjang hanya saja perlu berhati-hati pada saat proses pencucian. Serat kainnya mudah pudar jika tersangkut.

#7 Supernova

Supernova memiliki karakteristik idaman dalam penggunaannya sebagai pakaian. Sifatnya tipis, ringan dan menyerap keringat memberikan kenyamanan pemakainya. Bisa digunakan untuk pakaian pria. Namun kain supernova agak menerawang sehingga dibutuhkan furing jika akan digunakan sebagai dress atau rok.

Posted on Leave a comment

Proses Pembuatan Kain Supernova dan Hal Penting Didalamnya!

Pada dasarnya kain supernova terbuat dari kapas. Sifatnya ringan, berpori dan tipis namun diminati karena kenyamanannya. Kain ini terkenal sejak kemunculan bahan gamis dan kerudung dengan material tersebut. Banyak yang kemudian penasaran dengan kualitas kenyamanan supernova. Apalagi harga yang ditawarkan cukup menarik minat pembeli.

Harga material yang murah bukan berarti kualitasnya murahan, sebaliknya justru memberikan kenyamanan untuk dipakai oleh semua kalangan usia. Harga terjangkau tersebut didapatkan karena proses pembuatan yang sederhana serta bahan mentah melimpah. Berikut ini adalah penjelasan proses pembuatan supernova yang penting diketahui.

Proses Pembuatan Kain Supernova

Supernova didapatkan dari proses rajutan yang dikerjakan mesin otomatis. Namun tetap pengoperasiannya dilakukan oleh tenaga manusia. Pembuatan menggunakan mesin produksi ini menghasilkan kain dalam jumlah banyak. Memanfaatkan bahan mentah kapas yang tersedia melimpah. Pembuatan mudah, material murah sehingga kain yang dihasilkan dijual dengan harga terjangkau.

Meskipun dikerjakan secara otomatis tetapi dilakukan pengawasan mutu. Ada standar khusus untuk menentukan kualitas kain yang dihasilkan. Namun kain yang tidak memenuhi syarat mutu tetap dijual dengan harga lebih rendah. Berikut adalah urutan pembuatan supernova.

#1 Mengatur Mesin Rajut

Sebelum memulai proses produksi terlebih dahulu harus diatur mesin yang akan digunakan. Mempersiapkan dan memastikan bahwa mesin produksi dalam keadaan prima siap bekerja. Settingan mesin dilanjutkan dengan memasang benang rajutan sesuai kerapatan yang diinginkan. Renggang atau rapat disesuaikan dengan kerapatan kain yang akan dibuat.

Selain pengaturan mesin sebelum digunakan juga diperlukan perawatan secara berkala. Sehingga mesin dapat bekerja sesuai standar waktu dan kualitas. Perawatan juga dimaksudkan menjaga usia mesin agar tetap dapat digunakan dalam waktu lama serta hasilnya sesuai dengan settingan sebelumnya. 

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

#2 Penggesekan

Setelah dilakukan setting pada mesin tahap selanjutnya adalah penggesekan dari sisi kanan dan kiri. Proses ini akan menentukan panjang dan lebarnya kain rajutan yang diinginkan. Tahapan ini juga dilakukan pemilihan warna benang. Benang warna tunggal maupun campuran bisa ditentukan sendiri sesuai keinginan. 

#3 Menyambungkan Kain

Tahap berikutnya adalah proses penyambungan kain menggunakan mesin yang disebut linking. Mesin linking menggunakan jarum rajut yang berbeda dari mesin sebelumnya. Jarum tersebut menjahit atau menyambung beberapa kain menjadi barang jadi. Pakaian jadi atau syal dibuat langsung melalui mesin linking ini. 

Hal Penting dari Kain Supernova!

Hal penting yang harus dilakukan pemilik pakaian berbahan supernova adalah mengenai perawatannya. Bahan ini terkenal tipis sehingga harus diperhatikan ketika mencuci baik manual maupun menggunakan mesin. Hindari menyikat terlalu keras karena akan merusak serat kain menyebabkannya berserabut. Jika menggunakan mesin atur putaran sedang dan lembut.

Jangan menggunakan bahan kimia berlebihan dalam proses pencucian baik manual atau dengan mesin. Sebisa mungkin hindari penggunaan bleaching atau detergen dalam jumlah banyak. Penjemuran sebaiknya tidak dilakukan dibawah sinar matahari langsung. Meskipun membantu pengeringan lebih cepat tetapi dapat merusak warna menyebabkannya cepat pudar. 

Khusus untuk syal hindari mencuci menggunakan mesin dan pengeringnya, lakukan dengan manual saja untuk menghindari kerusakan rajutan. Proses menyetrika gunakan suhu sedang. Karena karakteristik bahannya tipis umumnya tidak tahan suhu. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kain mengkerut dan merusak teksturnya. 

Namun begitu pakaian atau fashion item lainnya dari material supernova sangat mudah dirapikan. Penyimpanannya bisa dilakukan dengan cara melipat maupun di hanger. Bisa menggunakan pewangi khusus pakaian dalam penyimpanan tetapi tidak berlebihan. Kain supernova sangat representative untuk pakaian sehari-hari maka layak dijadikan sebagai koleksi.

Posted on Leave a comment

Karakteristik dan Kisaran Harga Pakaian dari Kain Supernova

Pengguna dan pecinta gamis dan hijab pasti sudah tidak asing lagi dengan kain supernova. Kain yang mulai hits di pasaran fashion muslim online shop ini semakin laris manis digandrungi konsumen. Dari nama materialnya membuat penasaran calon konsumen. Menjadi daya tarik untuk mencoba mengenakannya.

Supernova adalah kain yang terbuat dari kapas serupa dengan katun. Kenyamanannya tidak diragukan lagi dengan tekstur halus adem dan mampu menyerap keringat. Namun kain ini tergolong tipis dan ringan serta agak menerawang. Maka lebih banyak dimanfaatkan sebagai kerudung. Untuk lebih mengenal ciri kain, berikut penjelasannya.

Ciri-Ciri Kain Supernova

Supernova memiliki tekstur ringan, tidak kaku dan agak jatuh. Ciri ini bisa dimanfaatkan untuk membuat pakaian baik anak-anak maupun dewasa. Kain ini digunakan karena nyaman, tidak menimbulkan gerah ketika dipakai di siang hari. Sering dipakai sebagai material utama baju koko, gamis dan kerudung.

Kelebihan kain bertekstur ringan adalah memberi keleluasaan gerak dan mobilitas pemakainya. Lebih cocok digunakan untuk pakaian sehari-hari dengan aktifitas yang padat. Tanpa takut berkeringat dan kepanasan, kain ini memiliki pori yang memudahkan sirkulasi udara. Sehingga meminimalisir lembab dan basah pada kulit ketika berkeringat.

Tak heran jika banyak digunakan sebagai pakaian hijab terutama kerudung karena tipis sehingga membentuk muka lebih tegas. Salah satu unsur favorit kain untuk kerudung adalah tidak terlalu tebal sehingga mudah dibentuk dan dilipat. Kain ini juga dapat tegak dimuka ketika digunakan sebagai kerudung.

Bukan hanya pada wanita saja, kenyamanan juga dirasakan bagi pria yang mengenakan pakaian koko berbahan supernova. Koko bukan lagi pakaian yang hanya dikenakan untuk beribadah tetapi juga untuk aktifitas sehari-hari. Diperlukan bahan adem yang nyaman serta menyerap keringat. Kebutuhan ini bisa didapatkan pada material supernova.

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

Harga Pakaian Kain Supernova

Mengenal karakteristik supernova memudahkan calon konsumen fashion dalam memperkirakan kisaran harga pakaian jadi. Supernova bukan kain organic yang terkenal dengan kualitas, kemewahan dan harganya selangit. Seperti halnya katun yang beredar di pasaran, supernova sesuai dengan pasar kalangan menengah ke bawah. Namun kualitas kenyamanannya tidak kalah.

Gamis adalah salah satu jenis pakaian yang dibuat dari material supernova. Gamis ini banyak ditawarkan melalui online shop dan marketplace. Harganya cukup bervariatif sesuai dengan ukuran dan kebijakan masing-masing toko. Tetapi standar harga untuk gamis supernova umumnya mulai dari Rp80.000. Sangat terjangkau bagi semua kalangan.

Melengkapi gamis, kerudung dari bahan supernova juga banyak diminati. Cocok digunakan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bahan supernova umumnya dibuat menjadi kerudung segi empat dan pashmina. Harga yang ditawarkan untuk kerudung segi empat umumnya berkisar Rp35.000/pcs dan untuk pashmina Rp50.000. Lebih murah jika pembelian grosir.

Item fashion yang sedang hits yaitu jaket long outer juga memanfaatkan supernova sebagai material utamanya. Jaket ini bisa digunakan untuk semua wanita baik yang berhijab maupun tidak. Fungsinya sebagai pemanis bukan untuk menghangatkan namun tetap menambah percaya diri. Biasa dijual dengan harga mulai dari Rp50.000.

Baju koko sebagai fashion muslim pria mengalami banyak perkembangan. Bukan hanya bahan katun yang digunakan tetapi supernova menjadi material alternatif. Mulai dari anak-anak hingga dewasa bisa menggunakan bahan ini karena nyaman menyerap keringat, tidak menimbulkan bau untuk pemakaian lama. Harga dibanderol mulai Rp90.000.

Harga masing-masing online shop bisa berbeda namun tidak signifikan. Sudah menjadi kelaziman setiap toko mengambil keuntungan dari penjualan dengan menaikkan margin. Tetapi harga tersebut masih wajar sesuai dengan kualitas yang ditawarkan kain supernova sebagai material pembuatnya. 

Posted on Leave a comment

6 Pilihan Motif Kain Songket yang Terkenal di Asia

Motif kain songket sangat khas dan eksklusif menggambarkan karakteristik kebudayaan. Bukan hanya di Indonesia kain ini bisa ditemui di Negara-negara Asia Tenggara. Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand memiliki songket dan umum digunakan pada acara-acara tertentu. Songket sangat khas dengan budaya Melayu.

Songket merupakan kain mewah yang dalam pembuatannya digunakan benang berkualitas dan eksklusif. Benang katun dan sutera digunakan sebagai pola dasar pada kain sedangkan untuk membuat motif digunakan benang emas dan perak. Karakteristik kain ini berkilau karena efek dari benang pembuat motif tersebut.

#1 Songket Lepus

Songket Lepus adalah salah satu motif yang terkenal dan banyak diminati konsumen. Lepus maksudnya adalah menutupi, dalam hal ini menggambarkan benang warna emas yang menutupi hampir seluruh kain. Tetapi tidak sekedar menutupi warna emas tersebut membentuk pola khusus seperti bintang, berantai, ulir dan sebagainya.

#2 Songket Tawur

Kain songket juga dibuat dengan motif menyebar atau tawur disebut dengan songket tawur. Motif yang tampak pada permukaan kain tidak menutup seluruh permukaan tetapi menyebar dalam bentuk kelompok kecil. Warna pola benang dasar masih tampak dengan jelas pada motif tawur ini.

Benang yang digunakan untuk membentuk motif tidak disisipkan dari pinggir ke pinggir melainkan menyebar. Motif yang banyak dijumpai adalah tawur lintang, tampak manggis, nampan perak dan masih banyak lagi motif menyebar lainnya. Dari penampakannya lebih ramai namun tetap menjaga nilai eksklusif.

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

#3 Songket Tretes

Songket tretes memiliki ciri khas kain dibiarkan polos pada bagian tengahnya. Motif hanya dibuat pada dua sisi tepian kain atau pada kedua pangkal. Motif ini memiliki banyak bagian polos yang memudahkan dalam perpaduan dengan baju atasan misalnya penggunaan kebaya berbagai warna. 

#4 Songket Bungo Pacik

Ciri khas dari songket motif bungo pacik adalah penggunaan benang putih pada sebagian besar motif. Membuat tampilan sedikit netral karena warna mencolok seperti emas, perak dan sebagainya menjadi tidak terlalu jelas. Warna hiasan tersebut berfungsi sebagai selingan saja. 

#5 Songket Limar

Songket limar memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan kain songket lainnya. Pembuatannya menggunakan corak ikat pakan. Motif khas dari songket limar berasal dari penggunaan benang lungsi yang diwarnai pada bagian tertentu terlebih dahulu. Benang dicelupkan pada pewarna alami di bagian yang dikehendaki sebagai motif kemudian ditenun.

Songket limar umumnya digunakan sebagai sarung baik oleh para pria maupun wanita. Penggunaannya biasa dikombinasikan dengan songket lain yang sesuai bahkan digunakan juga sebagai pakaian modern dengan desain kontemporer. Jika sudah dibentuk menjadi pakaian songket ini disebut sewet. 

#6 Songket Kombinasi

Songket kombinasi dihasilkan dari perpaduan beberapa motif menghasilkan motif baru yang dinamis. Contohnya songket bungo cino yang memiliki unsur motif bungo pacik dan tawur. Songket bungo intan, dihasilkan dari kombinasi unsur bungo pacik dan tretes.

Songket kombinasi menambah variasi motif yang penggunaannya lebih beragam. Variasi motif songket tetap memiliki makna dan bernilai filosofis. Keberagaman motif tersebut bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk acara khusus saja tetapi juga sebagai fashion umum meskipun masih terbatas pada suasana formal.

Masih banyak motif songket yang dikenal di pasaran dalam negeri. Songket umumnya dinamai berdasarkan motif dominan dalam satu lembar kain. Misalnya songket sorong, bungo manggis dan sebagainya. Kebanyakan motif berupa bunga karena identik dengan karakteristik wanita sebagai pembuatnya.

Pemanfaatan songket saat ini semakin meluas meskipun masih berhubungan dengan acara formal. Songket bisa dikombinasikan dengan brokat atau kebaya untuk acara pernikahan. Bahkan kain songket juga bisa digunakan untuk pakaian kerja wanita seperti bolero, blazer dan rok.

Posted on Leave a comment

Ternyata Filosofi dan Alat Pembuatan Kain Songket Seperti Ini!

Kain songket termasuk dalam keluarga tenun brokat. Kain ini berkembang secara luas di daerah rumpun melayu seperti Sumatera. Karakteristik kain ini memang sangat kental dengan unsur kebudayaan melayu tetapi juga mencerminkan unsur adat istiadat Indonesia. Penghasil songket di Sumatera diantaranya adalah Palembang dan Minangkabau.

Tidak hanya di Sumatera songket juga meluas ke daerah lain di Nusantara. Bali, Lombok, Sambas, Sumba, Makassar merupakan daerah penghasil songket yang tak kalah berkualitas dan masing-masing memiliki ciri khas. Songket sangat eksklusif dan merupakan warisan budaya asli Indonesia yang semakin mendunia.

Filosofi Kain Songket

Songket atau sungkit dari segi istilah bahasa Melayu berarti “mengait” atau “mencungkil”. Menggambarkan proses pembuatannya yaitu mengaitkan dan menjumput kain serta menyelipkan benang emas atau perak. Proses pembuatan ini dilakukan secara manual menggunakan tangan para pengrajin.

Ada yang menyebut songket berasal dari kata “songka” atau songkok dalam bahasa Palembang menandai dimulainya aktivitas menenun menggunakan benang emas. Songket merupakan bahan yang mewah sehingga hanya digunakan pada acara besar seperti kenduri, pesta dan perayaan khusus. 

Penggunaan songket secara tradisional sangat sederhana. Hanya dililitkan pada bagian bawah tubuh seperti mengenakan sarung, disampirkan di bahu seperti selendang, digunakan sebagai tanjak dan ikat kepala. Tanjak adalah topi khas yang umum digunakan oleh para bangsawan Melayu.

Tradisi yang berkembang mengharuskan songket hanya ditenun oleh gadis remaja, tetapi saat ini banyak kaum pria ikut andil dalam membuat tenun songket. Kain songket dibuat secara khusus dengan motif tertentu yang memiliki makna. Inspirasinya berasal dari alam sekitar berupa hewan, bunga maupun tumbuhan.

Baca Juga: 5+ Pilihan Kain Spandex Jersey Terbaik, Pilih Mana?

Songket dibuat dengan tahapan 8 peringkat sebelum jadi 1 lembar kain. Melalui proses tenun secara tradisional dengan menampilkan motif tertentu khas melayu. Motif pada songket sering diberi nama seperti makanan khas Melayu. Motif wajik, srikaya, tepung talam adalah beberapa contohnya.

Menurut cerita rakyat Melayu songket berasal dari kerjasama antara Tiongkok dan India dalam perdagangan. Pedagang Tiongkok menyediakan sutera sedangkan orang India memberikan benang emas dan perak. Nilai eksklusif songket tampak dari pola motif yang ditenun menggunakan benang emas dan perak tersebut.

Songket yang mewah bertabur benang emas dan perak dikaitkan dengan masa gemilang kejayaan kerajaan Sriwijaya. Kerajaan maritim yang besar pada abad ke-7 hingga 13. Songket asli menggunakan emas yang kemudian dibentuk menjadi benang untuk di tenun bersama benang lainnya.

Bahan & Alat Pembuatan Kain Songket

Songket dibuat dari 2 macam alat, yang utama adalah alat tenun dari kayu atau bambu. Alat kedua berupa penarik benang, pembuat motif dan alat untuk memasukkan maupun mengambil benang. Kedua alat tersebut terbuat dari bahan-bahan tradisional menggunakan kayu dan bambu dan sudah dikenal sejak dulu.

Alat tenun yang terbuat dari kayu atau bambu tersebut dikenal dengan nama panta. Panta berukuran 2×1,5 meter terdiri dari beberapa bagian yaitu gulungan fungsinya menggulung benang tenun, sisia untuk merentangkan, pancukia untuk membuat motif, turak untuk memasukkan pola benang dasar.

Panta diletakkan pada pamedangan, pada bagian depan panta diletakkan 2 buah tiang untuk menggulung hasil tenunan. Selanjutnya kayu paso untuk menggulung songket yang sudah jadi. Dilengkapi dengan palapah untuk merentangkan benang dan ani untuk menggulung benang. 

Bahan yang digunakan membuat songket adalah benang katun dan benang sutra serta benang pelengkap motif berwarna emas perak dan sebagainya. Jika zaman dahulu digunakan emas asli sebagai pelapis benang katun saat ini digunakan warna sintetis dari tiruan emas. Meskipun begitu kain songket tetap mewah.

Posted on Leave a comment

Seperti Inilah Tradisi Menggunakan Kain Songket dan Sejarahnya

Kain songket tak banyak digunakan oleh masyarakat secara umum. Berasal dari hasil kerajinan beberapa daerah tertentu di Nusantara seperti Terengganu. Kain sangat eksklusif disebabkan proses pembuatannya masih manual. Pengrajin secara khusus menjalin benang menjadi motif sesuai karakteristik yang akan diciptakan. 

Keterampilan membuat songket umumnya diajarkan turun temurun. Butuh ketelitian dan kesabaran dalam menyelesaikan satu lembar songket berkualitas. Warna benang yang digunakan berasal dari bahan alami. Lebih aman bagi pemakai dan lingkungan meskipun saat ini sudah semakin sulit ditemukan. Begitu eksklusif penggunaannya untuk acara khusus.

Sejarah Kain Songket

Kain songket tidak hanya ditemukan di Indonesia, beberapa Negara seperti India, kamboja dan Malaysia juga memilikinya. Namun banyak yang meyakini songket berasal dari kerajaan sriwijaya. Dibuktikan dengan ditemukannya songket diantara peninggalan bersejarah kerajaan sriwijaya. Merupakan barang mewah karena disatukan dengan batu rubi dan piring emas.

Versi lain mengatakan bahwa songket berasal dari utara yaitu kamboja-siam. Perkembangannya meluas hingga ke Pattani dan sampai di Kelantan serta Terengganu. Pada abad ke-16 songket berkembang ke kota Bharu dan Terengganu. Pengrajin Terengganu mempercayai songket diperkenalkan ke Negara Malaysia melalui Palembang dan Jambi oleh India.

Meskipun ditemukan pada peninggalan abad ke-7 dan 8 tetapi pada saat itu tidak digunakan benang emas seperti songket yang dikenal sekarang. Diperkirakan penggunaan benang emas maupun perak berkembang setelah abad 8. Hingga saat ini secara tradisional songket dibuat menggunakan benang berwarna untuk menciptakan motif mewah.

Songket diyakini sebagai kain mewah yang hanya digunakan oleh kalangan tertentu serta acara khusus. Keunikan dan kemewahan serta filosofi didalamnya menjadi alasan kain ini banyak digunakan dalam acara adat. Pesta pernikahan, penyambutan tamu dari luar daerah, acara adat keagamaan dan berbagai perayaan khusus wajib menggunakannya.

Songket juga digunakan dalam berbagai festival. Tujuannya adalah mengenalkan kekayaan budaya asli Indonesia. Bukan hanya motif yang menawan tetapi juga filosofi dan cara pembuatannya. Sehingga generasi muda lebih mencintai dan peduli terhadap warisan budaya tersebut. Harapannya regenerasi pengrajin songket dapat terus berjalan sehingga tidak punah.

Tidak jauh berbeda dengan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia, songket juga bisa digunakan secara umum dan modern. Banyak desainer kenamaan tanah air yang mulai menggunakan songket dikombinasikan dengan bahan lain. Produk fashion yang dibuat dari songket semakin beragam. Penggunaannya tidak lagi kaku dan terbatas.

Bukan hanya untuk acara adat yang sacral tetapi saat ini lebih luwes karena unsur kontemporer. Anak muda mulai banyak menggunakan bahan songket untuk melengkapi penampilannya. Jika umumnya kebaya dikombinasikan dengan bawahan batik, saat ini rok kebaya dibuat menggunakan bahan songket. 

Tak kalah dengan kain khas daerah lain yang digunakan untuk berbagai jenis pakaian, songket juga dikreasikan menjadi pakaian jadi. Selain rok, songket bisa dibuat menjadi bolero, tunik, baju koko, kemeja dan masin banyak lagi. Bahkan produsen kaos memasukkan unsur songket dalam produksinya. 

Kaos dengan kombinasi songket memiliki ciri khas etnik yang unik. Kehadiran motif dan bahan songket sebagai kombinasi kaos ikut meramaikan pasaran outfit anak muda. Digunakan secara luas bahkan bisa ditemukan melalui online shop dan marketplace. 

Songket memiliki karakteristik sebagai kain tradisional sarat filosofi. Namun penggunaannya saat ini meluas ke berbagai daerah di penjuru tanah air. 

Posted on Leave a comment

Mengenal Teknik Pembuatan, Warna, dan Simbol dari Kain Songket

Kain songket merupakan salah satu jenis kain yang eksklusif. Tidak semua orang memilikinya dan umumnya hanya kalangan tertentu saja. Selain bahannya tidak ditemukan secara umum di pasaran harganya juga lebih mahal dibanding katun, toyobo, spandek dan sejenisnya. Pemanfaatannya juga tidak untuk pakaian sehari-hari.

Songket merupakan bahan yang dihasilkan dari proses menjalin benang-benang menjadi jalinan khas. Proses pembuatannya secara manual menggunakan tangan sehingga setiap benangnya dijalin dengan teliti. Hal inilah yang menyebabkan harganya mahal selain juga dari bahan emas yang digunakan. Penggunaannya hanya terbatas pada acara formal tertentu. 

Teknik Pembuatan Kain Songket

Pembuatan songket dilakukan dengan tangan pengrajin menggunakan alat khusus dan bukan mesin. Songket dianyam dalam dua tahapan yang pertama adalah pola dasar dengan warna benang polos. Hasil anyamannya cukup sederhana kemudian dilanjutkan tahap kedua yaitu menyisipkan benang dekoratif.

Benang dekoratif yang digunakan adalah benang emas atau perak. Membentuk pola tertentu yang menjadikan songket lebih menarik. Warna emas dan perak memberikan efek mengkilap yang mewah. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi dalam menjalin benang-benang songket tersebut. Umumnya dilakukan oleh wanita disela kesibukan sehari-hari.

Secara umum peralatan songket sangat sederhana yaitu alat tenun yang terbuat dari kayu, kayu atau bambu untuk menarik benang, pembuat motif dan alat memasukkan atau menyisipkan benang. Benang yang digunakan adalah katun dikombinasikan dengan sutra dan benang berwarna dari bahan lain.

Warna Pembuatan Kain Songket

Warna songket kebanyakan adalah warna alami yang tidak mencolok. Tetapi justru karakteristik unik ini menyebabkan songket begitu diminati. Tidak banyak ditemukan pada kain lain karena kebanyakan pewarnaan berasal dari bahan kimia. Bahan alami digunakan karena dikerjakan manual yang semuanya masih tergantung dengan alam.

Warna ungu dan merah anggur dihasilkan dari buah kesumba, kuning berasal dari kunyit, hijau dari daun suji dan sebagainya. Dibanding bahan lain yang bermotif, songket memiliki karakter tradisional dan alam. Warnanya tidak mencolok namun tegas menjadi ciri khas sebagai kain tradisional.

Tetapi saat ini sudah banyak pengrajin yang beralih menggunakan pewarna tekstil. Sebab bahan alami yang biasa digunakan sebagai pewarna alami sudah semakin jarang dibudidayakan. Meskipun begitu tidak mengurangi keindahan dan ciri khas dari songket. Paling menonjol dari songket adalah simbol-simbol yang digunakan sebagai motif. 

Arti Simbol Kain Songket

Layaknya bahan batik yang masing-masing memiliki makna pada motifnya, songket juga demikian. Songket sudah dibuat sejak jaman dahulu tak heran jika motifnya merupakan simbol-simbol yang memiliki arti khusus. Bukan tanpa alasan, masing-masing simbol memiliki makna yang masih dipercaya hingga saat ini.

Motif bunga mawar, bermakna sebagai penolak bala. Filosofi mawar yang cantik, wangi dan berani dikaitkan dengan kemampuannya menolak mara bahaya. Motif songket ini digunakan dalam acara adat cukur rambut pada bayi. Dipakai sebagai selimut maupun kain gendong bayi. 

Motif bunga tanjung memiliki makna keramahtamahan tuan rumah. Biasa digunakan untuk menyambut tamu. Baik acara daerah maupun acara formal pribadi. Motif bunga melati sebagai simbol sopan santun, suci dan anggun. Jaman dahulu motif ini digunakan oleh tuan puteri yang belum menikah.

Motif pucuk rebung memiliki makna harapan di masa depan. Filosofi bambu yang unggul, tinggi, kokoh tidak mudah goyah oleh apapun. Kebanyakan songket memiliki motif pucuk rebung pada bagian kepala. Harapan yang disampaikan melalui kain songket ini adalah pemakainya selalu mendapat keberuntungan dan kebaikan sepanjang hidupnya. 

Posted on Leave a comment

Ingin Buat Jaket dari Kain Furing? Kenali Jenisnya Dulu

Kain furing untuk jaket digunakan sebagai pelapis bagian dalam. Tujuan utama menggunakan furing pada jaket adalah untuk menjaga kenyamanan pemakaian sehingga tidak terlalu panas. Meskipun pada dasarnya jaket digunakan untuk menghangatkan tubuh tetapi seringnya menyebabkan gerah berlebih karena bahannya tidak menyerap keringat. 

Kain yang digunakan untuk melapisi bagian dalam jaket ada bermacam jenis. Masing-masing memiliki kelebihan sesuai karakteristiknya. Bahan furing tipis, licin berguna untuk memberikan efek sejuk sesuai untuk pemakaian sebagai pelengkap fashion. Bahan yang memberikan efek hangat cocok digunakan pada musim dingin, berikut penjelasan lengkapnya.

Jenis Kain Furing untuk Jaket Bagian Dalam

Jaket merupakan salah satu jenis pakaian yang wajib dimiliki setiap orang. Sebagai perlindungan baik pada saat musim dingin maupun ketika panas terik. Memilih jaket bukan hanya dari segi kualitas bahan utamanya saja tetapi juga perlu diperhatikan kenyamanannya. Furing sebagai inner berperan penting dalam hal ini.

Pemilihan bahan furing harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan jaket. Untuk menjaga tubuh agar tetap hangat bisa digunakan bahan polar. Bahan ini karakteristiknya mirip wool sering digunakan untuk dalaman jaket para pendaki gunung. Bahannya terbuat dari kapas yang menyerap keringat namun menimbulkan efek hangat.

Bahan polar sangat lembut meskipun tebal sehingga nyaman dan aman digunakan. Meminimalisisr iritasi kulit karena gesekan berulang. Bisa digunakan untuk dalaman jaket anak-anak. Meskipun agak tebal dibanding jenis bahan furing lainnya tetapi bahan polar cukup ringan. 

Kain jala sudah umum digunakan sebagai inner. Untuk jaket bahan ini tidak menimbulkan hangat atau sejuk, netral namun menambah kerapian jahitan jaket. Biasanya digunakan sebagai inner jaket parasut. Selain sebagai inner jaket, kain jala juga digunakan untuk lapisan dalam saku celana terutama yang berbahan parasut. 

Bentuknya seperti jala ikan, jalinan serat kainnya tidak rapat dan berbentuk lubang-lubang. Memungkinkan sirkulasi udara lancar sehingga menimbulkan efek sejuk ketika dipakai meskipun di siang hari. Sifat jaket parasut cenderung panas sehingga kain jala dapat menetralisir.

Bahan katun, 100% terbuat dari kapas alami. Sifatnya halus, breathable, menyerap keringat, cukup nyaman digunakan sebagai inner. Umumnya bahan katun polos yang digunakan sebagai furing namun ada juga motif kotak-kotak. Kain furing ini cocok digunakan untuk jaket fashion yang digunakan sehari-hari. 

Satin asahi dengan karakteristik licin, halus, tipis dan ringan juga dimanfaatkan sebagai furing jaket. Bahan ini umumnya menimbulkan rasa panas dikulit karena terbuat dari polyester. Bahan asahi selain digunakan untuk jaket juga sebagai furing pada blazer. Menambah kerapian dan membantu jahitan blazer lebih presisi.

Agak kasar jika dibandingkan dengan bahan furing lainnya namun tetap nyaman digunakan. Furing berbahan asahi banyak digunakan sebagai inner mantel bulu. Bagi mereka yang tinggal di daerah beriklim dingin bisa digunakan setiap hari. Tingkat ketebalannya pas untuk bahan mantel. 

Furing dormeuil karakteristik bahannya halus namun tebal. Digunakan untuk menambah hangat tubuh sekaligus membuat kain utama lebih rapi. Biasa digunakan untuk furing blazer karena lembut dikulit dan tidak pengap. Menyerap keringat dengan baik sehingga ketika lembab akan kering dengan cepat.

Furing ini cukup banyak diminati karena selain membuat jaket lebih rapi dan nyaman juga ekonomis. Harganya sangat terjangkau tetapi kualitasnya cukup bagus sebagai bahan lapisan bagian dalam. Dormeuil asli memiliki cap atau stamp disetiap cmnya. Terdapat ketebalan berbeda kain furing disesuaikan dengan jaket atau blazer.