Posted on Leave a comment

Bisakah Kain Wollycrepe Menyerap Keringat? Ini Kelebihannya!

kain Wollycrepe

Kain wollycrepe merupakan salah satu jenis kain yang teksturnya terlihat seperti kulit jeruk. Varian kain ini sangat banyak. Maka dari itu bila Anda belum mengenalnya, kali ini akan kami berikan sedikit penjelasan tentang kain ini. Wollycrepe termasuk kain yang teksturnya halus dan lembut.

Jadi bahan ini seperti crepe pada umumnya. Sehingga lebih cocok bila dipakai untuk pembuatan bahan jilbab dan gamis syar’i. Untuk ketebalannya sendiri cukup pas. Sehingga karena susunan kainnya rapat membuatnya tidak menerawang saat dipakai sehari-hari. Itulah sebabnya kain ini sering dipakai untuk busana muslim.

Seperti Apakah Kain Wollycrepe?

Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa kain ini teksturnya seperti kulit jeruk yang paling halus, sehingga tidak begitu terlihat. Bila dilihat sepintas, seratnya seperti kain wolfis. Hanya saja teksturnya lebih jelas sedikit. Namun saat diraba, wollycrepe cukup halus. Lebih menariknya lagi adalah wollycrepe memiliki sensasi tekstur pada permukaan kainnya sehingga lebih menarik.

Bagi yang belum mengenalnya, mungkin mereka akan mengira bila wollycrepe bukanlah keluarga dari kain crepe. Karena serat kainnya sangat halus sehingga hal ini membuatnya berbeda dari bahan diamond Italiano dan Moss Crepe.

Bisakah Wollycrepe Menyerap Keringat?

Wollycrepe itu bukan dari katun jadi daya serap keringatnya kurang begitu sempurna. Meskipun ada juga yang mengatakan bila bahan ini bisa menyerap air dengan baik, namun sebenarnya itu belum tepat. Karena satu-satunya kain yang memiliki daya serap terbaik terhadap keringat adalah kain katun.

Namun meskipun begitu, tidak berarti bila wollycrepe itu panas dan bikin gerah. Kain ini tetap nyaman dipakai sehingga sering dimanfaatkan untuk pembuatan gamis dan jilbab oleh para wanita. Supaya mereka bisa terlihat anggun dan cantik dalam sekali waktu.

Perbedaan Wollycrepe dan Moscrepe

Wollycrepe merupakan bahan kain crepe yang memiliki tekstur sangat lembut dan halus. Karakteristiknya jatuh, ringan, namun lebih tipis dibandingkan Moscrepe. Sementara moscrepe itu tekstur crepenya lebih jelas dan bisa dicek dengan mudah. Tekstur moscrepe terlihat seperti butiran pasir yang disusun pada permukaan kain.

Jadi tekstur moscrepe ini mirip seperti kulit jeruk. Sementara untuk bahan wollycrepe memiliki serat jeruk yang tidak mencolok. Masih lebih mencolok moscrepe dibandingkan bahan wollycrepe.

Kelebihan Kain Wollycrepe

Ada banyak kelebihan yang ditawarkan oleh bahan ini. Namun secara umum, kelebihan dari wollycrepe adalah memiliki ketebalan kain yang tepat dan kainnya jatuh sehingga tidak kaku. Itulah sebabnya bahan ini sering dimanfaatkan untuk pembuatan gamis Syar’I dan jilbab. Serat kain yang rapat dan tidak menerawang cocok untuk baju muslim.

Selain itu, karakteristik kainnya juga ringan dan jatuh. Saat diraba kainnya, teksturnya halus sehingga tidak akan membuat penggunanya merasa gerah. Lebih menariknya lagi adalah ternyata sama halnya dengan bahan crepe pada umumnya. Kain ini tidak mudah kusut, namun juga tidak menyerap keringat.

Untuk pilihan warnanya variatif. Karena merupakan pesaing berat wolfis, sehingga warna yang ditawarkan juga bersaing. Beberapa diantaranya ada warna cerah, pastel, solid, dan basic seperti coklat, hitam, biru dongker, dll. Melihat beberapa kelebihan yang ditawarkannya, wajar bila kain ini disukai banyak orang.

Bahkan bisa dibilang bahwa wollycrepe merupakan bahan kain yang paling laris saat ini. Mengingat hampir setiap wanita menggunakan busaha muslim dan gamis. Sehingga hal ini membuat kebutuhan akan pemanfaatan kain Wollycrepe semakin meningkat karena bisa digunakan untuk pembuatan gamis dan hijab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *