Posted on Leave a comment

Perbedaan dari Kain Satin Vs Sateen dan Proses Pembuatannya

Sebelum kita membahas terlalu jauh mengenai kain satin dan segala jenis kain yang lainnya. Tak salah apabila membahas tentang pengertian apa itu kain jenis satin, lalu bagaimana karakteristik yang dimilikinya. Apakah sesuai dengan kebutuhan anda saat ini. Begitulah kira-kira yang dibahas pada artikel kali ini.

Perlu anda tahu bahwa kain jenis satin tidak masuk dalam kategori kain yang berserat atau bahasa lainnya fiber. Adapun proses pembuatan satin melalui pemisahan serat hingga menjadi kain. Kualitas kain sangat ditentukan dari proses pembuatannya, apabila prosesnya baik tentu kain yang dihasilkan juga terbaik dan awet.

Proses Pembuatan Kain Satin

Setelah dijelaskan mengenai kain satin, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan untuk dipelajari dan dipahami. Dalam proses pembuatannya tentu memiliki nama yaitu Satin Weave yang memiliki arti teknik tenun satin. Jenis metode yang seperti ini dijadikan sebagai teknik khusus yang sering dilakukan oleh para seniman.

Karena teknik khusus tersebut lah yang membuat permukaan kain jenis satin tampak berkilau dibandingkan dengan jenis kain lainnya. Yang menjadi pertanyaan adalah teknik apa yang dilakukan agar permukaan kain bisa mengkilap dan bercahaya saat terkena paparan sinar matahari?.salah satu dari sekian pertanyaan yang dilontarkan.

Jadi teknik khususnya adalah melalui dua jalur, dimana jalur tersebut saling bersilangan agar bisa menentukan arah dalam menenun kain tersebut. Nah dari metode itulah muncul istilah bernama warp dan weft, atau bahasa yang lebih mudah dihafalkan yaitu benang pakan dan benang Lusi.

Teknik jalur khusus tersebut sengaja dibuat melebar, dengan tujuan agar mampu membentuk pola yang melebar serta dapat bergerak ke arah kanan dan kiri pada saat proses pembuatan kain berlangsung. Kalau hasil dari kainnya tidak mengkilap itu artinya ada yang salah dalam proses pembuatannya.

Ada juga teknik standar atau yang sering dilakukan oleh para produsen. Yaitu dengan membentuk satu jalur benang antara benang pakan dan benang lusi, dan dilakukan secara naik turun. Begitu juga dalam tahapan penganyaman yang dilakukan secara vertikal artinya mengarah ke atas dan kebawah.

Dari proses pembuatan yang menggunakan teknik tersebut lah yang nantinya akan menghasilkan bahan kain bernama satin. Ada cara lain yang bisa dilakukan seperti melakukan penggandaan pada benar tersebut. Dengan menggunakan sekitar 4 atau lebih benang warp, setelah itu dilakukan lompatan pada satu benang weft.

Teknik seperti itulah yang menjadikan bahan jenis satin nampak terlihat glossy, dan mengkilap. Maka dari itu, jangan anggap remeh dalam proses pembuatan kain berbahan satin. Karena akan berdampak pada hasil yang diperoleh. Usahakan kepuasan konsumen menjadi prioritas utama dalam produksi kain, dan untuk harga akan mengikuti sesuai kualitas.

Perbedaan Kain Satin Vs Sateen

Sengaja pada pembahasan artikel ini mengulas tentang perbedaan antara kain jenis satin dan Sateen. Karena ternyata masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara keduanya. Hal itulah yang terkadang menimbulkan kesalahpahaman, dan keliru ketika membelinya, agar tidak terjadi lagi baca artikel ini.

Memang wajar ketika masyarakat mengira keduanya mirip karena karakteristik yang dimilikinya juga hampir mirip. Serta dalam masalah proses pembuatannya. Namun ada juga beberapa hal yang membedakannya diantara keduanya. Seperti apa penjelasannya? Berikut akan diulas untuk anda, jangan lupa baca sampai selesai.

Mulai dari pembahasan bahan dasar yang digunakan, untuk kain jenis satin menggunakan bahan serat bernama flament dengan jenis sutra polyester, ataupun nilon. Sedangkan dalam bahan dasar pembuatan kain Sateen menggunakan serat bernama shorts staple. Bagaimana sangat beda bukan antara kain satin dan Sateen?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *