Posted on Leave a comment

Ingin Kain Suede Awet dan Tahan Lama? Ini Tipsnya!

Pernahkah anda bertanya tentang apakah itu kain suede? Artikel kali ini akan menjelaskan kepada anda tentang seputar jenis kain terutama suede. Pengertian dari kain jenis suede merupakan salah satu jenis kain yang terbuat dari bahan kulit sapi atau sintetis. Dengan begitu, menghasilkan kain yang lembut.

Adapun hasil kain jenis suede ini seringkali dibuat sebagai jaket, sepatu, kemeja, dompet, dan kaos oblong. Kata Suede ini diambil dari bahasa Perancis yang memiliki arti sarung tangan yang berasal dari Swedia. Sedangkan bahan kulit yang digunakan yaitu sapi, rusa, domba, dan kambing.

Tentu ada alasan tersendiri mengapa menggunakan bahan kulit tersebut. Salah satunya karena kulit hewan yang sudah dijelaskan tadi memiliki serat, maka dari itu saat proses pembuatan kain menjadi lebih mudah. Bahkan dalam proses penjahitan, kain lebih cepat terselesaikan.

Cara Merawat Kain Suede

1.Tidak Boleh Menggunakan Air

Untuk tips pertama dalam masalah perawatan kain suede yakni tidak boleh menggunakan air. Hal tersebut dikarenakan dapat merusak tekstur yang dimilikinya. Yang tadinya halus menjadi kasar bahkan menjadi berudul. Lalu bagaimana caranya? Cukup menggunakan sikat kering dalam membersihkan kotoran ataupun debu yang membandel.

Selain menggunakan sikat, anda juga harus menggunakan sedikit cairan agar semakin bersih dan teksturnya tetap terjaga. Karena jika kita merawatnya dengan baik, tentu saja kain yang dimiliki semakin awet dan tahan lama meski seringkali dipakai.

2.Menggunakan Penghapus Pensil

Lanjut pada tips yang kedua, jika biasanya perawatan kain menggunakan sikat. Kali ini ada cara yang unik tentu sangat mudah dilakukan. Anda bisa menggunakan penghapus pensil ketika ingin menghilangkan noda atau kotoran. Tenang, langkah ini aman dilakukan, karena sudah banyak yang mencobanya dan hasilnya memuaskan.

Jika anda takut tekstur kainnya rusak, langkah kedua ini cocok sekali dilakukan. Namun pastikan penghapus pensil yang digunakan juga memiliki tekstur lembut. Anda bisa melakukan langkah yang pertama maupun kedua, sesuaikan dengan keadaan kain yang anda miliki. Dengan begitu, ekspektasi agar kainnya awet semakin terealisasi.

3.Gunakan Cairan Tertentu

Meskipun pada poin pertama menggunakan sedikit cairan, bukan berarti anda memberikan cairan yang abal-abal. Pasalnya tidak semua jenis cairan cocok pada kain jenis suede. Bukannya kotoran atau debu yang menghilang, justru menjadi rusak. Jenis cairan apa sih yang cocok untuk kain jenis suede?

Untuk jenis cairan sendiri berupa spray yang mudah anda temukan di toko, selain itu bisa dibawa kemana saja. Sehingga ketika anda sedang berpergian dan aku dan kotoran yang menempel bisa langsung di beri cairan. Tentu dong sangat aman digunakan dan tidak membuat warna menjadi luntur.

4.Menggunakan Tepung Maizena

Kemudian pada tahapan yang keempat yaitu menggunakan tepung maizena, nah kalau ini tentu bahannya sangat mudah dicari bukan? Mungkin ada dari anda yang heran mengapa bisa menggunakan tepung maizena dalam perawatan kain jenis suede? Apakah tidak merusak tekstur kainnya? Di artikel inilah dikupas secara mendalam.

Keberadaan tepung maizena dipercaya sebagai penghilang noda pada kain jenis suede, kandungannya mampu membuat lapisan serat kain tetap lembut dan bagus. Caranya, taburkan tepung maizena di bagian kain yang terkena noda, tunggu beberapa menit, maka noda akan menghilang. Bagaimana sangat mudah bukan? Anda bisa mencobanya di rumah.

5.Menggunakan Sikat Gigi

Apakah anda memiliki sikat gigi yang sudah tidak terpakai, namun masih layak untuk digunakan? Daripada dibuang, lebih baik Anda memanfaatkannya sebagai media untuk menghilangkan noda atau debu pada jenis kain suede. Pilihlah jenis buka sikat yang lembut, agar tidak merusak serat kainnya.

Selain itu anda juga bisa memberikan sedikit cairan agar hasilnya maksimal. Bagaimana apakah penjelasannya cukup membantu anda dalam merawat kain jenis suede ini? Itu saja pembahasan tentang perawatan kain suede yang semoga mampu memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Posted on Leave a comment

Seperti Inilah Proses Pembuatan Kain Sintetis yang Benar

Masa remaja menjadi masa dimana penuh kenangan, maka dari itu tak heran banyak yang mengikuti trend masa kini, salah satunya menggunakan kain sintetis. Apalagi saat ini sudah banyak yang menghadirkan berbagi busana dengan menggunakan bahan dasar kain jenis sintesis. Alasannya karena teksturnya lembut serta nyaman.

Mengingat saat ini, perkembangan dalam dunia fashion banyak sekali remaja yang masih mengenakan bahan yang mengkilap. Sebut saja seperti bahan polyamide, spandex, ataupun nilon. Setiap jenis kain memang memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan jenis kain tersebut. Yang paling utama adalah nyaman saat dikenakan.

Bukankah kenyamanan paling utama? Percuma membeli kain mahal, ketika dikenakan membuat risih dan mengganggu aktivitas anda? Maka dari itu pilihlah jenis kain yang sesuai dengan keadaan. Jika sedang di daerah tropis kenakan busana yang menyerap keringat, begitu sebaliknya. Berikut ulasan mengenai kain jenis sintesis.

Proses Pembuatan Kain Sintesis

Dalam proses pembuatan jenis kain tentu harus melalui tahapan yang panjang, sama halnya ketika membuat kain sintetis. Dimulai dari proses pembuatan benang, kemudian dilakukan menjadi kain sampai berbentuk busana. Terlebih dari itu, ada beberapa kinerja dalam proses pembuatan kain

Nah artikel kali ini akan membantu anda dalam memahami masalah tersebut. Apalagi ketika anda memiliki niat meniti karir untuk membuka usaha menjual kain. Jadi harus ada modal terlebih dahulu, agar bisa lebih paham ketika melayani pelanggan.

#1 Ginning

Teknik pertama dalam proses pembuatan benang menjadi kain yaitu teknik gining atau biasa disebut sebagai teknik penjeratan (mengubah serat). Biasanya teknik ini dilakukan pada musim panen kapas berlangsung. Setelah itu, kapasnya dipisahkan dengan polongnya sampai benar-benar terpisah. Ketika panen jadi lebih mudah menemukan bahan dasarnya.

Sehingga tahapan awal ini juga disebut kegiatan memisahkan kapas dari bijinya, lakukan secara maksimal agar kain yang dihasilkan juga bagus dan memiliki kualitas terbaik. Jadi saat dilakukan proses menjahit lebih mudah dan efektif. Bisa dilakukan menggunakan teknik manual atau menggunakan mesin.

#2 Spinning

Tahapan kedua dilakukannya proses spinning atau proses pemintalan bahan. Dalam proses ini kegiatannya yaitu membuka bola kapas kemudian dicampur dengan bahan serat kapas. Usahakan sampai keduanya menyatu dengan baik. Jadi kesimpulan dalam teknik spinning adalah memisahkan serat, untuk segera dijahit bisa menggunakan campuran kulit kapas.

#3 Weaving

Kemudian lanjut pada teknik Weaving, proses ini baru bisa dilakukan. Apabila pada teknik yang sebelumnya berhasil dilakukan dengan baik, karena kalau tidak maka yang terjadi adalah kain yang dihasilkan tidak memiliki kualitas bagus dan tidak terasa nyaman saat dikenakan. Tahukah anda apa itu proses Weaving?

Teknik Weaving yaitu proses dimana dilakukannya pengubahan dari benang menjadi kain jenis sintesis. Dalam proses ini, kainnya harus dipintal dulu, hal tersebut dilakukan agar pada saat penganyaman mudah dilakukan. Disisi lain anda juga bisa mengontrol berapa banyak benang yang digunakan.

#4 Finishing

Lanjut pada tahapan keempat atau sering disebut sebagai teknik finishing (penyelesaian). Perlu diketahui juga bahwa ketika teknik finishing ini tidak terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Itulah yang menjadikannya letak perbedaan dari teknik sebelumnya. Pasalnya dalam teknik finishing hanya dilakukan pemberian cairan kimia.

Cairan kimia ini diberikan agar bahannya tahan lama, awet, sehingga kualitasnya terbaik dan tidak kalah jauh dengan jenis kainnya. Selain itu, agar bisa terlindungi dari paparan sinar Ultraviolet, yang jika dibiarkan mampu merusak tekstur kain, sehingga gampang rusak dan lusuh. Itulah teknik dalam proses pembuatan kain sintetis.

Posted on Leave a comment

Bingung Membedakan Kain Sintetis Vs Non Sintesis? Ini Bedanya!

Dalam proses pembuatan benang menjadi kain sampai busana yang dipakai sehari-hari, tentu harus melalui proses yang panjang, seperti dalam proses pembuatan kain sintetis. Begitu juga dalam masalah memilih bahan yang akan digunakan, tentu harus tahu bagaimana karakteristiknya.  Dimulai dari bahan kain satin, katun maupun sintetis. 

Hal ini penting dilakukan untuk menentukan jenis pakaian  yang  dibuat. Coba bayangkan, ketika memiliki bahannya, namun salah digunakan dalam membuat pakaian, tentu hasilnya mengecewakan bukan? Nah, lalu apa yang membedakan antara kain jenis sintesis dengan kain yang non sintesis? Selengkapnya ada di ulasan berikut ini. 

Kain Sintetis Vs Non Sintesis

Mungkin diantara kalian ada yang belum paham perbedaan kain sintetis dengan kain non sintetis. Letak perbedaan paling dominan dari keduanya adalah pada bahan dasar yang dipakai dalam proses pembuatan sampai menjadi kain. Ada yang menggunakan bahan alami, dan ada pula yang menggunakan bahan campuran kimia.  

Sehingga hasilnya juga berbeda, itulah yang mempengaruhi harga serta kualitas yang dimilikinya. Nah, kalau dari segi bahannya, apa saja yang membedakannya? Berikut akan dijelaskan secara lengkap, dan semoga mampu memberikan referensi untuk anda, dan jangan lupa untuk dibaca sampai selesai.

Bahan Kain Wol

Letak perbedaan pertama antara kain jenis sintesis dengan kain non sintetis adalah menggunakan bahan kain wol. Bahan ini dipercaya memiliki kain yang tahan terhadap suhu panas, serta memiliki sifat elastis. Namun sayangnya bahan wol tidak mampu menyerap keringat  sehingga sering digunakan pada saat musim dingin.

Dikarenakan mampu memberikan kehangatan pada tubuh,  seringkali menggunakan bahan dasar bulu domba yang telah dibersihkan. Selain itu, bahan ini juga mudah ditemukan, meski begitu harga yang ditawarkan cukup mahal dibandingkan dengan jenis bahan lainnya. Apakah anda ingin memilikinya?

Bahan Kain Sutera

Lanjut pada bahan yang membedakan antara kain jenis sintesis dan kain non sintetis yaitu menggunakan bahan kain sutra. Bahan dasar sutra memiliki serat yang cukup kuat, serta memiliki tekstur yang lembut dan halus, sehingga saat dikenakan memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menggunakannya. 

Karakteristik yang dimiliki kain sutera ini terlihat tipis, namun disisi lain mempunyai sifat anti kerut. Sifat inilah yang membuat konsumen merasa nyaman, dan mampu bertahan pada cuaca yang panas, serta melindunginya dari sinar matahari. Fakta unik lainnya adalah bahwa kain sutera juga dijadikan sebagai pengobatan. 

Bahan Kain Katun

Selanjutnya menggunakan bahan kain jenis katun, untuk jenis ini pasti sudah sangat familiar di kalangan para pecinta dunia fashion. Kain katun memiliki tekstur yang tebal, sehingga memudahkannya menjadi kusut dan tidak awet. Meski begitu, ada kelebihan yang dimiliki kain katun yaitu mampu menyerap keringat secara maksimal. 

Maka dari itu, jenis kain katun seringkali dibuat untuk kaos oblong, kaos olahraga, yang memudahkan penggunanya dalam bergerak. Serta mampu menyerap keringat ketika melakukan aktivitas diluar rumah dan terkena matahari secara langsung. Sehingga tak heran, kalau kain katun menjadi kain yang paling dicari.

Bahan Kain Linen

Letak perbedaan yang selanjutnya yaitu pada bahan kain linen, mungkin dari namanya sangat jarang didengar, akan tetapi kain linen seringkali digunakan dalam pembuatan baju ataupun kaos. Permukaan yang mengkilap dibandingkan dengan kain katun, menjadi alasan banyak diburu oleh konsumen. Tentu ada beberapa alasan lainnya. 

Siapa pun yang menggunakan kain linen akan tampil lebih elegan epic, memberikan kesan anggun. Sehingga wajar apabila kain linen banyak diburu konsumen, dan setiap jenis kain yang dibuat tentu memiliki penggemarnya masing-masing. Itulah letak perbedaan kain sintesis dengan non sintesis dari segi bahan yang digunakan. 

Posted on Leave a comment

Mengenal Plus Minus Kain Sintetis dan Jenisnya Lebih Jauh

Kain sintetis saat ini banyak beredar di pasaran dan banyak digunakan sebagai bahan pembuat pakaian baik pria maupun wanita. Dunia fashion tanah air seperti tidak pernah kehabisan model. Selalu ada trend baru model fashion yang digemari masyarakat. Perputaran model pakaian bisa terjadi dalam hitungan hari. 

Mengikuti trend konsumen fashion para produsen tekstil memberikan berbagai alternatif kain untuk digunakan. Maka tak heran jika setiap bulan selalu muncul pakaian dengan material berbeda meskipun modelnya sama. Misalnya gamis berbahan hyget, bulan berikutnya berbahan rayon viscose dan seterusnya, untuk satu model.

Macam-Macam Kain Sintetis

Ada berbagai macam bahan sintetis yang digunakan industri garmen tanah air. Yang pertama dan paling populer adalah polyester. Serat ini dihasilkan dari pengolahan minyak bumi menghasilkan biji plastik. Ketersediaannya melimpah sehingga harganya terjangkau. Tetapi kurang nyaman digunakan sebagai pembuat pakaian.

Polyester biasanya tidak digunakan secara mandiri sebagai bahan pakaian. Serat ini biasa dicampur dengan material lain seperti spandek, sutra, kapas dan sebagainya sehingga menghasilkan bahan yang lebih ramah. Lebih nyaman digunakan karena tidak panas dan lembab.

Serat Aramid, terbuat dari nilon. Serat ini digunakan untuk membuat pakaian khusus seperti seragam damkar, pakaian pembalap dan sebagainya. Serat ini tahan panas hingga suhu 530C serta tahan api. Namun tidak sesuai untuk dijadikan sebagai pakaian sehari-hari karena kurang nyaman dan panas.

