Mengingat saat ini, perkembangan dalam dunia fashion banyak sekali remaja yang masih mengenakan bahan yang mengkilap. Sebut saja seperti bahan polyamide, spandex, ataupun nilon. Setiap jenis kain memang memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan jenis kain tersebut. Yang paling utama adalah nyaman saat dikenakan.
Bukankah kenyamanan paling utama? Percuma membeli kain mahal, ketika dikenakan membuat risih dan mengganggu aktivitas anda? Maka dari itu pilihlah jenis kain yang sesuai dengan keadaan. Jika sedang di daerah tropis kenakan busana yang menyerap keringat, begitu sebaliknya. Berikut ulasan mengenai kain jenis sintesis.
Proses Pembuatan Kain Sintesis

Dalam proses pembuatan jenis kain tentu harus melalui tahapan yang panjang, sama halnya ketika membuat kain sintetis. Dimulai dari proses pembuatan benang, kemudian dilakukan menjadi kain sampai berbentuk busana. Terlebih dari itu, ada beberapa kinerja dalam proses pembuatan kain
Nah artikel kali ini akan membantu anda dalam memahami masalah tersebut. Apalagi ketika anda memiliki niat meniti karir untuk membuka usaha menjual kain. Jadi harus ada modal terlebih dahulu, agar bisa lebih paham ketika melayani pelanggan.
#1 Ginning
Teknik pertama dalam proses pembuatan benang menjadi kain yaitu teknik gining atau biasa disebut sebagai teknik penjeratan (mengubah serat). Biasanya teknik ini dilakukan pada musim panen kapas berlangsung. Setelah itu, kapasnya dipisahkan dengan polongnya sampai benar-benar terpisah. Ketika panen jadi lebih mudah menemukan bahan dasarnya.
Sehingga tahapan awal ini juga disebut kegiatan memisahkan kapas dari bijinya, lakukan secara maksimal agar kain yang dihasilkan juga bagus dan memiliki kualitas terbaik. Jadi saat dilakukan proses menjahit lebih mudah dan efektif. Bisa dilakukan menggunakan teknik manual atau menggunakan mesin.
#2 Spinning
Tahapan kedua dilakukannya proses spinning atau proses pemintalan bahan. Dalam proses ini kegiatannya yaitu membuka bola kapas kemudian dicampur dengan bahan serat kapas. Usahakan sampai keduanya menyatu dengan baik. Jadi kesimpulan dalam teknik spinning adalah memisahkan serat, untuk segera dijahit bisa menggunakan campuran kulit kapas.
#3 Weaving
Kemudian lanjut pada teknik Weaving, proses ini baru bisa dilakukan. Apabila pada teknik yang sebelumnya berhasil dilakukan dengan baik, karena kalau tidak maka yang terjadi adalah kain yang dihasilkan tidak memiliki kualitas bagus dan tidak terasa nyaman saat dikenakan. Tahukah anda apa itu proses Weaving?
Teknik Weaving yaitu proses dimana dilakukannya pengubahan dari benang menjadi kain jenis sintesis. Dalam proses ini, kainnya harus dipintal dulu, hal tersebut dilakukan agar pada saat penganyaman mudah dilakukan. Disisi lain anda juga bisa mengontrol berapa banyak benang yang digunakan.
#4 Finishing
Lanjut pada tahapan keempat atau sering disebut sebagai teknik finishing (penyelesaian). Perlu diketahui juga bahwa ketika teknik finishing ini tidak terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Itulah yang menjadikannya letak perbedaan dari teknik sebelumnya. Pasalnya dalam teknik finishing hanya dilakukan pemberian cairan kimia.
Cairan kimia ini diberikan agar bahannya tahan lama, awet, sehingga kualitasnya terbaik dan tidak kalah jauh dengan jenis kainnya. Selain itu, agar bisa terlindungi dari paparan sinar Ultraviolet, yang jika dibiarkan mampu merusak tekstur kain, sehingga gampang rusak dan lusuh. Itulah teknik dalam proses pembuatan kain sintetis.
]]>Hal ini penting dilakukan untuk menentukan jenis pakaian yang dibuat. Coba bayangkan, ketika memiliki bahannya, namun salah digunakan dalam membuat pakaian, tentu hasilnya mengecewakan bukan? Nah, lalu apa yang membedakan antara kain jenis sintesis dengan kain yang non sintesis? Selengkapnya ada di ulasan berikut ini.
Kain Sintetis Vs Non Sintesis

Mungkin diantara kalian ada yang belum paham perbedaan kain sintetis dengan kain non sintetis. Letak perbedaan paling dominan dari keduanya adalah pada bahan dasar yang dipakai dalam proses pembuatan sampai menjadi kain. Ada yang menggunakan bahan alami, dan ada pula yang menggunakan bahan campuran kimia.
Sehingga hasilnya juga berbeda, itulah yang mempengaruhi harga serta kualitas yang dimilikinya. Nah, kalau dari segi bahannya, apa saja yang membedakannya? Berikut akan dijelaskan secara lengkap, dan semoga mampu memberikan referensi untuk anda, dan jangan lupa untuk dibaca sampai selesai.
Bahan Kain Wol
Letak perbedaan pertama antara kain jenis sintesis dengan kain non sintetis adalah menggunakan bahan kain wol. Bahan ini dipercaya memiliki kain yang tahan terhadap suhu panas, serta memiliki sifat elastis. Namun sayangnya bahan wol tidak mampu menyerap keringat sehingga sering digunakan pada saat musim dingin.
Dikarenakan mampu memberikan kehangatan pada tubuh, seringkali menggunakan bahan dasar bulu domba yang telah dibersihkan. Selain itu, bahan ini juga mudah ditemukan, meski begitu harga yang ditawarkan cukup mahal dibandingkan dengan jenis bahan lainnya. Apakah anda ingin memilikinya?
Bahan Kain Sutera
Lanjut pada bahan yang membedakan antara kain jenis sintesis dan kain non sintetis yaitu menggunakan bahan kain sutra. Bahan dasar sutra memiliki serat yang cukup kuat, serta memiliki tekstur yang lembut dan halus, sehingga saat dikenakan memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menggunakannya.
Karakteristik yang dimiliki kain sutera ini terlihat tipis, namun disisi lain mempunyai sifat anti kerut. Sifat inilah yang membuat konsumen merasa nyaman, dan mampu bertahan pada cuaca yang panas, serta melindunginya dari sinar matahari. Fakta unik lainnya adalah bahwa kain sutera juga dijadikan sebagai pengobatan.
Bahan Kain Katun
Selanjutnya menggunakan bahan kain jenis katun, untuk jenis ini pasti sudah sangat familiar di kalangan para pecinta dunia fashion. Kain katun memiliki tekstur yang tebal, sehingga memudahkannya menjadi kusut dan tidak awet. Meski begitu, ada kelebihan yang dimiliki kain katun yaitu mampu menyerap keringat secara maksimal.
Maka dari itu, jenis kain katun seringkali dibuat untuk kaos oblong, kaos olahraga, yang memudahkan penggunanya dalam bergerak. Serta mampu menyerap keringat ketika melakukan aktivitas diluar rumah dan terkena matahari secara langsung. Sehingga tak heran, kalau kain katun menjadi kain yang paling dicari.
Bahan Kain Linen
Letak perbedaan yang selanjutnya yaitu pada bahan kain linen, mungkin dari namanya sangat jarang didengar, akan tetapi kain linen seringkali digunakan dalam pembuatan baju ataupun kaos. Permukaan yang mengkilap dibandingkan dengan kain katun, menjadi alasan banyak diburu oleh konsumen. Tentu ada beberapa alasan lainnya.
Siapa pun yang menggunakan kain linen akan tampil lebih elegan epic, memberikan kesan anggun. Sehingga wajar apabila kain linen banyak diburu konsumen, dan setiap jenis kain yang dibuat tentu memiliki penggemarnya masing-masing. Itulah letak perbedaan kain sintesis dengan non sintesis dari segi bahan yang digunakan.
]]>Mengikuti trend konsumen fashion para produsen tekstil memberikan berbagai alternatif kain untuk digunakan. Maka tak heran jika setiap bulan selalu muncul pakaian dengan material berbeda meskipun modelnya sama. Misalnya gamis berbahan hyget, bulan berikutnya berbahan rayon viscose dan seterusnya, untuk satu model.
Macam-Macam Kain Sintetis
Ada berbagai macam bahan sintetis yang digunakan industri garmen tanah air. Yang pertama dan paling populer adalah polyester. Serat ini dihasilkan dari pengolahan minyak bumi menghasilkan biji plastik. Ketersediaannya melimpah sehingga harganya terjangkau. Tetapi kurang nyaman digunakan sebagai pembuat pakaian.
Polyester biasanya tidak digunakan secara mandiri sebagai bahan pakaian. Serat ini biasa dicampur dengan material lain seperti spandek, sutra, kapas dan sebagainya sehingga menghasilkan bahan yang lebih ramah. Lebih nyaman digunakan karena tidak panas dan lembab.
Serat Aramid, terbuat dari nilon. Serat ini digunakan untuk membuat pakaian khusus seperti seragam damkar, pakaian pembalap dan sebagainya. Serat ini tahan panas hingga suhu 530C serta tahan api. Namun tidak sesuai untuk dijadikan sebagai pakaian sehari-hari karena kurang nyaman dan panas.
Serat acrylic atau wol imitasi. Bahan ini sering digunakan untuk membuat jaket karena memberi efek menghangatkan layaknya wol. Lebih cepat kering sehingga penggunaan lebih nyaman dan perawatannya mudah. Kelemahannya material ini kurang cocok digunakan untuk bahan membuat pakaian sehari-hari di daerah tropis.
Serat CDP, merupakan gabungan dari kain sintetis polyester. Merupakan hasil modifikasi polyester menghasilkan kain yang lebih nyaman digunakan sebagai pakaian. Sifatnya awet seperti polyester tetapi fleksibel dan breathable. Harga terjangkau dan perawatannya mudah. Namun penggunaannya belum sebanyak kain lain pada umumnya.
Plus Minus Kain Sintetis

Kelebihan yang utama adalah murah dan mudah didapat dibanding bahan aslinya. Sehingga lebih menghemat biaya produksi industri garmen. Bahan sintetis juga lebih mudah dalam perawatan tidak mudah rusak karena proses cuci jemur. Selain itu tidak mudah kotor dan bau karena sifatnya tidak menyerap.
Tersedia dalam berbagai variasi warna yang lebih banyak dibanding bahan asli. Sehingga memberikan pilihan lebih mudah bagi calon konsumen. Bisa disesuaikan dengan selera fashion dan warna kulit pemakainya. Kombinasinya lebih kekinian dan mengikuti trend fashion terbaru.
Kelemahan bahan sintetis adalah tidak menyerap keringat sehingga kurang nyaman digunakan di daerah tropis. Menyebabkan gerah berlebih ketika dikenakan pada siang hari. Untuk jenis pakaian tertentu kurang sesuai karena membatasi gerak dan mobilitas. Sifat bahannya menghambat sirkulasi udara dan memberi efek panas.
Kegunaan Serat Sintetis

Serat sintetis tahan terhadap serangan jamur dan bakteri karena sifatnya tidak menyerap. Sifat bahan seperti ini cocok digunakan sebagai pelindung misalnya masker wajah. Mencegah penularan penyakit dan kontaminasi udara. Bahan sintetis umumnya memiliki tingkat elastisitas tinggi, cocok digunakan sebagai pakaian olahraga.
Dapat melebar hingga beberapa persen adalah keuntungan penggunaan bahan sintetis untuk berbagai aktivitas fisik. Untuk seragam senam, yoga, atletik, kaos sepeda dan sebagainya lebih nyaman. Serat sintetis yang dicampurkan pada material bahan lain membantu meningkatkan ketahanan terhadap bahan kimia.
Serat sintetis tidak mudah kusut. Banyak digunakan dalam pembuatan kain lain sehingga membantu memudahkan dalam perawatan. Karena tidak mudah kusut kain yang dibuat dari serat sintetis lebih mudah dalam penyimpanan. Secara umum kain sintetis sangat berguna bagi industri fashion karena memaksimalkan penggunaan bahan lainnya.