Serat acrylic atau wol imitasi. Bahan ini sering digunakan untuk membuat jaket karena memberi efek menghangatkan layaknya wol. Lebih cepat kering sehingga penggunaan lebih nyaman dan perawatannya mudah. Kelemahannya material ini kurang cocok digunakan untuk bahan membuat pakaian sehari-hari di daerah tropis.

Serat CDP, merupakan gabungan dari kain sintetis polyester. Merupakan hasil modifikasi polyester menghasilkan kain yang lebih nyaman digunakan sebagai pakaian. Sifatnya awet seperti polyester tetapi fleksibel dan breathable. Harga terjangkau dan perawatannya mudah. Namun penggunaannya belum sebanyak kain lain pada umumnya.

Plus Minus Kain Sintetis

Kelebihan yang utama adalah murah dan mudah didapat dibanding bahan aslinya. Sehingga lebih menghemat biaya produksi industri garmen. Bahan sintetis juga lebih mudah dalam perawatan tidak mudah rusak karena proses cuci jemur. Selain itu tidak mudah kotor dan bau karena sifatnya tidak menyerap.

Tersedia dalam berbagai variasi warna yang lebih banyak dibanding bahan asli. Sehingga memberikan pilihan lebih mudah bagi calon konsumen. Bisa disesuaikan dengan selera fashion dan warna kulit pemakainya. Kombinasinya lebih kekinian dan mengikuti trend fashion terbaru.

Kelemahan bahan sintetis adalah tidak menyerap keringat sehingga kurang nyaman digunakan di daerah tropis. Menyebabkan gerah berlebih ketika dikenakan pada siang hari. Untuk jenis pakaian tertentu kurang sesuai karena membatasi gerak dan mobilitas. Sifat bahannya menghambat sirkulasi udara dan memberi efek panas. 

Kegunaan Serat Sintetis

Serat sintetis tahan terhadap serangan jamur dan bakteri karena sifatnya tidak menyerap. Sifat bahan seperti ini cocok digunakan sebagai pelindung misalnya masker wajah. Mencegah penularan penyakit dan kontaminasi udara. Bahan sintetis umumnya memiliki tingkat elastisitas tinggi, cocok digunakan sebagai pakaian olahraga. 

Dapat melebar hingga beberapa persen adalah keuntungan penggunaan bahan sintetis untuk berbagai aktivitas fisik. Untuk seragam senam, yoga, atletik, kaos sepeda dan sebagainya lebih nyaman. Serat sintetis yang dicampurkan pada material bahan lain membantu meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia.

Serat sintetis tidak mudah kusut. Banyak digunakan dalam pembuatan kain lain sehingga membantu memudahkan dalam perawatan. Karena tidak mudah kusut kain yang dibuat dari serat sintetis lebih mudah dalam penyimpanan. Secara umum kain sintetis sangat berguna bagi industri fashion karena memaksimalkan penggunaan bahan lainnya.

Posted on Leave a comment

5 Jenis Kain Sintetis yang Terbaik, Mana Pilihanmu?

Industri garmen semakin maju dengan digunakannya kain sintetis sebagai bahan utama membuat pakaian jadi. Banyak sekali manfaat menggunakan bahan sintetis sebagai campuran atau kombinasi bahan utama. Yang pasti bahan sintetis lebih ekonomis dibanding bahan aslinya misalnya kulit atau sutera. Namun kualitasnya tidak jauh berbeda.

Bahan sintetis adalah solusi pengadaan bahan baku mudah dan murah. Kebanyakan serat asli diimpor langsung dari Negara lain yang tentunya membutuhkan tambahan biaya. Begitu sampai di tangan konsumen harga yang ditawarkan menjadi tidak terjangkau. Bahan sintetis diproduksi sendiri di dalam negeri sehingga lebih mudah mendapatkannya. 

#1 Polyester

Kain sintetis yang paling banyak digunakan di industri garmen salah satunya adalah polyester. Sesuai dengan namanya kain ini dihasilkan dari bahan ester yang merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak bumi. Hasil sampingan tersebut menghasilkan serat fiber poly yang memiliki sifat dasar plastik.

Tidak mudah menyerap keringat adalah salah satu karakteristiknya. Tetapi bahan ini lebih banyak digunakan sebagai pembuat pakaian lapangan. Pakaian yang membutuhkan ketahanan terhadap air maupun panas misalnya seragam damkar, jaket, kaos trail, mantel hujan dan sebagainya. 

#2 Viscose

Menjadi bahan campuran organic dan sintetis termurah, viscose banyak dicari para produsen fashion tanah air. Viscose didapatkan dari campuran serat kayu dan serat sintetis selulosa organic. Hasil yang didapat adalah tekstur kain lembut dan licin. Cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuat fashion wanita. 

Warnanya cerah dan awet sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembuat kaos terutama pakaian anak-anak. Bahan viscose juga tahan terhadap kelembaban tinggi. Nyaman digunakan di daerah tropis seperti Indonesia. Tidak mudah berjamur atau menyebabkan bau karena bersentuhan dengan keringat.

#3 Hyget

Hyget adalah kain sintetis yang memiliki karakteristik plastik tipis. Bisa dibayangkan menggunakan pakaian dengan bahan ini pastinya menimbulkan efek panas dan gerah. Namun bahan ini bisa didapatkan dengan harga murah. Sehingga harga pakaian jadi juga lebih ekonomis dibanding bahan sintetis lainnya. 

Meskipun menjadi bahan dengan label kelas paling rendah tetapi hyget mengalami banyak modifikasi. Perkembangannya menghasilkan bahan super hyget yang lebih ramah bagi pengguna. Lebih berpori sehingga bahan breathable tidak panas dan lebih dapat menyerap keringat. Cocok digunakan sebagai pakaian olahraga outdoor.

#4 Paragon

Termasuk dalam keluarga polyester yang memiliki karakteristik plastik, bahan paragon lebih tebal. Namun justru menjadi kelebihan karena lebih fleksibel sehingga cocok digunakan untuk pakaian olahraga. Memudahkan gerak dan lentur sehingga awet tidak mudah sobek. Digunakan untuk pakaian renang, seragam menyelam, pakaian senam dan sebagainya.

Bahan paragon memiliki efek kilap pada permukaannya. Digunakan pada siang hari bahan ini dapat memantulkan paparan sinar matahari. Sehingga meminimalisir radiasi sinar UV masuk ke dalam kulit. Maka banyak digunakan untuk pakaian olahraga outdoor juga seperti kaos sepeda dan pakaian atletik.

#5 Spandex

Kain spandex sudah sangat familiar bagi para pecinta fashion. Terbuat dari serat polyurethane-polyuria copolymer yang menjadikannya sangat elastis. Bahan ini paling elastis dibandingkan bahan sintetis lainnya tak heran jika spandex menjadi bahan favorit. Bahan spandex juga dapat menyerap keringat dengan baik sering digunakan untuk kaos.

Spandex lebih fleksibel bisa dimanfaatkan untuk berbagai pakaian sehari-hari. Karakteristik kain dari bahan spandex adalah empuk, halus dan jatuh. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian sehari-hari bahan ini juga bisa digunakan sebagai dress dan gamis. Tingkat kenyamanan kain sintetis semakin meningkat seiring perkembangan dan permintaan pasar.

Posted on Leave a comment

Tips Membeli Kain Beludru dan Cara Mencucinya dengan Benar

Memiliki nilai eksklusif kain beludru membutuhkan perawatan yang benar supaya lebih awet. Bagi pemula yang belum berpengalaman dalam membeli berbagai jenis kain hendaknya memperhatikan karakteristiknya terlebih dahulu. Sehingga pada saat menggunakannya lebih pas, sesuai dengan tujuannya. Apakah akan digunakan sebagai pakaian resmi atau non resmi.

Beludru sudah terkenal sejak jaman dahulu sebagai bahan pembuat kebaya Jawa. Sifatnya halus ketika diraba dan menimbulkan jejak pada permukaanya. Cukup unik dan tetap nyaman digunakan bahkan di siang hari karena mampu menyerap keringat. Tertarik membelinya? Perhatikan dulu tips berikut ini!

Tips Membeli Kain Beludru

Tips pertama sebelum membeli beludru adalah tentukan dulu tujuannya. Apakah akan dibuat menjadi dress, pakaian biasa, kebaya, rok dan sebagainya. Sebab akan berpengaruh pada kebutuhan panjang pendeknya bahan. Jika sudah menentukan tujuannya ukur badan terlebih dahulu apakah M, L, XL dan seterusnya.

Setelah mengukur badan bisa menentukan kebutuhan banyaknya kain yang akan dibeli. Jika tidak yakin bisa meminta pertimbangan dari penjual kain. Biasanya sudah hafal dengan kebutuhan bahan bagi masing-masing ukuran tubuh. Tidak ada salahnya mengikuti saran penjual karena sudah berpengalaman mengukur kebutuhan para konsumennya. 

Kemudian sesuaikan dengan budget. Beludru terkenal cukup mahal untuk tingkat kualitas tertentu. Beludru tebal lebih mahal dibanding beludru tipis. Jika ingin lebih mewah dan percaya diri bisa memaksimalkan budget untuk membeli beludru tebal. Selain mewah meskipun tanpa tambahan aksen dan asesoris juga lebih mudah dijahit.

Kenali karakteristik bahan sebelum membeli. Meskipun secara langsung umumnya konsumen masih kebingungan menentukan jenis kain yang dibutuhkan. Apalagi beludru mirip dengan velvet dari segi tampilannya yaitu sama-sama memiliki efek mengkilap. Jangan sampai salah pilih karena akan berpengaruh pada hasil akhir pembuatan pakaian.

Cara Mencuci Kain Beludru

Beludru merupakan kain eksklusif dan mahal jadi wajar jika perawatannya membutuhkan ekstra kehati-hatian. Dalam mencuci beludru hindari menggunakan mesin cuci apalagi mencampurnya dengan pakaian lain. Sebab sangat besar kemungkinan terdangkut di mesin atau dengan serat pakaian jenis kain lain. Sebaiknya cuci pakai tangan secara manual.

Jangan terlalu merendam pakaian berbahan beludru menggunakan detergen. Bahan beludru tergolong bahan yang tahan noda. Gunakan sedikit saja deterjen dan rendam sebentar lalu kucek. Gunakan air dingin agar serat pakaian tidak cepat rusak. Hindari menyikat secara acak. Jika memang dibutuhkan gunakan sikat dengan satu arah.

Paling bagus mencuci menggunakan dry clean. Tidak perlu deterjen banyak dan minim resiko serat kain rusak karena proses pencucian manual menggunakan tangan. Karena biaya menggunakan jasa dry clean tidak murah maka pertimbangkan menggunakannya hanya untuk jenis pakaian yang susah dicuci menggunakan tangan misalnya dress berpayet.

Meskipun terbilang praktis dan cepat mengeringkan hindari menggunakan mesin spinner. Bulu pada bahan beludru lebih mudah rusak jika dikeringkan dengan mesin. Karena rawan tertarik dan tersangkut pada dinding mesin. Keringkan dengan cara didinginkan saja tidak perlu di bawah sinar matahari langsung.

Beludru cukup sensitif terhadap panas, perhatikan petunjuk ketika akan menyetrika. Gunakan suhu sedang hingga rendah, suhu tinggi akan lebih cepat merusak serat serta tekstur kain. Bulu pada bahan beludru juga rentan terbakar. Setrika dengan cara menggosok searah tidak secara acak dua arah.

Lebih aman lagi menggunakan setrika uap karena tidak perlu menempelkan dan menekan pada permukaan kain. Simpan pakaian berbahan beludru dengan cara digantung jangan dilipat. Sebab kain beludru lebih mudah kusut dan sulit kembali rapi jika dilipat dan ditumpuk dengan pakaian lain.