]]>Bahan sintetis adalah solusi pengadaan bahan baku mudah dan murah. Kebanyakan serat asli diimpor langsung dari Negara lain yang tentunya membutuhkan tambahan biaya. Begitu sampai di tangan konsumen harga yang ditawarkan menjadi tidak terjangkau. Bahan sintetis diproduksi sendiri di dalam negeri sehingga lebih mudah mendapatkannya.
#1 Polyester

Kain sintetis yang paling banyak digunakan di industri garmen salah satunya adalah polyester. Sesuai dengan namanya kain ini dihasilkan dari bahan ester yang merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak bumi. Hasil sampingan tersebut menghasilkan serat fiber poly yang memiliki sifat dasar plastik.
Tidak mudah menyerap keringat adalah salah satu karakteristiknya. Tetapi bahan ini lebih banyak digunakan sebagai pembuat pakaian lapangan. Pakaian yang membutuhkan ketahanan terhadap air maupun panas misalnya seragam damkar, jaket, kaos trail, mantel hujan dan sebagainya.
#2 Viscose
Menjadi bahan campuran organic dan sintetis termurah, viscose banyak dicari para produsen fashion tanah air. Viscose didapatkan dari campuran serat kayu dan serat sintetis selulosa organic. Hasil yang didapat adalah tekstur kain lembut dan licin. Cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuat fashion wanita.
Warnanya cerah dan awet sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembuat kaos terutama pakaian anak-anak. Bahan viscose juga tahan terhadap kelembaban tinggi. Nyaman digunakan di daerah tropis seperti Indonesia. Tidak mudah berjamur atau menyebabkan bau karena bersentuhan dengan keringat.
#3 Hyget
Hyget adalah kain sintetis yang memiliki karakteristik plastik tipis. Bisa dibayangkan menggunakan pakaian dengan bahan ini pastinya menimbulkan efek panas dan gerah. Namun bahan ini bisa didapatkan dengan harga murah. Sehingga harga pakaian jadi juga lebih ekonomis dibanding bahan sintetis lainnya.
Meskipun menjadi bahan dengan label kelas paling rendah tetapi hyget mengalami banyak modifikasi. Perkembangannya menghasilkan bahan super hyget yang lebih ramah bagi pengguna. Lebih berpori sehingga bahan breathable tidak panas dan lebih dapat menyerap keringat. Cocok digunakan sebagai pakaian olahraga outdoor.
#4 Paragon
Termasuk dalam keluarga polyester yang memiliki karakteristik plastik, bahan paragon lebih tebal. Namun justru menjadi kelebihan karena lebih fleksibel sehingga cocok digunakan untuk pakaian olahraga. Memudahkan gerak dan lentur sehingga awet tidak mudah sobek. Digunakan untuk pakaian renang, seragam menyelam, pakaian senam dan sebagainya.
Bahan paragon memiliki efek kilap pada permukaannya. Digunakan pada siang hari bahan ini dapat memantulkan paparan sinar matahari. Sehingga meminimalisir radiasi sinar UV masuk ke dalam kulit. Maka banyak digunakan untuk pakaian olahraga outdoor juga seperti kaos sepeda dan pakaian atletik.
#5 Spandex
Kain spandex sudah sangat familiar bagi para pecinta fashion. Terbuat dari serat polyurethane-polyuria copolymer yang menjadikannya sangat elastis. Bahan ini paling elastis dibandingkan bahan sintetis lainnya tak heran jika spandex menjadi bahan favorit. Bahan spandex juga dapat menyerap keringat dengan baik sering digunakan untuk kaos.
Spandex lebih fleksibel bisa dimanfaatkan untuk berbagai pakaian sehari-hari. Karakteristik kain dari bahan spandex adalah empuk, halus dan jatuh. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian sehari-hari bahan ini juga bisa digunakan sebagai dress dan gamis. Tingkat kenyamanan kain sintetis semakin meningkat seiring perkembangan dan permintaan pasar.
]]>